Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Billy Lynn’s Long Halftime Walk (2016)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 11, 2016 by

 
Full Article
 
 

billylynnslonghalftimewalk-poster

Critics Review: ★★★1/2 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (8 reviews)

SYNOPSIS

Pemenang dua piala Academy Award, Ang Lee, membawa visinya yang luar biasa dalam Billy Lynn’s Long Halftime Walk, dibuat berdasarkan novel laris yang banyak dipuji. Film ini dibuat dari sudut pandang prajurit Billy Lynn yang berusia 19 tahun, yang bersama rekan-rekan tentaranya di Bravo Squad, menjadi pahlawan setelah perang di Irak yang mengerikan dan pulang sementara untuk tur kemenangan. Melalui kilas balik yang memuncak saat pertunjukkan waktu turun minum di pertandingan futbol di hari Thanksgiving, film ini menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada pasukan tersebut—mengkontraskan antara kenyataan yang sebenarnya dan persepsi Amerika mengenai peperangan.

 

Two-time Academy Award® winner Ang Lee brings his extraordinary vision to Billy Lynn’s Long Halftime Walk, based on the widely-acclaimed, bestselling novel. The film is told from the point of view of 19-year-old private Billy Lynn (newcomer Joe Alwyn) who, along with his fellow soldiers in Bravo Squad, becomes a hero after a harrowing Iraq battle and is brought home temporarily for a victory tour. Through flashbacks, culminating at the spectacular halftime show of the Thanksgiving Day football game, the film reveals what really happened to the squad – contrasting the realities of the war with America’s perceptions.

General Information

Director: Ang Lee
Scriptwriter: Jean-Christophe Castelli
Cast: Joe Alwyn, Garrett Hedlund, Arturo Castro, Mason Lee, Astro, Beau Knapp
Running Time: 110 minutes
Release Date: 11 November 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Storytelling dari permainan flashback yang kontemplatif. Sungguh dahsyat editing-nya.  Rating: ★★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Plays more like Flags of Our Fathers than Letters from Iwo Jima, Ang Lee’s approach to the story might be a bit strange–or problematic. The back and forth flashback scenes are often confusing. At times, they’re also corrupting the intensities of many of the movie’s emotional scenes. A failed experiment? Not really. Though the screenplay has a lot of problems, Lee still able to deliver the heartbreaking nature of America’s fetishization of war really well. That scene where those soldiers standing around looking confused while Destiny’s Child is out performing their songs? Haunting. Lee’s direction simply takes this movie to a higher, better level. The script might left many of its characters undeveloped but the performances of its cast really do carry the movie’s emotional impact. Names like Garrett Hedlund, Chris Tucker to Vin Diesel and Steve Martin able to filled their characters with lively souls. Kristen Stewart hits the bright spot in such very limited space. But Joe Alwyn is the true star of the movie. Alwyn manages to carry the movie from start to finish with such great, calm performance that will affected many of the movie’s audience. Rating: ★★★1/2

AWYA WAHARIKA (Awya Ngobrol)

Billy Lynn’s Long Halftime Walk was problematic. The technologies made it look theatrical and unnatural. It doesn’t ring like an Ang Lee’s. Rating: ★1/2

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Billy Lynn’s Long Halftime Walk might be just another post-war PTSD stories about a group of men. But on the greater good, the movie defines a pop culture era with a glimpse of decorated war hero issues Hollywood once did to Audie Murphy. It’s not Ang Lee’s best visionary take, of course, but still a very engaging human drama that defines an era. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Ang Lee mempresentasikan Billy Lynn’s Long Halftime Walk seperti kepingan-kepingan puzzle yang harus disusun oleh penontonnya sendiri, di mana di dalam kepingan itu, terlihat sesuatu yang menarik untuk dijelajahi di balik kehancuran sosok Billy Lynn. Di sela-sela eksplorasi, kita juga dibuai oleh kekuatan visual dan tata suara yang bagus khas film-film Ang Lee. Sayangnya, keseruan itu sirna dengan begitu cepat ketika kepingan puzzle mulai tersusun. Film ini mulai menunjukkan jati dirinya sebagai film drama post-war yang ternyata hampa, baik secara emosional maupun ceritanya. Alur maju mundurnya tak lagi memikat. Konflik dan pergumulan karakter Billy Lynn pun tak pernah berkembang lebih jauh. Rating: ★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Billy Lynn’s Long Halftime Walk ini boring to the max, mungkin film Ang Lee terburuk yang pernah saya tonton. Rating: ★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Billy Lynn’s Long Halftime Walk adalah ruang lain dari cerita para tentara dalam setiap perang. Ruang lain yang sepi, yang disampaikan Ang Lee dengan menyentuh. Caranya menyatukan rangkai cerita dari ingatan Lynn menarik. Menghadirkan kebingungan dan kegetiran seorang pemuda 19 tahun dalam perang.Billy Lynn’s Long Halftime Walk adalah perspektif lain tentang perang, orang-orang di dalamnya, dan orang-orang di luar yang memandangnya. Kisah pertempuran yang humanis. Rating: ★★★★1/2

PRIMA TAUFIK (Layar Tancep)

Film ini mencoba menangkap apa arti perang bagi rakyat Amerika. Di satu sisi mereka dipuja, namun di sisi lain mereka kehilangan koneksi dengan kehidupan normal. Billy tak merasa nyaman lagi tinggal di keluarganya. Sorak-sorai penonton dan kemeriahan pertandingan baginya hanya mengingatkannya pada situasi perang. Kegelisahan inilah yang coba diangkat Ang Lee untuk dirasakan oleh penonton. Tapi, hal ini rasanya tidak bisa dituangkan dengan baik oleh Ang Lee karena banyaknya hal remeh yang membuat filmnya terasa membosankan. Rating: ★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Entah bagaimana kalau ditonton dalam format HFR, tapi Billy Lynn’s Long Halftime Walk adalah film intim khas Ang Lee yang dibuat dengan effort luar biasa, khususnya buat menghidupkan latar belakang. Tapi gambarnya yang terlalu kinclong membuat kesan artifisialnya kentara. Rating: ★★★

 

Last Updated: 12 November 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)