Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Ouija: Origin of Evil (2016)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 3, 2016 by

 
Full Article
 
 

ouijaoriginofevil-poster

Critics Review: ★★3/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (12 reviews)
Audience Review: ★★★ (8 reviews)

SYNOPSIS

Di Los Angeles tahun 1965, seorang janda bersama dua putrinya menambah atraksi baru untuk mendorong bisnis pemanggilan arwah palsu mereka, dan tanpa sadar mengundang arwah jahat masuk ke dalam rumah mereka. Ketika putri bungsunya kerasukan arwah yang tak kenal ampun ini, keluarga tersebut harus menghadapi rasa takut yang tak terbayangkan untuk menyelamatkannya dan mengirim arwah jahat ini ke alam lain.

 

In 1965 Los Angeles, a widowed mother and her two daughters add a new stunt to bolster their seance scam business and unwittingly invite authentic evil into their home. When the youngest daughter is overtaken by a merciless spirit, the family confronts unthinkable fears to save her and send her possessor back to the other side.

General Information

Director: Mike Flanagan
Scriptwriter: Mike Flanagan, Jeff Howard
Cast: Annalise Basso, Elizabeth Reaser, Lulu Wilson, Henry Thomas, Parker Mack, Halle Charlton
Running Time: 99 minutes
Release Date: 2 November 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Ouija: Origin of Evil bisa dikatakan tak mengecewakan dalam urusannya menakuti, terima kasih kepada kepedulian Mike Flanagan yang tidak melulu bergantung pada penampakan mengagetkan, tetapi juga merancang kengerian dengan memanfaatkan atmosfer rumah yang memiliki masa lalu kelam tersebut. Tidak sekadar dijadikan sebagai ajang uji nyali, Ouija: Origin of Evil juga (untungnya) ingat untuk menceritakan kisahnya secara utuh, selagi sibuk dalam menyiapkan segala bentuk jump scares—sesuatu yang biasanya dilupakan horor-horor lainnya. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★1/12

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Though it brings nothing new to the horror table, Flanagan able to executed the hell out of this period-piece–which after that awfully bland first movie made it seems like an unwanted sequel–brilliantly. The pleasure is in the details. Just like many other other great horror movies this year, Flanagan took his time to build the story and characters instead of lazily trying to scare the audience with sudden noises or false alarms. Sure they’re not the most original story or characters and mostly predictable figures–especially if you’re a horror fan–but Flanagan managed to keep the feel of the story fresh, doubling down on the scares and unfolding the story with horrific twists and turns. The cast also does a really great job with their interesting, thoughtful performances for their characters. Annalise Basso and the child actor, Lulu Wilson, are exceptionally good. Rating: ★★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Meski tujuan film horor adalah untuk menakut-nakuti penonton, Ouija: Origin of Evil tetap tak melupakan tanggung jawabnya menyampaikan cerita. Mike Flanagan berhasil menaikkan derajat Ouija: Origin of Evil ke tingkat yang jauh lebih bagus daripada film sebelumnya. Pun, detail-detail kecil dalam Ouija: Origin of Evil yang digarap dengan teliti dari transisi, warna, dan efek kecil lainnya yang juga jadi kekuatan, sehingga, Ouija: Origin of Evil menjadi salah satu film horor lainnya yang unggul tahun ini. Rating: ★★★★1/2

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Effectively atmospherical, Mike Flanagan lifted Hasbro’s Ouija: Origin of Evil from its lousy predecessor unlike any franchise has ever done. Rating: ★★★1/2

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Film berjalan dengan lambat, berfokus pada usaha Alice membesarkan kedua buah hatinya pasca sang suami meninggal. Hingga pertengahan cerita, bisa jadi penonton akan mulai bosan karena jumping moment yang biasanya sudah muncul seperempat awal cerita tidak terlihat. Tensi cerita baru meningkat saat Doris mulai memainkan Ouija sendirian dan mengalami gangguan. Namun, momen-momen setelah itu pun tidak membuat penonton sampai menjerit ketakutan, paling maksimal hanya terlonjak sesaat melalui ekspresi-ekspresi Doris yang menyeramkan daripada menghadirkan sosok hantu yang nyata. Rating: ★

