Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Terminator Genisys (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted June 24, 2015 by

 
Full Article
 
 

TerminatorGenisys-Poster

Critics Review: ★★★ (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (14 reviews)

SYNOPSIS

Ketika John Connor (Jason Clarke), pimpinan gerakan perlawanan umat manusia, mengirim Sersan Kyle Reese (Jai Courtney) ke tahun 1984 untuk melindungi Sarah Connor (Emilia Clarke) dan menjamin keamanan masa depan, sebuah perubahan yang tidak terduga menciptakan patahan garis waktu. Sekarang, Sersan Reese menemukan dirinya berada di sebuah versi masa lalu yang baru dan tidak dikenalnya, di mana ia dihadapkan dengan sekutu yang tidak disangkanya, termasuk sang Pelindung (Arnold Schwarzenegger), musuh baru yang berbahaya, dan sebuah misi baru yang tak diduga: Untuk mengulang kembali masa depan….

 

When John Connor (Jason Clarke), leader of the human resistance, sends Sgt. Kyle Reese (Jai Courtney) back to 1984 to protect Sarah Connor (Emilia Clarke) and safeguard the future, an unexpected turn of events creates a fractured timeline. Now, Sgt. Reese finds himself in a new and unfamiliar version of the past, where he is faced with unlikely allies, including the Guardian (Arnold Schwarzenegger), dangerous new enemies, and an unexpected new mission: To reset the future…

General Information

Director: Alan Taylor
Scriptwriter: Laeta Kalogridis, Patrick Lussier
Cast: Emilia Clarke, Arnold Schwarzenegger, Jason Clarke, Jai Courtney, Matt Smith, Byung-hun Lee
Running Time: 125 minutes
Release Date: 24 June 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMANDA AAYUSYA (All Film Magazine)

Exhilarating action film boosted by Arnie Schwarzenegger’s performance as ‘Pops’ but hindered by time travel shenanigans. But Terminator Genisys effectively reboots the franchise. Emilia Clarke and Jai Courtney are perfect as Sarah Connor and Kyle Reese. Nothing will beat The Terminator and Judgment Day (T1 and T2) but Terminator Genisys is a worthy successor to those James Cameron classics. Rating: NA

CANDRA ADITYA (Detik)

‘Terminator Genisys’ memang belum bisa menggantikan warisan James Cameron yang legendaris itu. Namun dibandingkan dengan dua film sebelumnya, film ini memang masih unggul. Dan hadirnya Schwarzenegger di sini, lengkap dengan ucapan “I’ll be back”-nya yang legendaris, menjadikan film ini tidak boleh dilewatkan bagi penggemarnya. Rating: ★★1/2

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

Mungkin yang akan dikomplen oleh penonton adalah rasa thriller yang dulu sempat kental di TERMINATOR I & II kini tak lagi dominan. Entitas SKYNET pun terlihat kurang gahar, kurang futuristis, dan personality-nya kurang dalam, jika dibandingkan dengan entitas modern lain seperti AVA (Ex-Machina). Namun kekurangan tersebut terbayar oleh penampilan para manusia seperti Jason Clarke yang luar biasa meyakinkan sebagai John Connor, atau sang Khaleesi yang berperan tangguh sebagai Sarah Connor. Keduanya menawarkan chemistry yang luar biasa believable sebagai ibu dan anak. Rating: ★★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

