Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Jurassic World (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted June 9, 2015 by

 
Full Article
 
 

JurassicWorld-Poster

Critics Review: ★★★1/2 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/2 (24 reviews)

SYNOPSIS

Duapuluh dua tahun setelah kejadian di Jurassic Park, Isla Nublar kini merupakan sebuah taman hiburan bertema dinosaurus yang berfungsi secara penuh dan dinamakan Jurassic World, sesuai dengan visi orisinal dari John Hammond. Taman baru ini dimiliki oleh Masrani Corporation. Owen Grady (Chris Pratt) adalah salah satu staf Jurassic World yang bertugas melakukan penelitian perilaku pada spesies Velociraptor. Setelah bertahun-tahun dibuka, jumlah pengunjung Jurassic World mulai berkurang dan manajemen merasa bahwa sebuah atraksi baru perlu diperkenalkan untuk memancing minat para turis untuk datang. Tetapi, rencana ini justru berbalik dan mengakibatkan bencana.

 

22 years after the events of Jurassic Park, Isla Nublar now features a fully functioning dinosaur theme park, Jurassic World, as originally envisioned by John Hammond. This new park is owned by the Patel Corporation. Owen, a member of Jurassic World’s on-site staff, conducts behavioural research on the Velociraptors. After many years, Jurassic World’s attendance rates begin to decline and a new attraction, created to re-spark visitor interest, gravely backfires.

General Information

Director: Colin Trevorrow
Scriptwriter: Rick Jaffa, Amanda Silver, Colin Trevorrow, Derek Connolly
Cast: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Irrfan Khan, Vincent D’Onofrio, Ty Simpkins, Nick Robinson, Jake Johnson, Omar Sy, BD Wong, Judy Greer
Running Time: 124 minutes
Release Date: 10 June 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Jurassic World secara keseluruhan masih mampu tampil sebagai sebuah film blockbuster modern yang cukup menyenangkan dengan beberapa ketegangan yang tersaji cukup baik. Namun, lebih dari itu, film ini gagal untuk tampil dengan pengisahan yang lebih mengesankan, khususnya untuk sebuah film yang berada dalam barisan seri film Jurassic Park yang begitu monumental tersebut. Rating: ★★★

CANDRA ADITYA (Detik)

Sayangnya, keahlian paten Trevorrow tidak didukung oleh skrip yang lebih solid. Ditulis ramai-ramai oleh Rick Jaffa, Amanda Silver, Derek Connolly dan Colin Trevorrow sendiri, ‘Jurassic World’ terasa dipenuhi oleh berbagai macam klise yang sudah kita lihat sebelumnya. Alasan kenapa terjadi teror dalam taman tersebut tentu saja karena para manusia ini tidak pernah belajar. Rating: ★★1/2

FARIZ BUDIMAN (All Film Magazine)

Perfect homage for the original! The park, the dinosaurs, the ROAR. You can find like maybe 15 nods to the original. Not creative enough? They can do it later, there’s room for sequel. This is respect. Predators tried this kind of thing, and they failed. Jurassic World works, at least for me. This is Jurassic Park for this generation. Rating: ★★★★

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

JURRASIC WORLD berhasil menghidupkan kembali excitement dan keseruan penantian pertarungan antar dinosaurus yang kini dibantu dengan special effects yang jauh lebih advanced dari film-film pendahulunya. Bagi para pecinta JURRASIC PARK (1993), dan masih ingat dengan adegan-adegan ikonik film besutan Steven Spielberg tersebut, pasti akan sangat menikmati beragam homage yang sengaja dibuat untuk menghormati icon perfilman dunia tersebut. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AWYA WAHARIKA (Awya Ngobrol)

Despite that uncooked plot and some ridiculous moments (those heels!), Jurassic World was bigger, louder, and packed with thrills. It’s so fun! Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

