Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Everest (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted September 11, 2015 by

 
Full Article
 
 

Everest-Poster

Critics Review: ★★★1/4 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (10 reviews)

SYNOPSIS

Berdasarkan kisah nyata yang menakjubkan. Kisah Everest diadaptasi dari buku berjudul Into Thin Air: A Personal Account of the Mt. Everest Disaster karya Jon Krakauer. Sebuah kisah petualangan epik para petualang sejati, Everest akan membingkai kisah nyata yang terjadi di tahun 1996 di mana sebuah tim penjelajah harus berhadapan dengan keganasan alam yang ada di Everest. Di gunung yang memiliki ketinggian 8.848 m di atas permukaan laut ini, tim akan dihadapkan dengan salah satu badai salju paling ganas yang pernah dihadapi oleh umat manusia.

General Information

Director: Baltasar Kormákur
Scriptwriter: William Nicholson, Simon Beaufoy
Cast: Jason Clarke, Jake Gyllenhaal, Josh Brolin, John Hawkes, Robin Wright, Keira Knightley, Sam Worthington
Running Time: 121 minutes
Release Date: 12 September 2015 (midnight show)

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★★

CANDRA ADITYA (Detik)

Meskipun Kormakur diberkahi dengan pilihan cast yang luar biasa berbakat, Everest berakhir dengan nada minor, dan bukannya entakan gegap gempita. Faktor “berdasarkan kisah nyata” bisa jadi salah satu alasan film ini jadi kurang nendang di bagian ending. Dibandingkan dengan 127 Hours, film ini terasa seperti bingung mau memberikan ending yang seperti apa. Tidak ada yang spesial jika dibandingkan film-film tragedi kisah nyata yang pernah ada sebelumnya. Rating: ★★★

RATNA DEWI (Jalan Tikus)

Excellent portrayal of both the beautiful and deadly mountain. Rating: ★★★3/4

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

NA. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Not without its fine moments but Everest definitely could use a tighter pace and more focused screenplay. Feels like a missed opportunity. Two great things about Everest: Keira Knightley–who’ll make you weep easily–and the movie’s glorious 3D. Rating: ★★★

ATIKAH HANIFATI (Anak Film)

Everest adalah salah satu pengalaman sinematik terbaik di tahun ini. Keindahan Gunung Everest divisualisasikan dengan indah di sini, indah namun mencekam. Ditambah dengan jajaran ensemble cast yang solid dan melengkapi satu sama lain, kita seolah-olah terbawa dan merasakan ikut terlibat dalam ekspedisi pendakian Gunung Everest walau hanya dengan menontonnya di bioskop. Rating: ★★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Waste some big names mostly just as gimmicks and having lack of spectacular FX, Everest just don’t have enough bites. Good, but not great. Rating: ★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Dengan dukungan nama-nama besar yang memadatinya, Everest ternyata tidak punya kualitas narasi yang berimbang. Bergerak terlalu lama menuju puncak, penontonnya dipaksa untuk terjebak dalam basa-basi tak penting yang menjemukan di paruh awal, beruntung ia punya dukungan teknis yang memadai dan klimaks yang bisa dibilang layak ditunggu untuk sebuah disaster movie. Rating: ★★★

IRNA GAYATRI (Layar Tancep)

Pendakian memang bukanlah perkara mudah. Namun, tidak banyak drama yang perlu ditampilkan sehingga membuat Everest tidak menjadi film drama pendakian biasa yang melebih-lebihkan, tetapi justru menjadi film aksi yang menegangkan dan membuat jantung berdebar-debar meski hanya melihat gerakan lambat para pendaki. Jelata bisa merasakan napas mereka semakin berat, suara mereka semakin serak, dan mereka bicara dengan sangat lambat karena udara yang semakin menipis. Ditambah badai salju yang melanda semalaman, bahkan Jelata seakan bisa merasakan betapa dinginnya berada di sana diguyur badai salju yang hebat. Film ini bukanlah film tentang bagaimana para pendaki menaklukkan gunung tertiggi, namun tentang bagaimana gunung dapat menaklukkan mereka dengan berbagai kejutan yang disediakannya. Bahwa manusia memang tidak bisa memperkirakan alam yang bergerak. Bahwa menaklukkan gunung tertinggi di dunia memang tidak mudah dan butuh banyak pengorbanan. Rating: ★★★★

SHINTA SETIAWAN (Staff)

NA. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Everest cenderung lebih mengalun hambar nyaris tanpa hentakan berarti–well, kalau tidak mau disebut menjemukan–khususnya di babak perkenalan yang berlangsung sangat lambat. Ada kenaikan pada tensi ketegangan semenjak para karakter resmi memulai pendakian tapi itu pun tidak pernah benar-benar mencengkrammu erat sehingga belum juga pendakian mencapai puncak, kelelahan sudah amat terasa bagi penonton dan berharap segera dituntaskan saja. Rating: ★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Everest menangkap realitas pendakian puncak setinggi 8.848 meter dengan cara yang impresif secara visual, namun karakterisasi dan drama antarmanusia bukanlah kekuatan utamanya. Rating: ★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Film ini jelas tampil cukup seru untuk menceritakan kembali tragedi 1996 yang terjadi di Everest. Dengan deretan cast yang oke seperti Jason Clarke, Jake Gyllenhaal, hingga Sam Worthington jelas membuat film ini menjadi semakin menarik. Belum lagi penonton akan melihat dari dekat setiap bagian rute Everest yang memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Jelas sebuah bagian yang akan membuat para pecinta alam–atau yang pernah mendaki Everest–bersorak-sorai. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Everest memang menyuguhkan visual grandeur yang otomatis memberikan cinematic experience yang cukup maksimal, namun dalam menghadirkan emosi dan penanaman simpati penonton terhadap karakter-karakternya, ia terasa kepalang tanggung sehingga terkesan biasa saja. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 20 October 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)