Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Mile 22 (2018)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted August 20, 2018 by

 
Full Article
 
 

Critics Review: ★★3/4 (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (9 reviews)
Audience Review: ★★3/4 (20 reviews)

SYNOPSIS

Dalam thriller modern karya sutradara Lone Survivor ini, Mark Wahlberg berperan sebagai James Silva, seorang agen CIA yang merupakan bagian dari sebuah unit elit. Dibantu oleh tim komando taktis rahasia, Silva harus menjemput seorang aset yang memiliki informasi berharga dan membawanya ke Mile 22 untuk penjemputan sebelum dihadang oleh musuh mereka.

 

In a visceral modern thriller from the director of Lone Survivor, Mark Wahlberg stars as James Silva, an operative of the CIA’s most highly-prized and least understood unit. Aided by a top-secret tactical command team, Silva must retrieve and transport an asset who holds life-threatening information to Mile 22 for extraction before the enemy closes in.

General Information

Director: Peter Berg
Scriptwriter: Lea Carpenter
Cast: Mark Wahlberg, Lauren Cohan, Iko Uwais, John Malkovich, Ronda Rousey, Carlo Alban
Running Time: 94 minutes
Release Date: 22 August 2018

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMANDA AAYUSYA (All Film Magazine)

Tidak ada keraguan ini must-watch untuk pencinta film action. Film laga yang sangat menghibur, asalkan kita tidak ambil pusing dengan ceritanya. Tentu saja film ini akan jauh lebih nikmati jika ceritanya lebih jelas dan editingnya lebih mulus. Rating: ★★★1/2

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Dengan segala potensi yang dimiliki untuk menjadi sebuah drama aksi yang mengikat, Mile 22 gagal untuk mendapatkan pengembangan yang kuat. Naskah cerita yang lemah ditambah dengan kualitas produksi yang kurang matang akhirnya memojokkan film ini untuk menjadi film terburuk dalam catatan kolaborasi Berg dan Wahlberg. (Dan bahkan mungkin merupakan salah satu film terburuk tahun ini.) Rating: ★★

SHANDY GASELLA (Kumparan)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Reviews)

Mile 22 actually has pretty interesting storyline and the action sequences are quite good. But, what makes this film really convoluted is the raw editing. Peter Berg looks confused to translate his big concept into the big screen. But, Iko Uwais’ performance saves the show! Rating: ★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

NA. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Having quite some problems with the technical choices, storytelling, and busy dialogues, Mile 22 still serves its purpose as a mean-hitting action flick with our action icon Iko Uwais upfront though they seem to hold it a bit for sequels. Rating: ★★★1/2

DWI RETNO KUSUMA WARDHANY (Layar Tancep)

Dari segi cerita sendiri, Mile 22 tidak bisa dibilang istimewa karena temanya sudah sering diangkat dalam film-film tentang kepolisian. Baku tembak, kejar-kejaran di jalan raya, dan konfliknya pun tergolong biasa. Memang yang membedakan adalah aksi pencak silat Iko yang beberapa di antaranya membuat ngilu. Rating: ★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Dituturkan dalam satu sequence panjang, Mile 22 adalah film action thriller dengan tingkat keseruan dan kebrutalan yang nggak main-main. Di samping beberapa plot dan technical hiccups, Mile 22 tampil cukup memuaskan bagi para action junkies yang bisa me-manage ekspektasinya. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

“Tong kosong nyaring bunyinya,” mungkin ungkapan yang cocok buat Mile 22 Peter Berg ini. Bergerak kelewat cepat dalam editing over, karakter annoying dan kosong–ya, termasuk kamu Iko! Nonjolin gaya timbang isi, beruntung action scene dan twist di ujung masih bisa nolong banyak. Rating: ★★1/2

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

Injected with exuberant energy (especially with Iko Uwais’ relentlessly slick action sequences), Mile 22 instead wasted it off with ambitious, inconvenient hip-hop montage and series of bad writings, bad narrative-structures and ridiculous dialogues. Rating: ★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Sense of urgency. Itu yang dicari, dan itu pula yang berhasil diciptakan. Walau kadang terasa bagai tes daya tahan, selama anda mampu bertahan, Mile 22 akan menjadi sajian laga spionase cepat, liar sekaligus cekatan, yang menolak melepaskan penonton dari cengkeraman intensitasnya. Berg paham betul alurnya setipis kertas, lalu memilih memacu filmnya agar penonton tidak berkesempatan menyadari itu kemudian merasa bosan. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Punya konsep yang menarik untuk dikembangkan menjadi franchise tim investigasi, apa yang ditampilkan Mile 22 masih sejauh gelaran aksi non-stop yang cukup menghibur secara instan. Perlu pengembangan yang jauh lebih solid untuk sekadar mensejajarkannya dengan waralaba-waralaba kelas A sejenis. Dengan ending yang ada, kita juga bisa berharap porsi dan pengembangan karakter yang lebih lagi bagi Iko Uwais di sekuel-sekuelnya kelak. Bahkan bisa jadi highlight film yang utama. Tentu ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi Iko Uwais sekaligus membuka jalan bagi aktor-aktris Indonesia lainnya di Hollywood. Rating: ★★★