So what’s so good about ‘Jurassic World’? Jawabannya adalah semuanya. Tapi diatas kesuksesan jauh melebihi dua instalmen sebelumnya, lini terkuat yang mendasari ‘Jurassic World’ adalah respek dan kecintaan orang-orang yang ada dibalik pengembangan sekuelnya. Oh yes, ini memang masih bergerak tak jauh dari template wajib soal-soal ‘Survival of the Fittest’ dibalik metafora kontradiksi kepunahan dinosaurus dan ambisi manusia serta tentu saja resep-resep baku summer blockbuster dari sisi thrilling adventure ke survival game-nya, lengkap dengan pameran VFX dan CGI yang tetap digawangi ILM (Industrial Light & Magic) dan Phil Tippett sebagai supervisi teratasnya. Namun kemasan keseluruhannya dirancang dengan sangat cermat oleh Trevorrow dan timnya. Rating: ★★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

“JURASSIC WORLD” two words … EPIC BRILLIANT! Nostalgia nonton film ini, karena formulanya sama seperti di film “Jurassic Park” (1993). Seru, thrilling, breathtaking, and funny too. Dinosaurs unite! Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

I am literally shaking on final battle. Oh my God. Rating: ★★★★

DYSAN ISMI AUFAR (Movie Madness)

Tidak banyak perubahan yang inovatif dan membuat isi ceritanya seperti sudah tertebak seluk beluknya hanya dengan menyaksikan beberapa saat. Dari karakterisasi para tokohnya pun banyak yang tak dapat tereksplor dengan baik (kecuali untuk Pratt dan Dallas yang mana karakter mereka terlihat paling stand-out di film ini), seperti tim penulis Jurassic World ini cukup struggling untuk menyeimbangkan porsi antara para manusia dengan para dinosaurusnya itu sendiri sebagai sentral cerita. Tapi semua kelemahan dari sisi cerita dapat ditambal oleh Om Colin dengan menampilkan sepertiga akhir dari film ini dengan begitu fast-paced dan greget. Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Jurassic World is not only a fresh take on the franchise, but also a sequel that successfully recaptures the magic of the 1st Jurassic Park. Rating: ★★★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

or me, this movie is mediocre at best. Because while it’s a decent entertainment, it failed to deliver any memorable dinosaurs-fight experience and the slow burn did not pay off. Plus, Jurassic World did passed the Bechdel Test, which is an impressive feat for this kind of movie. And I found Claire commendable for going through everything with a high heels on. Still, Jurassic World will only be another addition to the long list of “could have been so much better” movies for me. Rating: ★★★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

‘Jurassic World’ suffers from underdeveloped writing and stuffed with cardboard characters that can gives irk sometimes. Yet, there’s tons of fun and excitement to demolish the bad and make it an enjoyable thrill-ride. Sub par the original but a very decent remake/reboot that will  rekindle some memories. Definitely the best sequel with enough respect to the original source. Heck, watching ‘Jurassic World’ even made me feels like ten again. Rating: ★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Mengapa Jurassic World bisa bekerja dengan baik, terutama buat penonton veterannya, adalah ketika Trevorrow memasukan banyak homage dan segala penghormatan buat seri pertamanya. Bagi siapapun yang pernah terjebak dalam hingar-bingar Jurassic Park dua dekade silam, Jurassic World sedikit banyak akan memberikanmu sebuah nostalgia manis. Dari penampakan sekilas Mr. DNA, scoring memorable milik John Williams yang masih beberapa kali dikumandangkan oleh Michael Giacchino, dino-dino lama sampai kemunculan beberapa momen de javu yang membawa penontonnya kembali terngiang apa yang pernah mereka lihat dan rasakan 22 tahun lampau. Ya, segala tribut menyenangkan itu mampu diselipkan Trevorrow guna sedikit banyak menambal banyak kekurangan dalam penceritaan dan karakterisasinya yang sedikit kacau. Rating: ★★★1/2

IRNA GAYATRI (Layar Tancep)

