Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

San Andreas (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


2
Posted May 27, 2015 by

 
Full Article
 
 

SanAndreas-Poster

Critics Review: ★★1/2 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (12 review)

SYNOPSIS

Setelah patahan San Andreas akhirnya terbelah, memicu gempa Bumi berkekuatan 9 SR di California, seorang pilot SAR (Dwayne Johnson) dan istrinya yang telah lama tidak ditemuinya bersama-sama berangkat dari Los Angeles ke San Fransisco untuk menyelamatkan putri semata wayang mereka. Tetapi, perjalanan berbahaya mereka ke arah utara hanyalah permulaannya saja. Ketika mereka berpikir bahwa hal yang terburuk telah lewat, ternyata bencana baru saja dimulai.

 

After the infamous San Andreas Fault finally gives, triggering a magnitude 9 earthquake in California, a search and rescue helicopter pilot (Dwayne Johnson) and his estranged wife make their way together from Los Angeles to San Francisco to save their only daughter. But their treacherous journey north is only the beginning. And when they think the worst may be over…it’s just getting started.

General Information

Director: Brad Peyton
Scriptwriter: Carlton Cuse
Cast: Dwayne Johnson, Carla Gugino, Alexandra Daddario, Paul Giamatti, Colton Haynes
Running Time: 114 minutes
Release Date: NA

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★1/2

CANDRA ADITYA (Detik)

Hadirnya ‘San Andreas’ di tengah gempuran film-film musim panas harus disambut dengan tangan terbuka. Setelah gelombang sekuel, prekuel, reboot, film superhero dan adaptasi yang tak habis-habis, rasanya menarik sekali disuguhi film yang benar-benar menjanjikan tontonan tanpa misi pretensius lainnya. Layaknya film-film bencana yang kerap menjadi mainan Roland Emmerich, ini adalah film nostalgia yang tidak membutuhkan banyak pikiran saat menyaksikannya. Rating: NA

FARIZ BUDIMAN (All Film Magazine)

Walaupun akting para pemain di film ini tidak jelek, tetapi bintang utama dari film ini adalah efek visual dan efek suaranya. (taken from print edition #66) Rating: ★★★

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

Sayangnya, sama seperti film-film bertema bencana besar lainnya, SAN ANDREAS juga ditemani naskah dan plot cerita yang lemah, terbebani banyak dialog klise dan koneksi antar karakternya pun kurang chemistry. Meski demikian, tujuan orang menonton film-film jenis ini adalah untuk dihibur dan dibuat terpesona dengan efek dan CGI yang luar biasa. Untuk sisi tersebut, SAN ANDREAS sudah lebih dari cukup untuk membuat kamu tetap diam di kursi dan menantikan ‘serangan’ seperti apa lagi yang akan menimpa kota San Fransisco. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Kapan kamu terakhir kali dipuaskan oleh disaster movie ciptaan Hollywood? Tahun lalu oleh Into the Storm, beberapa waktu lampau dengan 2012… atau malah satu dekade silam lewat The Day After Tomorrow? Apabila film-film ini belum mampu membuatmu tercekam – sekadar terpesona oleh kecanggihan efek khususnya – maka San Andreas akan melakukannya. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Sebagai sebuah film yang bertumpu pada kekuatan penataan efek visualnya, San Andreas harus diakui mampu menghadirkan momen-momen kuat dalam setiap gambarnya. Bukanlah sebuah sajian yang sangat istimewa namun jelas masih akan mampu memberikan sentuhan emosional tersendiri – suatu hal yang tidak akan pernah dapat dicapai oleh kualitas penulisan naskah film ini. Brad Peyton sebagai sutradara film juga cukup mampu merangkai filmnya dengan ritme penceritaan yang cepat. Di menit ketika San Andreas mulai menyajikan rangkaian bencana yang memang menjadi menu utama filmnya, Peyton langsung menaikkan tempo penceritaan tanpa pernah mau melambatkannya lagi. Presentasi yang buruk? Tidak juga. Malas? Pastinya. Rating: ★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Dari banyak sisi filmis, ‘San Andreas’ memang ada semurni-murninya di kelas summer blockbusters yang menawarkan tak lebih dari sekedar hiburan. Begitupun, bukan berarti ia gagal membidik sasarannya. Paling tidak, diatas semua klise-klise formula genrenya, lewat penyutradaraan Brad Peyton yang sudah sangat naik kelas dari sekuel ‘Cats & Dogs’ dan ‘Journey to the Centre of the Earth’, ‘San Andreas’ punya akurasi dalam chemistry, thrilling pace dan efek visualnya. Dalam persyaratan summer blockbusters, tentu artinya bagus. Rating: ★★★1/2

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Ceritanya so so seperti disaster movie pada umumnya. But, adrenaline build-nya lumayan bagus. Ada teori ilmiah yang bikin semua adegan gempa akurat. Still make sense. Rating: ★★★