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Menyadari premise-nya yang konyol, sutradara/penulis Mike Flanagan lantaran tidak membuat Ouija: Origin of Evil dengan nuansa yang terlalu serius. Bayangkan ketika Evil Dead dikawinkan dengan The Conjuring. Sehingga, alih-alih terasa monoton di jump scares dan teror tanpa henti, Ouija: Origin of Evil berhasil memberikan tontonan yang seimbang: mencekam sekaligus menyenangkan. Trik menakut-nakutinya memang tak banyak yang baru, tetapi Mike Flanagan berhasil menampilkannya dengan kemasan yang fresh dan karakter-karakter yang ditulis dengan baik (Lulu Wilson is scary as shit!). Rating: ★★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Peningkatan besar-besaran dari pendahulunya yang kacau, Ouija: Origin of Evil di bawah Mike Flanagan berhasil memperbaiki dirinya menjadi sebuah sajian horor rumah hantu yang harus diakui cukup mumpuni dalam tugasnya menebar teror buat penontonnya. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Holy Mary! Ouija: Origin of Evil adalah salah satu sekuel horror terbaik. Hail Doris! Rating: ★★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Ouija: Origin of Evil jelas lebih seram sebagai prekuel. Beberapa momennya berhasil dibangun dengan baik untuk menghasilkan kengerian. Yah, walau ada beberapa hal yang tidak cocok dengan film pertamanya, Flanagan dapat membangun tensi dari dialog dan penuansaan. Paruh keduanya berhasil membuat bergidik dan menghadirkan kengerian. Lulu Wilson menjelma gadis yang benar-benar menakutkan. Rating: ★★★1/2

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

Frankly, Ouija: Origin of Evil feels small compared to other horror franchises, but it isn’t inferior at all. Mike Flanagan once again proves himself to be a futurist in horror genre by re-crafting what’s not working with the predecessor into making an effective, heartfelt and more superior sequel-prequel. While this one lacks of defining scares, it leaves more scars. Rating: ★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Mengambil inspirasi dari The Exorcist, Flanagan dan Howard bukan sekedar menempatkan hantu (iblis) sebagai villain menyeramkan, melainkan sosok licik nan kejam yang gemar menggoda, menarik manusia menuju akhir tragis. Muncul tema mengenai “keyakinan” yang diimplementasikan dalam dua kisah. Namun penceritaan tersebut urung mencapai potensi terbaik akibat konklusi convoluted tatkala Flanagan dan Howard dipaksa menghadirkan keterikatan kisah dengan film pertama. Sentuhan drama personal hilang, berganti poin-poin cerita  ditambah twist berbelit yang hadir tiba-tiba. Mendadak Ouija: Origin of Evil dipenuhi banyak hal dipadatkan menjadi satu setelah menghabiskan dua per tiga durasi didominasi kesederhanaan efektif. Pada akhirnya walaupun memiliki cacat baik di presentasi drama maupun horor, Ouija: Origin of Evil masih perjalanan yang amat mencekam. Rating: ★★★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Tak gampang membuat film horor yang solid dari sebuah papan permainan, namun mudah bagi sutradara Mike Flanagan untuk melewati standar rendah yang dipatok oleh film pertamanya yang sukses secara komersil tapi mungkin sudah tak anda ingat lagi sekarang. Flanagan punya filmografi yang cukup mengesankan dalam genrenya (Oculus, Hush) dan film ini membuktikan bahwa papan permainan pun bisa dijadikan film horor yang serius jika digarap dengan lebih banyak kesabaran, imajinasi dan keterampilan serta didukung dengan penampilan bagus dari pemainnya. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Mike Flanagan knows how to make effective jump scares. Didn’t really like “holding the climax” cuts though. Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE REVIEW*

AJI BAGOES RISANG P.

Ouija: Origin of Evil memulai kisahnya dengan cukup meyakinkan. Daya serangnya pun cukup kuat untuk memberikan ketakutan. Sayangnya, semakin film bergulir, Ouija: Origin of Evil semakin terasa kebingungan dalam menyelesaikan misterinya. Dan akhirnya harus berujung pada pilihan ending yang mungkin tidak akan memuaskan banyak orang. Rating: ★★★

BALDA ZAIN FAUZIYYAH

Yang bagus dari Ouija: Origin of Evil hanyalah poster dan trailer-nya. Perjuangan saya menonton midnight Ouija ini tidak sebanding dengan filmnya yang kurang memuaskan dari plotnya. Bagi saya yang sudah letih dengan hantu celangap nemplok di dinding, hantu dalam film Ouija: Origin of Evil sama sekali tidak menakutkan. Rating: ★★

 

(*Sampel ulasan diambil dari survei tertutup yang dilakukan oleh ID Film Critics dari tanggal 2-4 November 2016. Untuk mengikuti survei kepuasan penonton kami, bergabunglah di grup Telegram ID Film Critics melalui tautan ini.)

 

Last Updated: 4 November 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)