Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Deadpool (2016)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted February 10, 2016 by

 
Full Article
 
 

Deadpool-Poster

Critics Review: ★★★ (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/2 (15 reviews)

SYNOPSIS

Berdasarkan sosok anti-hero Marvel Comics yang paling tidak konvensional, Deadpool menceritakan kisah awal mula seorang mantan anggota Pasukan Khusus yang beralih menjadi seorang tentara bayaran, Wade Wilson, yang setelah menjadi subyek dalam sebuah eksperimen bawah tanah yang membuatnya punya kemampuan penyembuhan diri yang sangat cepat, menggunakan Deadpool sebagai alter ego-nya. Bersenjatakan kemampuan barunya, serta selera humor yang gelap dan sinting, Deadpool kini memburu pria yang hampir menghancurkan hidupnya.

 

Based upon Marvel Comics’ most unconventional anti-hero, DEADPOOL tells the origin story of former Special Forces operative turned mercenary Wade Wilson, who after being subjected to a rogue experiment that leaves him with accelerated healing powers, adopts the alter ego Deadpool. Armed with his new abilities and a dark, twisted sense of humor, Deadpool hunts down the man who nearly destroyed his life.

General Information

Director: Tim Miller
Scriptwriter: Rhett Reese, Paul Wernick
Cast: Ryan Reynolds, Ed Skrein, Morena Baccarin, T.J. Miller, Stefan Kapicic, Brianna Hildebrand
Running Time: 108 minutes
Release Date: 10 February 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

HARIS FADLI PASARIBU (Flick Magazine)

Awalnya menyenangkan untuk disimak, seolah-olah Deadpool adalah sebuah parodi jenial akan trend superhero. Efektif pula dalam menutupi tertatihnya jalannya plot tadi. Hanya saja lama kelamaan terasa melelahkan. Deadpool seperti sosok cerewet yang seolah-olah sibuk mencari perhatian dengan tingkah hiperaktifnya, sehingga terkesan menyebalkan, ketimbang cerdas dalam menyatir. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★3/4

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

A crazy, fun-loving, full-mouthed anti-superhero superhero? Yes, please. Deadpool is the most fun superheroes movie since The Avengers. Bloody awesome. Rating: ★★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Deadpool was full-mouthed, bad ass, and full of violence with a witty script and many movie references as its inside jokes. But Deadpool has flaws within its storytelling because the director was just too concerned with its jokes and not giving it much “taste.” Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Deadpool is cool AF. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Like listening to ’80s golden love songs album, drunk while talking to the wall, Deadpool is wham!-bam funny. Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Dialog-dialog Deadpool ini kampret banget. Harsh in a funny way. Potensi ngebosenin ada banget. Tapi di saat lo udah mulai bosan. Baam! Joke-nya Deadpool bikin melek lagi. Begitu seterusnya. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Dikucuri budget yang “hanya” sebesar $58 juta, sutradara Tim Miller beserta tim marketing-nya menggunakan Ryan Reynolds dan segala resource yang ada sebaik-baiknya untuk mengangkat pamor proyek film Deadpool dari hanya sekedar “mimpi basah” para fans-nya hingga menjadi sebuah global phenomenon. Hasilnya? Film ini sukses membuktikan bahwa ia tidak butuh budget raksasa untuk membuat film superhero yang luar biasa seru, penuh kejutan, dan membuat penontonnya terpingkal-pingkal dari awal film sampai akhir. Rating: ★★★★1/2

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

Deadpool was not a “superhero movie breakthrough”, nor did it “brought superhero movie genres back to life”. But it is a movie who knew exactly what it wanted to be, conveyed it with a sniper’s accuracy, and it had the right attitude to back itself up right until its after credit scenes. This is a movie filled with innuendo, self-deprecating jokes, fourth wall breaks, topped with more-than-proper dose of violence and vulgarity. Simply put, it’s a perfect choice for fun and games. But don’t go looking for more than that. Rating: ★★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Plot superhero dan balas dendamnya memang terlalu tipikal, bahkan sosok villain-nya juga kurang ganas, tetapi persetan dengan semua itu. Deadpool memberimu lebih dari sekadar sebuah sajian superhero biasa. Ini adalah sebuah kegilaan maksimal yang tidak setiap hari kamu dapatkan dalam film superhero. Kadar komedi dan totalitas Ryan Reynolds plus presentasi apik dari Tim Miller menjadikan Deadpool sebagai salah satu yang terbaik dan tergila di genrenya. Rating: ★★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Deadpool adalah film hero/antihero paling kurang ajar sejauh ini. Setidaknya, dari karakter dan cara berpikirnya yang “keluar jalur.” Meski naskah yang menuturkannya tidak terlalu tertulis dengan matang, Deadpool tetaplah hiburan yang akan memotivasimu bersumpah serapah menyenangkan. Rating: ★★★