 

AUDIENCE REVIEW

ALVIN XI

Meski banyak keganjalan dan tumpang-tindih di filmnya, secara keseluruhan Mile 22 sebenarnya hanya terselamatkan oleh performa Iko Uwais di adegan laganya yang brutal, badass, dan luar biasa sadis. Sebagai film aksi, film ini masih layak ditonton. Rating: ★★★1/2

AMMYTA PRADITA

Aksi laga Iko Uwais ini syupeeeeeeer. Plot twist-nya tidak disangka. Rating: ★★★★

ANDREAS PURWANTO

Kameramen Mile 22 enggak mampu mengimbangi kecepatan aksi Iko Uwais, jadi agak sayang aja, tujuan mereka nge-casting Iko enggak terekspos dengan baik. Lalu sayang juga syutingnya enggak beneran di Indonesia padahal setting ceritanya di (semacam) Indonesia. Rating: ★★★

ARIA GARDHADIPURA

Tidak seburuk kata kritikus bilang, Mile 22 cuma terlalu heboh dalam soal editing dibarengi penulisan karakter Mark Wahlberg yang terlalu annoying. Peter Berg seperti ingin meminjam gaya Paul Greengrass tapi hasilnya malah berlebihan. Film ini diselamatkan penampilan Iko Uwais yang sebenarnya biasa aja tapi pas jadi sosok misterius di sepanjang film. Bukan film terbaik Peter Berg. Rating: ★★1/2

B.W. NUGROHO

Beruntungnya film ini tertolong oleh aksi Iko Uwais. Sementara ceritanya dangkal. Rating: ★★

EVAN

Film ini terkesan dibuat hanya untuk mendapatkan uang dari penonton Asia saja, terutama Indonesia. Setting cerita di film ini terasa tidak berada di dunia nyata, dari teknologi yang dipakai dan tempat/negara di film tersebut. Script film ini seolah-olah ditulis asal dengan pacing yang tidak seimbang dan ending yang terlalu dipaksakan. Action di film ini juga tidak menarik, walaupun koreografi silat Iko Uwais bagus tetapi sutradara memutuskan untuk merekam adegan-adegan tersebut dengan shaky cam dan banyak cut dan zoom sehingga penonton sulit melihat dengan jelas apa yang terjadi pada perkelahian di adegan-adegan tersebut. Rating: ★

FARIZ BUDIMAN

Sudah saatnya Peter Berg bercerai dengan Mark Wahlberg atau mungkin lebih fokus kepada cerita-cerita berdasarkan kisah nyata. Karena kalau fiksi seperti Mile 22 ini, jadinya hancur, jelek. Dialog jelek, cerita jelek, editan bisa lebih bagus harusnya. Yang bikin saya pengen nonton cuman Iko doang. Dan dia memang cukup tampil di film ini. Rating: ★★1/2

LAZUARDI PRATAMA

Sutradara Peter Berg dan penulis naskah Lea Carpenter mestinya tahu kalau ada bom dan baku tembak, orang Indonesia itu bukan tipe bystander, tapi malah berkerumun di TKP. Menyamakan jalanan Jakarta seperti stereotip jalanan kota negara-negara Amerika Tengah yang terbiasa dengan kekerasan bersenjata api itu berbahaya. Rating: ★★1/2

META MEIDIANA

Iko Uwais adalah bintang dari film ini. Mungkin tidak semua penonton dapat memahami keseluruhan cerita, namun saya yakin adegan-adegan laga mampu memukau penonton. Film menampilkan adegan laga yang setingkat lebih tinggi dari film-film laga lain. Rating: ★★★1/2

MUHAMMAD HABIBIE

Perceritaannya kerap terlalu cepat, hal penting bisa terlewat kalau gak benar-benar fokus. Padahal ceritanya cukup menarik. Koreografi aksi yang sudah disiapkan dengan baik, dirusak oleh pergerakan kamera yang kacau dan editing hiperaktif, bikin pusing liatnya. Rating: ★★★

TAUFAN SUGIYAT

Cukup kecewa dengan gaya editing-nya yang terlalu dinamis dan supercepat, terlebih lagi harus merusak koreo fighting-nya yang sebenarnya sudah tertata apik. Sebagai film laga, Mile 22 tetaplah tontonan seru yang menegangkan. Iko Uwais stole the show. Rating: ★★★

 

AUDIENCE RECOMMENDATION

55%

 

Last Updated: 2 September 2018


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)