Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Minions (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted June 16, 2015 by

 
Full Article
 
 

Minions-Poster

Critics Review: ★★1/2 (7 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (16 reviews)

SYNOPSIS

Cerita Minions dari Universal Pictures dan Illumination Entertainment dimulai sejak zaman dahulu kala. Dimulai dari organisme bersel tunggal berwarna kuning, Minions berevolusi seiring berjalannya waktu, selalu melayani tuan paling mengerikan yang dapat mereka temukan. Para Minions terus-terusan gagal menjaga tuan mereka, dari T. rex sampai Napoleon, sampai mereka akhirnya tidak punya majikan lagi dan jatuh dalam depresi berat. Tetapi, seorang Minion bernama Kevin memiliki sebuah rencana, dan ia pun–bersama Stuart si remaja pemberontak dan Bob kecil yang menggemaskan–pergi keliling dunia untuk menemukan bos baru yang dapat mereka ikuti. Trio ini memulai sebuah perjalanan menegangkan yang pada akhirnya membuat mereka bertemu dengan sosok yang menjadi calon bos potensial bagi para Minions, Scarlet Overkill, penjahat super wanita pertama di dunia. Mereka pergi dari Antartica yang dingin ke kota New York di tahun 1960-an, dan berakhir di London, di mana mereka harus menghadapi tantangan terberat mereka sampai saat ini: menyelamatkan bangsa Minion dari kehancuran.

 

The story of Universal Pictures and Illumination Entertainment’s Minions begins at the dawn of time. Starting as single-celled yellow organisms, Minions evolve through the ages, perpetually serving the most despicable of masters. Continuously unsuccessful at keeping these masters-from T. rex to Napoleon-the Minions find themselves without someone to serve and fall into a deep depression. But one Minion named Kevin has a plan, and he-alongside teenage rebel Stuart and lovable little Bob-ventures out into the world to find a new evil boss for his brethren to follow. The trio embarks upon a thrilling journey that ultimately leads them to their next potential master, Scarlet Overkill (Academy Award® winner Sandra Bullock), the world’s first-ever female super-villain. They travel from frigid Antarctica to 1960s New York City, ending in mod London, where they must face their biggest challenge to date: saving all of Minionkind…from annihilation.

General Information

Director: Kyle Balda, Pierre Coffin
Scriptwriter: Brian Lynch
Cast: Chris Renaud, Pierre Coffin, Sandra Bullock, Allison Janney, Jon Hamm, Peter Serafinowicz, Hiroyuki Sanada
Running Time: 104 minutes
Release Date: 17 June 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Bagi kamu penggemar Minion rasanya sudah bisa terpuaskan melihat bagaimana mereka bertingkah sepanjang film. Walau kelucuan tersebut tidak bisa bertahan lama karena semakin cerita bergulir, makhluk kuning ini semakin kehilangan bagaimana cara memancing tawa. Mereka memang masih menggemaskan, tapi tidak lucu. Rating: ★★

FARIZ BUDIMAN (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

A family movie decked with nostalgic elements adults will find to love and enjoy! Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Film Despicable Me sebelumnya paling tidak berusaha memunculkan nilai-nilai kekeluargaan dan penerimaan antara Gru dengan kedatangan tiga anak yatim piatu. Sementara, Minions ini seolah hanya sekumpulan sketsa lawak dari para minions yang disambung-sambungkan, menghibur sesaat tanpa momen yang benar-benar layak diingat. Film ini tidak punya sesuatu yang bisa membuat para minion ini lebih disukai dari pada sebelumnya, selain tawa rutin setiap melihat kekonyolan mereka dengan humor slapstick-nya, yang sebenarnya juga tidak mengejutkan lagi. Rating: ★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