DRAGONO HALIM (Be Noted)

Ada kesan “San Andreas” berusaha mereplikasi ketegangan dari film-film bertema gigantic disaster sebelumnya, namun menggunakan kombinasi elemen baru. Hasilnya akan jauh terasa jauh lebih datar, bila tanpa didongkrak penampilan Dwayne “The Rock” Johnson yang keras sejak awal, dan Alexandra Daddario yang tidak sekadar memikat mata. Rating: ★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Forget the almost non-existent plot, San Andreas’ earth-shaking visual effects and non stop thrills are worth the ticket admission alone. Rating: ★★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Sama sekali tidak menawarkan premis baru di ide bencana alamnya. Semuanya sudah pernah kita lihat. Tetapi di balik kekurangan di narasinya, San Andreas masih akan mampu memukaumu dengan kualitas teknis dan spesial efeknya yang luar biasa. Rating: ★★★

IRNA GAYATRI (Layar Tancep)

Secara keseluruhan, San Andreas bukan film yang tidak dapat diabaikan, apalagi melihat kelucuan pasangan kakak beradik Ben dan Ollie. Dan tentu saja CGI effect-nya yang luar biasa menakjubkan. Tapi, jika menonton San Andreas dalam 2D, rasanya semua efek visual menakjubkan itu tidak akan terlalu terasa dan film ini akan menjadi sedikit hambar. Menontonnya dalam bentuk 3D akan menyelamatkan ceritanya yang sejak awal memang tidak terlalu kuat. Humornya tidak cukup terasa, hanya sedikit saja bisa ditemukan saat Ollie berceloteh. Tapi, akhir pekan ini, Anda dapat menontonnya untuk membuktikan bahwa Johnson memang sebaiknya menjadi tentara atau polisi atau agen rahasia saja. Rating: NA

JANITRA EZRA (Anak Film)

Bila kalian benar-benar tengah mencari tontonan yang tidak memerlukan otak untuk bekerja dan menawarkan visualisasi kehancuran dalam skala besar, San Andreas adalah jawabannya. Rating: ★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

San Andreas jadi bukti bagaimana The Rock bisa meningkatkan level film blockbuster manapun, memberikan adrenaline lebih, bahkan tidak jarang hati. Brainless and cliche but highly entertaining. Disaster porn at its best. Rating: ★★★1/2

SHINTA SETIAWAN (Staff)

With paper thin characters and flimsy plot, San Andreas offers nothing more than a parade of CGI destruction. If you came to the theater wanting to see a disaster of epic proportion, you will get it, literally and figuratively–as San Andreas is so uninspired and bloodless, but at the same time, quite thrilling. Dwayne Johnson has proven his worth as a star, as he commands the screen and wins the faith of the audience. Aside from Johnson, it is Daddario that truly shines here, providing the stake that the film clearly needed. Rating: ★★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Sebagaimana posternya, Dwayne Johnson lah yang menjadi atraksi utama. Meski tak pernah memberikan akting kelas Oscar, namun pesonanya sangat cocok untuk film seperti ini. Tak hanya beraksi dengan kemampuannya mengendarai helikopter, pesawat, dan speedboat, The Rock (dan bisepnya) juga punya kesempatan menghajar preman yang memanfaatkan situasi. Secara logika, cukup ironis sebenarnya melihat pemeran utama yang hanya menyelamatkan beberapa orang, sementara ribuan lainnya harus tewas di akibat bencana masif tersebut. Namun jika melihat San Andreas sebagai hiburan belaka, niscaya anda akan menikmatinya. Rating: ★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

NA. Rating: ★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Yang menjadi kekuatan utama SA adalah tampilan adegan-adegan disaster yang begitu intense, breath-taking dan realistis, tanpa terkesan terlalu chaotic dan tanpa ada darah yang terlihat, terutama berkat timing yang serba tepat dan tata kamera yang efektif memaksimalkan hampir semua setup-setup thrilling-nya. Menjadikan adegan demi adegan disaster, mulai gempa awalan, aftershock, hingga tsunami, sebuah rangkaian mimpi buruk modern yang mengerikan, ketimbang sekedar pameran visual effect yang memukau mata. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 13 July 2015


2 Comments


  1.  

    Selain mengisahkan keseruan dan ketegangan yany digambarkan melalui kehancuran wilayah California, San Andreas juga memberikan edukasi kepada penonton tentang antisipasi awal saat terjadinya gempa bumi. Misalnya berlindung di bawah meja, relokasi ke tempat yg lebih tinggi bahkan sampai dgn pertanda alam apakah bila setelah gempa bumi terjadi tiba-tiba air di sungai/laut menjadi surut.

    3,5/5.




  2.  

    yang lain sudah pada nonton, saya belum nonton ini filem maklum belum ada waktu laung, sepertinya bakalan seru dari komentarnya, semoga tidak mengecawakan seperti beberapa film bencana alam sebelumnya





Leave a Response


(required)