Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Inside Out (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted August 11, 2015 by

 
Full Article
 
 

InsideOut-Poster

Critics Review: ★★★★ (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★★1/4 (18 review)

SYNOPSIS

Tumbuh dewasa bisa jadi pengalaman yang sulit. Tak terkecuali untuk Riley yang harus pindah dari rumahnya di Midwest ketika ayahnya punya pekerjaan baru di San Fransisco. Seperti kita semua, Riley dipandu oleh emosi-emosinya–Joy, Fear, Anger, Disgust, dan Sadness. Emosi-emosi ini tinggal di Headquarters, pusat kendali di dalam benak Riley, di mana mereka membantunya mengambis keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Riley dan emosi-emosinya berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di San Fransisco, kekacauan terjadi di Headquarters. Meski Joy, emosi Riley yang paling utama dan terpenting, mencoba untuk membuat semuanya tetap positif, emosi-emosi ini saling bertikai mengenai bagaimana cara terbaik untuk hidup di kota, rumah, dan sekolah baru.

 

Growing up can be a bumpy road, and it’s no exception for Riley, who is uprooted from her Midwest life when her father starts a new job in San Francisco. Like all of us, Riley is guided by her emotions – Joy, Fear, Anger, Disgust and Sadness. The emotions live in Headquarters, the control center inside Riley’s mind, where they help advise her through everyday life. As Riley and her emotions struggle to adjust to a new life in San Francisco, turmoil ensues in Headquarters. Although Joy, Riley’s main and most important emotion, tries to keep things positive, the emotions conflict on how best to navigate a new city, house and school.

General Information

Director: Pete Docter, Ronaldo Del Carmen
Scriptwriter: Meg LeFauve, Josh Cooley, Pete Docter
Cast: Amy Poehler, Phyllis Smith, Bill Hader, Lewis Black, Mindy Kaling, Kaitlyn Dias
Running Time: 94 minutes
Release Date: 19 August 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★3/4

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★★1/2

CANDRA ADITYA (Detik)

Inside Out tidak hanya berhasil menyajikan sebuah premis yang susah untuk diceritakan, namun juga sangat efektif dalam usaha menuangkan kisah tersebut sehingga Anda akan mempunyai pengertian baru tentang bagaimana manusia berpikir. Karakter-karakternya begitu “nyambung” dan masalah yang dihadapi walaupun kelihatan sederhana sebenarnya sangat kompleks. Bonus poinnya adalah anak-anak akan dengan mudah mencerna ceritanya dan dengan mudah pula memilih siapa yang akan mereka favoritkan. Sementara, orang dewasa akan lebih merasuki maknanya dan mungkin akan meneteskan air mata karena kedalaman emosinya yang luar biasa. Rating: NA

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Pete Docter sekali lagi mempersembahkan sebuah cerita yang diolah secara kreatif menjadi sebuah tontonan penuh makna. Ditambah lagi dengan desain karakter dan latar yang menarik dan terkonsep. Sulit untuk tidak terhibur dengan interaksi antara Joy, Sadness, Fear, Anger, dan Disgust, yang masing-masing punya kepribadian sesuai dengan namanya. Mereka pun diberikan dialog-dialog cerdas sehingga tak terkesan terlalu kartunis, walau mungkin beberapa humor dalam dialognya hanya bisa ditangkap oleh penonton yang dewasa. Rating: ★★★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Pixar terbukti tidak membual saat menjual Inside Out dengan label “a major emotion picture” karena selama durasi mengalun, emosi penonton dibawa naik turun selayaknya tengah menunggangi roller coaster dari semula tertawa-tawa, bersemangat, sampai mengusap bulir-bulir air mata. Seruan “Pixar is back!” pada akhirnya, memang tidak terdengar berlebihan karena Pixar benar-benar kembali patut diperhitungkan berkat Inside Out yang tampak kentara dibuat menggunakan hati ini. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Inside Out is a powerful film that makes you feel all of the emotions you see on screen. Certainly the one that brings back Pixar charm! And I dare anyone to watch it without tearing up just a little bit! Yes. Inside Out truly is a major e-motion picture. Rating: ★★★★

AWYA WAHARIKA (Awya Ngobrol)

Richly imaginative like channeling the school of Miyazaki. Hilarious and clever. Broad message. I bawled my eyes out. Rating: ★★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Unfortunately, extraordinary high concept serba kompleks yang menjadi dasar plot-nya memang tetap jadi betul-betul mustahil untuk dipahami semua kalangan umur terutama anak berusia lebih dini yang datang bersama orangtuanya buat menyaksikan apa yang biasa mereka dapatkan dari produk-produk Disney. Jangan heran kalau begitu lampu bioskop menyala, sebagian tujuan dedikasi itu malah didapati orangtuanya tertidur lelap di samping mereka. This is one of Pixar’s top form, mungkin benar, tapi tidak sebagai sepenuhnya sebuah family movie. Works as parenting companions it is, but dedicated for (all) kids, it is not. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

After disappointing 4 years, Pixar is finally back on their game with Inside Out, a truly outstanding animated film unlike any others. Its fresh concept, though way too complex for younger kids, is exceptionally well-executed on the screen, thanks to its brilliant script and creative production design that could live up all of Inside Out‘s potentials. Rating: ★★★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