NA. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Sederet peringai konyol para minion juga tak bisa dipungkiri masih efektif dalam memancing gelak tawa – walau cukup disayangkan kebanyakan momen terbaik dari film telah digelontorkan tanpa ampun di materi promosi – khususnya Stuart yang seringkali bertindak di luar kendali meski tidak sedikit pula lawakan yang meleset dari sasaran. Ada kesunyian bercita rasa garing ditengah keriuhan. Hanya saja, saking fokusnya duo Coffin-Balda untuk menciptakan derai tawa sampai-sampai mengabaikan faktor krusial lain: naskah. Ya, Minions tidak memiliki jalinan pengisahan menggigit yang meliuk-liukkan emosi penonton. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Dengan durasi penceritaan sepanjang 91 menit, penampilan lucu dari minions tersebut – yang dialognya hanya terdiri dari gumaman atau bentukan kata-kata yang kebanyakan tiada berarti – jelas tidak akan sanggup membuat film ini tampil menarik. Sayangnya, naskah cerita arahan Brian Lynch sepertinya benar-benar hanya mengandalkan guyonan khas minions untuk dapat menghibur penontonnya. Sebagian guyonan tersebut harus diakui masih mampu tampil lugas namun pada kebanyakan bagian guyonan-guyonan ciptaan Lynch gagal untuk tampil istimewa. Daya tarik minions sebagai penghibur yang dahulu begitu mencuri perhatian dalam dua seri Despicable Me jelas terasa menghilang ketika “dieksploitasi” secara lebih luas. Rating: ★★1/2

ATIKAH HANIFATI (Anak Film)

Perlu juga diingat, Minions sepenuhnya adalah jenis film yang kita tak usah terlalu pusing untuk memikirkan teknis-teknis yang melemahkan film ini. Tips jitu untuk dapat menikmati film ini adalah dengan tidak banyak berpikir, berusaha sebisa mungkin menghindari menonton trailernya, dan kaboom, Anda akan terhibur oleh tingkah laku jenaka para Minions yang menggemaskan dengan visualisasi animasi yang halus dan memanjakan mata. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Di balik kecerobohan serta ketololan Minions yang selalu jadi jualan utama dalam sisi fun comedy-nya, Coffin dan timnya bukan berarti tak merancang karakter-karakter Minions ini dengan kecermatan lebih dari karakterisasi hingga potensi besar jualan merchandise-nya dalam detil-detil berbeda yang sangat bisa dikenali, apalagi dalam penggunaan referensi-referensinya. Bahkan benang merah franchise-nya dengan karakter yang sudah kita kenal selama ini pun disiapkan dengan sangat menarik di pengujung film serta post credit scenes-nya. Rating: ★★★1/2

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Lupain aja ceritanya, ketawa-ketiwi aja lihat kelakuan si kuning-kuning itu. Pierre Coffin yang anaknya Nh Dini itu BRILLIANT banget memasukkan beberapa bahasa Indonesia jadi bahasa Minions. A good point! Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

NA. Rating: ★1/2

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Kreator Minions rupanya tidak tertarik untuk membuat film dengan plot yang lebih menarik dan hanya mengandalkan pada cara berbicara serta tingkah laku mereka. Hampir sebagian besar jalan ceritanya mudah ditebak, bahkan leluconnya pun kalau ditotal dari durasi film hanya 1/4 yang lucu, sementara sisanya terasa garing. Tidak hanya itu, klimaks yang adapun terasa seperti pengulangan dari film-film sejenis. Rating: ★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Annoying, unfunny, and surprisingly lacks of originality, Minions is a disappointing prequel to the once brilliant Despicable Me. Rating: ★1/2