Jurassic World benar-benar memberikan ketegangan yang maksimal. Dinosaurus menjadi fokus utama sejak awal. Petualangan Grey dan Zach sejak awal menjadi pengantar yang baik bagi cerita. kalian akan dibawa berteriak, memekik pelan, dan tertawa selama menonton. Colin Trevorrow berhasil mengemas aksi, petualangan, dan kengerian dalam waktu yang bersamaan dengan sangat rapi. Rating: ★★★★

JANITRA EZRA (Anak Film)

Dalam hal berinovasi dan menyajikan sesuatu yang baru Jurassic World mungkin gagal. Jangankan mengalahkan film originalnya, ia pun tidak mencobanya. Sutradara Colin Trevorrow tahu betul itu adalah misi yang sulit. Jadi, alih-alih melakukan itu semua, ia memutuskan untuk membuat Jurassic World sebagai surat cinta dan ajang nostalgia untuk penggemar Jurassic Park. Rating: ★★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★★1/2

LEE CHANDRA (MovSic)

Walau beberapa shot seperti dipaksakan demi faktor estetika, Trevorrow sukses membuat jantung penonton berdegup kencang dan berkali-kali menahan napas menyaksikan kebuasan serangan dinosaurus yang mengamuk tak terkendali. Seru dan menyenangkan. Dua hal yang sulit kita temukan di film-film musim panas yang telah rilis tahun ini. Jurassic World adalah wujud hiburan murni dari sebuah summer blockbuster movie. Rating: ★★★1/2

LUTHFI PRASETYA PUTRA (Review Luthfi)

Dari segi cerita, Jurassic World tidak jauh berbeda dengan Jurassic Park. Baik dari konsep “mankind’s attempt to control nature” maupun detil-detil cerita lainnya. Film ini hampir terasa seperti copy-paste, namun versi tidak pintarnya. Poin plus paling besar dari film ini adalah adanya segudang homage dan tribute kepada Jurassic Park yang mampu membuat fans franchise ini girang-girang sendiri, terjebak dalam ruang nostalgia. Selain itu film ini juga menyajikan atmosfir horor yang membuat tegang bukan kepalang pada paruh awalnya lalu ditutup dengan rentetan aksi cepat nan memanjakan mata. Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Kombinasi kuat antara horor demi menghormati materi asli, komedi plus action sebagai daya jual, dan likeable character sebagai pengikat penonton adalah kenapa Jurassic World merupakan contoh bagaimana seharusnya blockbuster franchise itu digarap. Rating: ★★★★

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Jurassic World dengan mudah jadi salah satu pengalaman nonton bioskop terbaik buat gw tahun ini. Segala predictability plotnya, juga karakter-karakter yang komikal (yang baik dibikin cool, yang jahat dibikin ngeselin) bisa dengan mudah gw lesapkan karena sajian film keseluruhan yang menyenangkan dan seru bingits dan bikin gw mengeluarkan genuine reactions yang jarang gw keluarkan. Menurut gw, ini sangat patut diapresiasi, karena how can you top THE Jurassic Park by THE Steven Spielberg? Film ini menjawabnya dengan sangat baik, sekaligus tetap “sowan” sama film pendahulunya. Rating: ★★★★

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

Eksekusi di paruh akhir film kurang greget hingga apa yang dibangun dengan baik di awal sampai pertengahan film jadinya biasa aja. Namun begitu, Jurassic World tetap memberikan sebuah tontonan yang menghibur sekaligus mencekam. Tetap ada respect kepada seri originalnya. Yang jelas Jurassic World sesuai standar film musim panas dengan visualisasi menawan dan production design yang sangat niat. Bagus, tapi tak istimewa. Rating: ★★1/2

SHINTA SETIAWAN (Staff)

