Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Paper Towns (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted August 21, 2015 by

 
Full Article
 
 

PaperTowns-Poster

Critics Review: ★★★1/2 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/2 (11 reviews)

SYNOPSIS

Diadaptasi dari novel laris karya John Green, Paper Towns adalah film mengenai pendewasaan diri yang berpusat pada Quentin dan tetangganya yang penuh teka-teki, Margo, yang sangat menyukai misteri sehingga ia pun jadi sosok misterius. Setelah mengajaknya bertualang semalaman di kota mereka, Margo tiba-tiba menghilang–meninggalkan pesan tersembunyi untuk dipecahkan oleh Quentin. Pencarian ini membawa Quentin dan teman-temannya yang cerdik dalam sebuah petualangan seru yang tak hanya lucu tapi juga menyentuh. Pada akhirnya, untuk menemukan Margo, Quentin harus menemukan makna lebih dalam dari persahabatan dan cinta sejati.

 

Adapted from the bestselling novel by author John Green, PAPER TOWNS is a coming-of-age story centering on Quentin and his enigmatic neighbor Margo, who loved mysteries so much she became one. After taking him on an all-night adventure through their hometown, Margo suddenly disappears – leaving behind cryptic clues for Quentin to decipher. The search leads Quentin and his quick-witted friends on an exhilarating adventure that is equal parts hilarious and moving. Ultimately, to track down Margo, Quentin must find a deeper understanding of true friendship – and true love.

General Information

Director: Jake Schreier
Scriptwriter: Scott Neustadter, Michael H. Weber
Cast: Nat Wolff, Cara Delevingne, Austin Abrams, Justice Smith, Halston Sage, Jaz Sinclair
Running Time: 109 minutes
Release Date: 22 August 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Nat Wolff dan Cara Delevingne mampu tampil aman membawa karakter yang diembankan padanya. Terutama Cara, model seksi ini berhasil membuat dirinya seperti memang dilahirkan untuk memerankan Margo. Sementara Scott Neustadter dan Michael H. Weber selaku penulis skenario sukses melakukan perombakan pada struktur cerita secara pas. Terutama pada bagian ending yang terasa lebih pahit daripada yang tersaji dalam novelnya.  Rating: ★★★★

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (Detik)

Yang menarik dari Paper Towns adalah penyutradaraan yang asik dari Jake Schreier. Ia tidak menutup Paper Towns seperti kebanyakan cerita remaja lainnya. Di atas kertas film ini memang terlihat seperti kisah unyu obsesi remaja untuk mengejar cinta. Namun, jika Anda mau melihat lebih dalam, ini sebenarnya sebuah tentang pencarian jati diri seorang remaja untuk menjadi sosok yang lebih dewasa. Momen yang bittersweet di akhir film bisa jadi akan mengecewakan bagi penonton yang sudah kadung cinta dengan Margo. Padahal justru itulah yang membuat Paper Towns tidak terjatuh ke dalam klise. Rating: NA

RATNA DEWI (Jalan Tikus)

A bittersweet coming of age story that teases us grown-ups to cherish the fact that there’s more than just “work” in life. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Paper Towns jelas bukan cuma film senang-senang belaka yang mengajakmu mengintip momen-momen berharga di ujung SMA dari sekelompok remaja yang tak kita kenal. Ada beberapa momen dalam film yang memberi kesempatan bagi penontonnya untuk berkontemplasi mengenai kehidupan (kebahagiaan, keajaiban, keberanian, kesempurnaan, kepalsuan, dan penerimaan diri). Sepintas sih terdengar berat, namun cakapnya penanganan Jake Schreier tidak kemudian membuat penonton mengernyitkan dahi setelah menonton Paper Towns, melainkan justru merasa lega, senang, dan bersemangat. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Paper Towns is quite fun with Jake Schreier’s good direction and engaging performances from Wolff, Delevingne, and the rest of its cast. Sayangnya Paper Towns gak dapat naskah yang lebih baik. Karakter-karakternya terasa dangkal dengan dialog yang sering “kelewat filosofis.” Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Menjadikan soundtrack sebagai salah satu jiwa terkuatnya, also by characters, ones that define their generations. Gets all the awkwardness, fun and innocence of youth over its simple but thoughtful plot, Paper Towns really hits all John Hughes’ rightest notes and plays like one. Fascinating! Rating: ★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Personally, gw suka banget sama filmnya even belum baca novelnya. Tapi, semua orang pasti akan suka sama filmnya. Bukan drama remaja yang cheesy, it’s really fun! Love every scene, great soundtrack, and love Cara Delevingne’s act so much! Rating: ★★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Have you ever been so excited to go to some place beautiful, but it turns out not as fun as you’ve expected? That’s Paper Towns. Rating: ★★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

NA. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Apa yang kamu cari dari drama young adult? Percintaan? Check! Persahabatan? Check! Coming of age? Check! Masih belum cukup? Paper Towns juga akan memberimu sebuah petualangan misteri dan road movie dengan spirit indie yang enerjik, kombinasi yang jarang kamu temui dalam adaptasi novel young adult. Rating: ★★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★★★

KHAIRENA ZHAFRAN DARY (Anak Film)

Secara sekilas, Paper Towns nampaknya seperti film romance remaja pada umumnya. Namuun, jika dialog antartokoh benar-benar diperhatikan, film ini lebih dari sekadar seorang laki-laki mencintai seorang perempuan. Melainkan bagaimana seorang laki-laki belajar bagaimana untuk melihat jati diri seorang perempuan sebelum ia benar-benar yakin bahwa ia mencintainya. Paper Towns is worth the watch, but just don’t expect too much. Rating: ★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Seolah ingin menggambarkan bahwa tidak semua mimpi cinta sejati berakhir indah tapi tanpa harus bersikap “sinis” dalam bertutur. Lagipula seperti kebahagiaan di atas, definisi “indah” pun amatlah relatif. Hal tersebut yang coba diperlihatkan oleh Paper Towns dan berhasil. Sebagai romansa sekaligus drama kehidupan, konklusi manis-pahit yang ditawarkan memuaskan. Bumbu misteri dalam pencarian terhadap Margo pun memberikan kesegaran, membuat filmnya tidak hanya berputar di sekitaran drama-romansa belaka. Karakter Margo yang misterius namun disaat bersamaan mudah disukai turut berkontribusi meningkatkan daya tarik misterinya. Rating: ★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Jika harus dibandingkan dengan The Fault in Our Stars, maka gue lebih suka dengan Paper Towns. Karena selain film ini jauh dari nuansa menye-menye dan jauh lebih “ceria”, Paper Towns juga memiliki ending yang jelas jauh berbeda dari film drama romantis kebanyakan. Yes, thanks to its characters yang penuh dengan celetukan kocak dan tingkah laku yang sengklek, membuat film ini menjadi jauh lebih ringan dan cenderung seru untuk dinikmati hingga akhir film. Belum lagi kisah cinta yang dialami oleh Quentin yang mungkin akan cenderung mudah untuk relate dengan para penonton laki-laki. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Di tengah-tengah keringnya film remaja berkualitas saat ini, Paper Towns jelas menjadi remarkable. Tak hanya dalam kurung waktu beberapa tahun belakangan, malah menurut saya layak menjadi salah satu yang terpenting sepanjang masa. Buat Anda yang sudah melewati masa-masa remaja, Paper Towns seperti sebuah pengingat masa-masa indah yang bikin Anda tersenyum sepanjang film. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 22 September 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)