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

Minions was an example of how the visual and presentation can save a mediocre story and make it more than bearable. Because while most of the time the jokes fell flat and the story isn’t engaging, Kevin, Bob, and Stuart got me hooked. Scarlet Overkill, even with merely glossed over backstory, is still an eye-pleasing large ham. And I adore her and Herb. So yes, Minions is a literally mindless entertainment. But you can just sit back and let their adorable visuals lighten up your day. Rating: ★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Memberikan mahluk kuning seperti Minion merajalela di film yang sepenuhnya dikendalikan mereka sendiri ternyata bukan ide yang terlalu bagus, apalagi jika tidak didukung oleh kualitas narasi mumpuni, apalagi sebelumnya kamu sudah mengobral banyak kelucuan yang seharusnya bisa memberikan kejutan tersendiri. Hasilnya, Minions terasa seperti sebuah prekual/spin-off yang garing dan membosankan. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Lucu dan annoying melihat tindakan bodohnya. Level annoying-nya TIDAK BIKIN ILFEEL dan malah membuat gelak tawa. PAPAGENAAAAA. Terima kasih BOB! Rating: ★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Bagaikan Minions yang kehiangan tujuan hidup tanpa tuan, film ini pun sama. Kehilangan arah, kebingungan untuk berjalan, dan hanya berfokus pada eksploitasi kelucuan Minions yang sudah ratusan kali kita lihat sebelumnya. Tidak hanya orang yang berharap mendapat sajian fresh seperti saya saja yang kecewa, karena mereka para fans setia pun tidak akan mendapat kepuasan total karena semuanya terlalu familiar. Rating: ★★

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

Walau penceritaan terlihat mengeksploitasi para minions secara berlebihan, namun makhluk penyuka pisang ini sangat sulit untuk tidak dicintai. Cara bijak menikmati film ini adalah hanya duduk santai tanpa beban dan nikmati setiap kekonyolan yang dipertunjukkan oleh para Minions. Karena layaknya pisang kesukaan para Minions, film ini memang dibuat agar sangat mudah dicerna dan tak banyak neko-neko. Menghibur? Jelas. Rating: ★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Banyak yang membela film ini dengan menyebutnya sebagai dumb-fun entertainment. Well, Minions memang dumb, tapi menganalogikannya dengan fun, adalah hal yang berlebihan. Film ini jauh dari kata fun. Di akhir film, saya sedikit lega dengan kemuculan Gru sebagai cameo. Mungkin sebaiknya Minions kembali duduk di kursi penumpang dan membiarkan Gru yang menyetir. Rating: ★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Andai makanan, Minions bagai appetizer/dessert. Seenak-enaknya appetizer/dessert, dia tak cocok jadi makanan utama. Masih tetap menghibur, dengan komedi slapstick ringan khas minions di film-film sebelumnya. Kelemahannya, saya tak merasa ada cerita utama yang cukup kuat untuk merangkai kelucuan-kelucuan yang bisa dengan mudah menguap begitu saja. Rating: ★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Jika tujuan film ini untuk membuat orang-orang puas menikmati berbagai kelucuan dan keluguan para minions, maka film ini mencapai tujuannya dengan sangat baik. Para pembuat film pun dapat menyeimbangkan dengan baik porsi para minions yang ada. Film ini memilih untuk fokus pada 3 karakter utama; Kevin-Stuart-Bob, tetapi tidak lupa sesekali menyoroti kaum minions lain yang mencoba bertahan hidup tanpa tuan. Setiap leluconnya sangat khas minions yang selalu kita lihat dalam Despicable Me 1 dan 2, yang jelas akan mengocok perut. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Jika penonton anak-anak akan dihibur habis-habisan oleh tingkah para minion tanpa perlu banyak pencernaan, Coffin masih memberikan cukup banyak joke-joke bereferensi untuk men-treat (baca: menghibur) penonton yang lebih dewasa (tentu saja itupun jika penonton dewasanya paham yang dimaksud). Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 2 July 2015


One Comment


  1.  

    Tak sesuai ekspektasi. Karena mencoba membandingkan Minions dengan dua buah film pendahulunya. Walau begitu, filmnya masih cukup asyik, menghibur dan menggoda kita untuk tertawa lepas pada beberapa adegan. Sebuah film yang sangat cocok buat ditonton sekeluarga. Anak-anak pasti menyukainya.

    3/5.





Leave a Response


(required)