Without scratching too much from the surface, you can find that Jurassic World is somehow a documentary on how this film was conceived. To lure the audience to fill theater seats, they create this monster pic: part Spielbergian charm, part commentary on Hollywood and business in general, part modern PG-13 CGI-fest, mixed with the original Jurassic Park DNA. There are other parts, too. But, like Indominus rex, in the end you’re not quite sure what this beast actually is. The story is mediocre at best, rehashing old materials. But at the same time, there are moments that still kept you awestruck—not unlike the moment when you first experience Jurassic Park decades ago. If you’re flooded with nostalgia and you love it, you’re not wrong. But if you’re not affected by it all, you can see that this is an entirely different park. They built a bigger, fancier park, but some of that magical feeling, you can’t find here anymore. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Jurassic World tidak saja mengingatkan pada jilid pertama dari franchise tetapi juga summer blockbuster di era 1990’an yang menomorsatukan ketegangan serta kesenangan. Walau memang pada akhirnya Trevorrow tidak mampu mengungguli pencapaian Spielberg di Jurassic Park, tetapi dia jelas telah mengembalikan nama baik franchise ini dengan melampaui pencapaian The Lost World dan Jurassic Park III. Jurassic World, jelas salah satu summer movie tahun ini yang sebaiknya tidak kamu lewatkan begitu saja kehadirannya. Rating: ★★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Ditinjau dari cerita, tak ada yang baru, namun jika anda menikmatinya dari segi entertainment, ini adalah film blockbuster yang seru. Trevorrow menangani film ini dengan cinta, membuat Jurassic World menjadi sekuel yang layak untuk Jurassic Park yang monumental. Rating: ★★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Untuk yang kangen sama Jurassic Park, film Jurassic World wajib tonton. Tapi jangan berharap lebih. Cuma obat kangen, gak ada yang baru. Chris Pratt masih jadi Star Lord di film ini, tapi itu jadi poin plus. Ada chemistry unik antara Owen – Claire, tapi tak tereksekusi dengan baik. Rating: ★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

JP memang adalah sebuah film orisinil dengan otentisitas belum dapat tertandingi. Jelas karena JW hanya mengambil ide dan jalan cerita yang sudah dibuka lebar oleh JP. Namun JW tampil segar, dan layak menjadi direct sequel dari JP – sehingga rasanya bisa saja The Lost World (1997) dan JP III (2001) dikesampingkan dari franchise ini. Formula JW mungkin sama persis dengan JP; anak-anak, dinosaurus lepas kendali, pahlawan pria dan wanita, T-Rex. Namun Colin Trevorrow seakan mampu mengolah formula itu menjadi lebih baik dan cocok dengan situasi 22 tahun kemudian. Rating: ★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Tak perlu berlama-lama atau terlalu detail dengan karakter-karakternya maupun menjabarkan teoritis-teoritis ilmiahnya, JW lebih fokus membawa penontonnya seru-seruan berada di dalam taman di pulau terpencil ini. Mulai pertama kali melihat sosok Indominus Rex, sepak terjangnya melahap semua yang dilihatnya, dikejar-kejar Indominus Rex, sampai the final showdown yang membuat penonton film pertamanya kegirangan bak anak kecil karena melibatkan dinosaurus bintang utama di JP. Berkali-kali saya dibuat berteriak, mengumpat, dan berlompatan di kursi, karena adegan-adegan breathtaking-nya yang berhasil. Rating: ★★★★

YOHAN ARIE (MovSic)

Satu untuk production design. Satu untuk Bryce Dallas Howard dan keringatnya. Rating: ★★

 

Last Updated: 22 June 2015


One Comment


  1.  

    Jurassic World, sekedar tribut dan penghormatan pada film pendahulunya, yakni Jurassic Park. Hal tsb memberikan nilai plus. Dari segi cerita terlalu biasa. Untunglah kualitas grafik dan penampakan dari Mosasaurus serta duel dino di klimaks film memberikan sensasi tersendiri bagi saya.

    3,5/5.





Leave a Response


(required)