NA. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Kekacauan di sektor naskah ini untungnya masih dapat ditutupi oleh kemampuan Alan Taylor dalam mengkreasi serangkaian adegan aksi seru yang ditebar tanpa henti di paruh akhir. Sekalipun tidak mencapai level ‘mahakarya’ atau ‘belum pernah kita lihat sebelumnya’, namun kumpulan baku hantam, kucing-kucingan di jalan raya melibatkan berbagai moda transportasi, maupun hingar bingar ledakan ini terhidang cukup intens, berhasil menyeret penonton keluar dari lubang kebosanan dan mencukupi kebutuhan yang diperlukan oleh penonton yang mencari hiburan dalam summer blockbuster. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Walau James Cameron secara resmi memberikan pernyataannya bahwa ‘Terminator Genisys’ layak menjadi official third installment dari franchise ini, respek yang diberikan Lussier, Kalogridis dan Taylor memang hanya sampai sebatas tahapan atmosfer permukaannya saja. Pada kenyataannya, semua fans franchise-nya akan tahu bahwa mereka masih tak cukup cermat juga penuh cinta mengulik kedalaman karakterisasi ciptaan Cameron dan Gale Anne Hurd ini. Tak konsisten pula dengan ‘T2’ bila ini dianggap sebagai kelanjutannya, sementara masih terlalu bergantung dengan previous events-nya juga untuk disebut sebagai the whole new setup maupun berlindung dibalik istilah alternate universe. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

The good one is, ceritanya yang versi pembaruan antara T1 & T2. Tengah-tengah film kinda lost. Action-nya bisa bikin film ini jadi lumayan seru. Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Just because you recreated the whole iconic scenes frame-to-frame to bring nostalgia to our plate, doesn’t mean your Terminator is a good one. Instead, Terminator Genisys destroys our fond memories and the whole franchise with poor script full of holes and fucked-up characters. The action sequences are quite good, but they aren’t something you haven’t seen before in any Terminator films or summer blockbusters. Rating: ★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

‘Terminator Genisys’ is simply the best sequel in the franchise since ‘T2′. Yes, the plot is confusingly convoluted and doesn’t make sense, but it pulls both the homage and reinvention quite nicely. Entertaining and surprisingly heartwarming sometimes. Overabundance of CGI is annoying tho’. Emilia Clarke ain’t Linda Hamilton obviously, but did a commendable job as the new Sarah Connor. Rating: ★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Ketidakmampuan Kalogridis dan Lussier menjelaskan rinciannya menyebabkan banyak lubang pada narasinya yang tentu saja turut menghasilkan banyak kerutan di kening penontonnya.  Beruntung Alan Taylor sedikit banyak masih mampu menyelamatkan Genisys dari kehancuran total. Bagaimana Taylor menghadirkan rangakaian aksinya jelas patut mendapatkan apresiasi. Memang kenyataanya, momen aksinya tidak sampai terlalu wah! Tetapi siapa yang tidak terhibur melihat aksi kejar-kejaran klasik yang seperti menjadi pakem seri-seri Terminator ini? Ya, semua elemen aksi konvensional berbalut gelegar spesial efek dan CGI canggih masih mampu memberikan hiburan tersendiri, belum lagi Taylor tahu benar menghormati dua seri pertamanya dengan menyuntikan banyak homage sebagai penghormatan besar, dari kemuculan T-1000 sampai quote fenomenal “I’ll Be Back”. Rating: ★★★

JANITRA EZRA (Anak Film)

Namun, Terminator Genisys bukanlah sesuatu yang luar biasa. Aksinya tidak sampai spektakuler, akting para pemainnya cukup, dan karena ia merupakan alternate timeline, ia bisa sesuka-sukanya mengubah pakem-pakem yang ada. Rating: ★★★1/2

LEE CHANDRA (MovSic)

Terminator Genisys tidak efektif karena terlalu banyak bermain-main dengan twist. Baik di plot maupun karakterisasi tokoh. Beruntung masih ada Arnold Schwarzenegger, the TRUE last action hero. Rating: ★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