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

standing ovation should be given to Ryan Reynolds and colleagues for finally showcasing genuine Deadpool with his unapologetic, loud, and salacious mouth. The end-product might be flawed, but Deadpool is bloody hilarious. Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Paparan ceritanya tidak engaging, cobalah lucuti sentuhan meta-nya, naskahnya hanya menawarkan pencarian anti-hero terhadap seorang villain sambil ditambahi sedikit bumbu romansa. Walau begitu Deadpool cukup cermat menjalin keterikatan dengan X-Men franchise (the timeline is confusing indeed). Intensitas pun selalu turun tatkala alur memasuki flashback romansa Wade dan Vanessa. Karena sehebat apapun Wade, daya pikatnya tak bisa menandingi sewaktu ia beraksi sebagai Deadpool. But still, you should believe the hypeThis movie is highly entertaining and such a “different” superhero movie with a lot of memorable lines. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Selama kurang lebih 107 menit, penonton diseret memasuki pesta balas dendam Deadpool yang di dalamnya mengandung adegan seksualitas cukup pekat, kekerasan tanpa ampun yang bisa jadi akan membuat para pembenci darah merasa ngilu–walau tak sesadis Kick Ass dan Kingsman: The Secret Service–serta humor-humor nakal pula sangat lucu yang penuh referensi ke budaya populer. Rating: ★★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Deadpool adalah karakter yang mendobrak tatanan film superhero, tapi film pertamanya ini masih berjalan di jalur aman. Sejauh ini, kita hanya bisa membayangkan seandainya ia mendapat ruang gerak yang lebih luas daripada sekadar narasi konvensional. Rating: ★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Deadpool jelas sebuah film yang sangat menyenangkan. Total fun to watch. Setiap leluconnya sangat kocak serta cerdas, dan bisa dibilang berani ketika Wade banyak menyindir dunia film dan selebriti–bahkan studionya sendiri yang memproduksi franchise X-Men. Selain itu, phallic jokes-nya juga sangat menghibur dan terbilang cukup menonjol mengingat ini adalah film superhero yang biasanya dikonsumsi oleh anak-anak. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Deadpool was one of the most fun, jackass, and hilarious Marvel movies. Plus a treat for the 80’s and 90’s cool kids. Rating: ★★★1/2

 

 
IMAX, 4DX, and SphereX format review powered by ID Film Critics.
 

IMAX FORMAT REVIEW

ELBER REYNER (A Cinephile’s Diary)

Diproduksi dengan budget yang hanya $58 juta, Deadpool jelas mengalami kesulitan untuk merancang adegan-adegan aksi yang setara dengan skala epik layar IMAX. Jadi, di luar adegan car chase di awal film dan pertarungan para mutan di penghujung film yang benar-benar dahsyat itu, Deadpool lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bergurau, omong kotor, bercinta, dan adegan-adegan lainnya yang tidak begitu IMAX-worthy. Untung saja, presentasi IMAX Deadpool banyak dibantu oleh sound-nya yang luar biasa, yang tidak bisa kalian temui di bioskop-bioskop reguler. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Ga ada yang bener-bener istimewa dari Deadpool di IMAX, but experiencing the dynamic action sequences in such large screen is always a plus value. The sound of Deadpool in IMAX was truly a maximum experience. The power, the details, the channels separation effects… Rating: ★★★1/2

 

4DX FORMAT REVIEW

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Deadpool mempunyai efek 4DX terbaik setelah Star Wars: The Force Awakens. Frekuensi efek 4DX-nya memang tidak banyak, tetapi bagaimana film ini menggabungkan berbagai macam efek 4DX yang ada untuk memberikan sensasi menonton yang benar-benar baru sungguh layak untuk diacungi dua jempol. Seperti, ketika Deadpool berada di mobil, penonton benar-benar merasakan sensasi sedang duduk di sampingnya. Atau waktu para musuh dibantai dan darah menyembur deras ke arah kamera, kita ikut merasakan efek basahnya juga. Atau ketika ledakan besar menimpa para karakter, semua efek 4DX, mulai dari A sampai Z, dikeluarkan untuk memberi kesan epik dan klimaks. Efek 4DX tidak lagi digunakan sebagai gimmick belaka, tetapi sudah merupakan bagian dari narasinya. Bagus! Rating: ★★★★
 

SPHEREX FORMAT REVIEW

RASYID HARRY (Movfreak)

Deadpool di SphereX tidak luar biasa. Sound standar, bahkan beberapa gambar buram. Tapi efek CGI-nya jadi maksimal. Rating: ★★★

 

Last Updated: 26 February 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)