Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Assassin’s Creed (2016)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 30, 2016 by

 
Full Article
 
 

assassinscreed-poster

Critics Review: ★★ (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★3/4 (8 reviews)

SYNOPSIS

Melalui teknologi revolusioner yang membuka kunci memori genetiknya, Callum Lynch (Michael Fassbender) dapat mengalami petualangan yang dilakukan oleh leluhurnya, Aguilar, di Spanyol abad ke 15. Callum menemukan bahwa dirinya adalah keturunan dari perkumpulan rahasia yang misterius, para Assassin, dan memperoleh pengetahuan serta kemampuan luar biasa untuk melawan organisasi Templar yang kuat di masa sekarang.

 

Through a revolutionary technology that unlocks his genetic memories, Callum Lynch (Michael Fassbender) experiences the adventures of his ancestor, Aguilar, in 15th Century Spain. Callum discovers he is descended from a mysterious secret society, the Assassins, and amasses incredible knowledge and skills to take on the oppressive and powerful Templar organization in the present day.

General Information

Director: Justin Kurzel
Scriptwriter: Michael Lesslie, Adam Cooper, Bill Collage
Cast: Marion Cotillard, Michael Fassbender, Essie Davis, Jeremy Irons, Brendan Gleeson, Michael Kenneth Williams, Charlotte Rampling
Running Time: 140 minutes
Release Date: 21 December 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Semenjak film ini menampilkan adegan perdananya, Assassin’s Creed telah tampil dengan kualitas yang meragukan. Baiklah, kesalahan tidak sepatutnya dibebankan sepenuhnya pada Kurzel. Naskah cerita arahan Lesslie, Cooper, dan Collage juga tidak berada dalam kondisi yang prima dengan begitu banyaknya karakter dan kisah pendukung yang gagal untuk tergali dengan baik. Namun, pengarahan Kurzel membuat naskah cerita terasa tampil lebih buruk. Kurzel seperti terasa kebingungan untuk menempatkan ritme yang tepat bagi penceritaan Assassin’s Creed yang berada dalam dua latar belakang waktu yang berbeda. Hal ini yang membuat Assassin’s Creed lebih sering terasa membingungkan sekaligus berjalan datar daripada terasa sebagai sajian aksi petualangan yang menarik dan memuaskan. Rating: ★★

CANDRA ADITYA (Detik)

Dengan durasi dua jam lebih, Assassin’s Creed adalah sebuah adaptasi yang akan sangat membingungkan bagi penonton yang tidak familiar dengan game-nya. Trio penulis skripnya—Michael Lesslie, Adam Coopler, dan Bill Collage—sama sekali tidak tertarik untuk membuat penonton bisa menyatu dengan mudah dengan plot yang ditawarkan filmnya. Sensasi alienasi mau tak mau akan Anda alami bahkan setelah satu jam filmnya diputar. Rating: ★1/2

RATNA DEWI (Jalan Tikus)

Inspite of its clear shortcomings Assassin’s Creed has some of the best fighting scenes and shirtless Fassbender. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Reviews)

Assassin’s Creed pada awalnya membangun dunianya yang baru di mata penontonnya dengan cukup menjanjikan lewat pengenalan karakternya. Setelah itu, Assassin’s Creed seperti kehilangan identitasnya dan kebingungan ingin mengkolaborasikan dua hal yang berlawanan. Belum lagi, dengan durasi 115 menit, Assassin’s Creed terasa dirombak menjadi tiga bagian film yang berbeda dan tak menjelaskan apapun. Motif karakter dan plot utama Assassin’s Creed benar-benar kacau dan setelah itu, penonton tak mendapatkan poin apapun di dalam filmnya. Fassy dan Cotillard pun terasa seperti terjebak dalam film Assassin’s Creed, apalagi musik film ini yang terlalu datar. Rating: ★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Not even good medieval action sequences and big names could save Assassin’s Creed from a what-the-f—is-going-on fest. Rating: ★★

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Justin Kurzel’s Assassin’s Creed tried so hard to be this decade’s The Matrix. But the end result is a huge mess from start to finish. Bahkan dilihat dari kacamata gamer pun, Assassin’s Creed termasuk tak setia. Action-nya terlalu norak dan mengkhianati konsep game-nya. I’ve seen lots of weird game to movie adaptation from big studios (hello, Max Payne), but Assassin’s Creed brought it to another level. Rating: ★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Assassin’s Creed itu adalah bencana besar di akhir tahun, salah satu dr sekian banyak adaptasi video game yg busuk. Rating: ★★

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

Assassin’s Creed is a treat for those who love the gameplay of the game series and for those who love Macbeth’s visual poetry. Yet, as a body of narrative, it’s a messy, convoluted one, although it still made one of the most meh action films I enjoyed. Rating: ★★★

PRIMA TAUFIK (Layar Tancep)

Film ini memiliki pembangunan cerita yang sangat baik dan detail di mana kita akan melihat tahapan yang didapat Lynch sebelum akhirnya ia menjadi assassin. Namun yang membuat film ini jadi dicaci-maki adalah tidak adanya klimaks penyelesaian akhir dari apa yang sedang terjadi. Penonton dibuat seolah-olah sedang menyaksikan prolog yang panjang lalu dimana kita merasa film ini akan memasuki hal yang penting tiba-tiba film selesai. Meninggalkan penonton dengan rasa tanggung yang amat sangat. Aksi assassin yang ditunggu-tunggu akan terjadi ternyata hanya aksi sekali lewat yang bahkan tidak pantas menjadi akhir. Seperti menonton film panjang yang dibagi dua bagian di mana bagian keduanya mungkin takkan pernah ada. Rating: ★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Even Warcraft is more entertaining than this stupid borefest called Assassin’s Creed. What a waste of talents and material. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Assassin’s Creed’ adalah tontonan yang sangat dianjurkan bagi para pengidap insomnia. Mengalun panjang, melelahkan, dan membosankan. Rating: ★★

 

Last Updated: 23 December 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)