The action sequences are very entertaining, but as a part of “Terminator Franchise”, this movie pretty much ruined everyhting from the substance, plot continuity, and characters, just for the sake of more money. The characters often talk about blowing something up, and apparently that’s the only thing that “Genisys” is good at. Rating: ★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Segala seru-seruan dan visual effects yang lumayan oke (lumayan, nggak spesial banget kalau untuk ukuran Hollywood) yang ditampilkan di layar jadi kurang kena maknanya karena perhatian gw udah “diacak-acak” sama cerita film ini yang nggak ngenakin logikanya. Hal yang tersisa yang bisa gw nikmati dari film ini adalah beberapa tata visualnya yang memang cool, chase scene-nya yang boleh banget, perang-perangan di awal filmnya juga keren, plus beberapa humor dan homage ke film-film aslinya yang bolehlah. Tapi, ya gimana, ceritanya bikin mumet karena konsep dasar yang gegabah. Rating: ★★1/2

REZA ARNAZ DJAAFARA (MovSic)

NA. Rating: ★★★

SHINTA SETIAWAN (Staff)

Terminator Genisys is an effort to Star Trek the hell out of the Terminator franchise and provide the filmmakers with a chance to do whatever they want with the property without messing with the original film. Alas, the two franchises are very different. Terminator is trapped too deeply in paradoxes, it simply cannot sustain this kind of “creative decision”. If you’re confused about the timeline/multiple timelines/alternate universes, it’s okay, you’re not alone. The easy way to play this is ditch logic for two hours and enjoy it for what it wants to be, a PG-13 action movie (you can attempt making those diagrams later). But, that is also not satisfying. While it’s cool to see Emilia Clarke doing a lot of proactive thinking and killing, and it’s awesome to see Arnie again as the Terminator (an effective father figure and comic relief), the whole story just seems to fall short of excitement. It’s fun to see Taylor trying to recreate parts of the original film (hats off), but that’s about it. Rating: ★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Di balik plotnya yang amburadul tersebut, Genisys adalah film yang menghibur dan menarik secara visual. Meski tak sepiawai Cameron, sutradara Alan Taylor tahu cara menangani adegan aksi, dan menyajikannya dengan baik. Dengan cut dan camerawork yang cepat, kita selalu tahu apa yang sedang terjadi tanpa kehilangan orientasi. Rating: ★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Film ini memang menghibur. Setiap adegan action yang ada cukup mendebarkan. Efek visual yang nyata, dan berbagai efek praktis yang menambah ketegangan. Emilia Clarke mampu tampil setangguh Linda Hamilton sebagai Sarah Connor yang baru, meski beberapa bagian terlihat terlalu cute. Scoring-nya juga akan membuat anda bernostalgia ke film Terminator (1984). Rasa nostalgia jelas akan kuat dalam Genisys, sekaligus rasa penasaran untuk melihat bagaimana jalan cerita action-time travel ini akan berlanjut, meski kali ini ekspektasi harus diturunkan. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Sedikit mengingatkan kita dengan upaya yang dilakukan oleh franchise X-Men lewat Days of Future Past. Namun TG rupanya gagal melakukan upaya yang sama. Penyebabnya cukup banyak. Mulai motivasai yang sudah usang karena diulang-ulang di setiap installment, karakteristik keseluruhan karakter utama yang berubah drastis, plot yang seperti berusaha twist di mana-mana tapi justru jatuhnya jadi berlebihan dan bikin capek untuk diikuti. Well come on, menalar logika secara timeline di setiap installment saja sudah bikin pusing dan capek, penonton (terutama saya) masih harus diajak untuk menerima kenyataan-kenyataan yang pahit dalam plot cerita. Serius, saya merasa kelelahan dan mulai muak untuk mengikuti plot ceritanya. Rating: ★★★

 

Last Updated: 6 July 2015


One Comment


  1.  

    Secara keseluruhan, Terminator Genisys lumayan oke buat disimak. Kisahnya berhubungan erat dengan Terminator dan Terminator 2: Judgement Day. Alur cerita cukup cepat tanpa basa-basi, namun harus fokus. Dari segi aksi memang sih tidak ada sesuatu yang baru, tapi itu sudah cukup untuk membuat keseruan tersendiri bagi filmnya.

    3/5.





Leave a Response


(required)