Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Collateral Beauty (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 24, 2016 by

 
Full Article
 
 

collateralbeauty-poster

Critics Review: ★★1/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (9 reviews)

SYNOPSIS

Ketika seorang eksekutif periklanan sukses asal New York mengalami sebuah tragedi besar, ia menghilang dari kehidupan sosialnya. Saat teman-temannya yang khawatir berusaha keras untuk kembali mengontaknya, ia mencari jawaban dengan menulis surat pada Cinta, Waktu, dan Kematian. Tapi, sampai suratnya ternyata dijawab secara langsung, ia baru memahami bagaimana keterkaitan yang konstan ini dapat ditemukan dalam kehidupan yang telah sepenuhnya dinikmati, dan juga bagaimana kehilangan yang paling dalam bisa memperlihatkan saat-saat yang penuh makna dan keindahan.

 

When a successful New York advertising executive suffers a great tragedy, he retreats from life. While his concerned friends try desperately to reconnect with him, he seeks answers from the universe by writing letters to Love, Time and Death. But it’s not until his notes bring unexpected personal responses that he begins to understand how these constants interlock in a life fully lived, and how even the deepest loss can reveal moments of meaning and beauty.

General Information

Director: David Frankel
Scriptwriter: Allan Loeb
Cast: Will Smith, Keira Knightley, Kate Winslet, Naomie Harris, Edward Norton, Helen Mirren, Michael Peña
Running Time: 97 minutes
Release Date: 16 December 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Film ini sangat terbantu dengan kualitas akting yang ditampilkan barisan pengisi departemen aktingnya. Meskipun karakter-karakter mereka tampil dengan kapasitas yang begitu terbatas, Smith, Norton, Peña, Winslet, Mirren, Knightley, Latimore dan Naomie Harris setidaknya layak untuk diberikan sedikit pujian atas usaha mereka untuk menjadikan Collateral Beauty tidak pernah benar-benar tampil sebagai sebuah film yang buruk. Smith dan Mirren bahkan seringkali muncul dalam kualitas akting yang mencuri perhatian. Namun, dengan kualitas pengisahan pas-pasan, tetap saja membuat barisan penampilan berkelas para aktor dan aktris Hollywood tersebut terasa terbuang dengan percuma. Rating: ★★★

CANDRA ADITYA (Detik)

Sentimentalitas skrip dan penyutradaraannya yang sudah bingung, membuat Collateral Beauty akhirnya menjadi film yang berlalu begitu saja. Tentu saja, tidak ada salahnya membuat film yang penuh harapan. Tapi dibutuhkan lebih dari sekadar niat baik untuk menjadikan harapan tersebut menyatu di hati penonton. Rating: ★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Reviews)

Punya premis yang menarik dan unik adalah hal yang patut diwaspadai di dalam Collateral Beauty dalam menentukan kemasan yang digunakan. Bila Collateral Beauty ini dikemas sebagai fiksi fantasi seperti dalam trailer, seharusnya tak perlu dikemas dekat dengan realita manusia. Menunjukkan sebuah sisi kemanusiaan di dalam Collateral Beauty adalah sebuah bumerang yang malah menjatuhkan film itu sendiri. Beruntung, sang sutradara masih menggali sisi magis yang membuat Collateral Beauty masih memiliki beberapa bagian emosional dan bisa diikuti. Tetapi, berharap Collateral Beauty memiliki alternative cut yang mengubah kesalahan-kesalahan itu, karena film ini berpotensi jauh lebih baik lagi. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Might be too weepy and predictable, Collateral Beauty took you to one irresistibly beautiful journey of love, loss, and soul searching. Rating: ★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Mata pun tak kuat menahan tangis. Love the story! Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Collateral Beauty is shockingly bad. Like really bad. It’s weird, ridiculous, messy, and that unnecessary twists in the end make it even worse! Rating: ★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Collateral Beauty itu sebenarnya gak jelek-jelek amat sih, tapi memang terlalu memaksakan diri untuk bisa jadi drama menyentuh dengan segala twist-nya. Rating: ★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Collateral Beauty adalah perbincangan yang indah tentang cinta dan kehilangan. Teman yang tepat untuk belajar merelakan, cinta yang sepenuhnya. Perjalanan yang dirangkai dengan simbolisasi dan tutur kisah yang menyentuh. Sebuah film yang berarti. Rating: ★★★1/2

PRIMA TAUFIK (Layar Tancep)

Tema kehilangan yang diangkat film ini tentu bagi sebagian orang adalah tema yang berat dan akan diasumsikan penuh dengan air mata. Tetapi David Frankel berhasil membuat film ini jauh dari kata menye-menye dan lembek hanya sayangnya momen sedihnya juga tidak begitu mengena. Film ini bisa dibilang membawa kehangatan bagi yang menonton, memberi rasa bahwa kita bisa kembali ke kenyataan dari setiap kehilangan. Rating: ★★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Sudut pandang klasik meski segar dalam mengatasi grief; filosofi praktis yang teatrikal. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Yes, there were collateral beauties, only wasn’t built in a solid form. Rating: ★★★

 

Last Updated: 23 December 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)