It’s brilliant, how Inside Out incorporated various facet of emotional and psychological problem into one: moving town. Through that, they showed Riley dealing with issues like anxiety, loneliness, jealousy, being abandoned, and losing faith in herself. It’s a nice picture of how the slightest bit of unprecedented change could ruin everything you’ve built and overwhelmed you to the point of losing your senses and ultimately yourself. And the packaging was easy to understand too, leaving more than enough space for personal reflection. Despite revolving around the emotions of a kid, the message could still resonate through all ages. In a way, it’s enlightening. Rating: ★★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

Recent Pixar movies don’t impressed me me much. And Inside Out is no exception. Aside from one genuine moving moment, overall is a cliche attempt on provoking sentimentalism. The emotion is rather manufactered than natural. Mildly entertaining nonetheless. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Pixar is back! Inside Out adalah roller coaster emosi, sebuah karya animasi jenius yang diolah dengan sama jeniusnya. Sebuah sajian animasi kelas atas yang mampu memberikan sebuah pengalaman coming of age personal luar biasa yang jarang kamu temui di animasi manapun. Rating: ★★★★1/2

INDANAVETTA PUTRI (Layar Tancep)

Nonton animasi Pixar tuh slalu bikin gue ngerasa lengkap. Sama kayak lima emosi sohiban di Inside Out. You’ve complete me. Rating: ★★★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★★

LUTHFI PRASETYA PUTRA (Review Luthfi)

Iya, Pixar is back! Film Inside Out memiliki semua unsur yang kita cintai dari karya Pixar. Film dengan konsep orisinal penuh imajinasi, dihiasi dengan animasi cantik, dan memiliki kisah bermakna serta menghibur. Sebuah roller coaster emosi. Sebuah pengalaman sinema yang universal namun juga personal. Rating: ★★★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Sesuai janjinya, Inside Out benar-benar berhasil menjadi “A Major Emotion Picture.” Penuh warna, penuh emosi, dan cerita dari hati. Pixar dengan menakjubkan membawa kita bertamasya ke dunia dalam diri setiap kita, menemui emosi-emosi dengan segala warna-warninya. Dan ya, dunia emosi-memori yang dibangun Pixar di dalamnya benar-benar menyenangkan untuk dikunjungi. Manis sekali. Dan walaupun Inside Out sepertinya bukanlah animasi yang cocok untuk anak-anak, ia adalah cerita yang tepat untuk mengenal anak-anak. Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Mulai saat filmya masih berjalan, perjalanan pulang dari bioskop, hingga saat tengah menuliskan review ini, ada haru dan suasana melankolis yang saya rasakan. Hal itu karena saya dibawa terlempar lagi pada keping-keping memori masa lalu yang sempat begitu membekas di hati. Perasaan bahagia dan sedih rasanya campur aduk, sama seperti bagaimana Joy dan Sadness berinteraksi dalam film ini. Inside Out membuat saya memahami/teringat lagi bagaimana semua perasaan tersebut bisa hadir. Ya, sampai sejauh itulah kekuatan bertutur suatu film. Rating: ★★★★★

SHADIA PRADSMADJI (Anak Film)

Hanya satu hal yang perlu Anda ketahui supaya Anda yakin bahwa film ini perlu dan harus ditonton: film ini brilian dan akan membawa Anda pada suatu perjalanan emosional. Rating: ★★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Emosi beneran dikocok-kocok selama menonton Inside Out. Tawa, haru, dan semangat membara berpadu secara sempurna. Yes, Pixar is back! Rating: ★★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Inside Out punya konsep yang ambisius dan nyaris eksperimental, tapi sutradara Pete Docter berhasil membuat film animasi yang imajinatif namun juga menyentuh, yang layak disandingkan dengan film-film berkualitas Pixar lainnya. Rating: ★★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Inside Out menyajikan sesuatu yang rumit menjadi simple, fun, and warm. Brilliant! Rating: ★★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Bahkan dengan ekspektasi gue yang sangat tinggi, Inside Out masih sanggup membuat gue terpukau, kagum, tertawa, bahkan meneteskan air mata. Inside Out tidak hanya menghibur lewat animasinya yang mengagumkan dan mampu membuat diferensiasi warna dan rasa antara “dunia luar” dengan “dunia pikiran.” Tetapi film terbaru dari Pixar ini juga sangat edukatif dengan memberikan banyak label dan visualisasi terhadap apa yang terjadi dalam pikiran kita, dan bagaimana pikiran kita bekerja sepanjang hari. Rating: ★★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Lagi-lagi Inside Out membuktikan bahwa Pixar memang masih maestro di dunia animasi, terutama dari segi orisinalitas cerita dan memainkan emosi penonton. Di tangan Pete Docter yang sudah “bekerja” untuk Pixar sejak Toy Story dengan berbagai peran, Inside Out simply menjadi salah satu animasi terbaik sepanjang masa. Rating: ★★★★1/2

 

Last Updated: 6 September 2015


One Comment


  1.  
    Penonton

    Sebuah film animasi yang cerdas dan. Menyaksikan pergolakan 5 macam emosi di otak remaja yang sedang dalam masa perkembangannya. Film ini sukses memperlihatkan cara kerja emosi manusia dari segi yang menghibur.





Leave a Response


(required)