Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Serena (2014)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 


0
Posted August 7, 2015 by

 
Full Article
 
 

Serena-Poster

Critics Review: NA (0 review)
Film Bloggers Review: ★★1/4 (4 reviews)

SYNOPSIS

Di pegunungan North Carolina di penghujung tahun 1920-an, George dan Serena Pemberton, pasangan pengantin baru yang dimabuk cinta, mulai membangun sebuah kerajaan bisnis kayu. Serena segera membuktikan bahwa dirinya setara dengan pria manapun: menangani para penebang kayu, memburu ular derik, bahkan menyelamatkan nyawa seorang pria di rimba liar. Dengan kekuasaan dan pengaruh di tangan mereka, keluarga Pemberton menolak untuk membiarkan cinta dan ambisi mereka dihalangi. Tetapi, ketika Serena menemukan masa lalu George yang tersembunyi, serta menghadapi nasibnya sendiri yang tak dapat diubah, pernikahan mereka mulai terurai menuju sebuah pembalasan dramatis.

 

The North Carolina mountains at the end of the 1920s – George and Serena Pemberton, love-struck newly-weds, begin to build a timber empire. Serena soon proves herself to be equal to any man: overseeing loggers, hunting rattle-snakes, even saving a man’s life in the wilderness. With power and influence now in their hands, the Pembertons refuse to let anyone stand in the way of their inflated love and ambitions. However, once Serena discovers George’s hidden past and faces an unchangeable fate of her own, the Pemberton’s passionate marriage begins to unravel leading toward a dramatic reckoning.

General Information

Director: Susanne Bier
Scriptwriter: Christopher Kyle
Cast: Jennifer Lawrence, Bradley Cooper, Sean Harris, Rhys Ifans, Toby Jones
Running Time: 109 minutes
Release Date: 7 August 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Serena was handsomely crafted-acted, but unlike Hollywood golden age films about the marital doom it resembled, the result is way too depressive. No wonder it got stuck in distribution limbo for years. Rating: ★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Masih gak nyangka bisa sehancur ini filmnya. Genre romance, action, art house, slasher, drama, komedi diblender jadi satu. Rating: ★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Sutradara Susanne Bier terkesan tak tahu harus membawa filmnya ke arah mana. Di satu momen, film ini terlihat seperti kisah cinta tragis, di momen yang lain seperti film drama nihilis, bahkan terkadang terasa seperti film thriller brutal. Saya tak tahu apakah ini disebabkan karena naskah yang ditulis oleh Christopher Kyle atau memang Bier yang tak mampu meng-handle filmnya sendiri. Bicara soal naskah, dialog-dialog garingnya mungkin bisa dimaafkan, tapi ada cukup banyak adegan tak relevan yang nyelip dimana-mana yang membuat film ini terkesan tak fokus. Rating: ★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Serena sebenarnya bisa saja jadi sajian yang remarkable jika di-“desain” dengan kemasan penceritaan yang lebih tepat. Sayangnya Susanne Bier (After the Wedding) dan penulis naskah Christopher Kyle mungkin memang bukan orang yang tepat, sehingga performance sekuat Cooper-Lawrence saja belum cukup untuk menjadikannya terasa lebih istimewa. Rating: ★★1/2

 

Last Updated: 31 August 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)