Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

The Age of Adaline (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted June 18, 2015 by

 
Full Article
 
 

TheAgeOfAdaline-Poster

Critics Review: ★★★ (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (12 reviews)

SYNOPSIS

Setelah dirinya secara ajaib bertahan menjadi seorang wanita berusia 29 tahun selama hampir delapan dekade, Adaline Bowman (Blake Lively) telah menjalani kehidupan yang sunyi, tanpa pernah mengizinkan dirinya dekat pada siapapun yang mungkin dapat membocorkan rahasia hidupnya. Tetapi, sebuah pertemuan yang kebetulan dengan seorang filantropis yang karismatik, Ellis Jones (Michiel Huisman) membangkitkan kembali gairah hidup dan percintaannya. Ketika dirinya menghabiskan akhir pekan dengan orang tua Ellis (Harrison Ford dan Kathy Baker), rahasianya pun terancam untuk terungkap, dan Adaline harus mengambil sebuah keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

 

After miraculously remaining 29 years old for almost eight decades, Adaline Bowman (Blake Lively) has lived a solitary existence, never allowing herself to get close to anyone who might reveal her secret. But a chance encounter with charismatic philanthropist Ellis Jones (Michiel Huisman) reignites her passion for life and romance. When a weekend with his parents (Harrison Ford and Kathy Baker) threatens to uncover the truth, Adaline makes a decision that will change her life forever.

General Information

Director: Lee Toland Krieger
Scriptwriter: J. Mills Goodloe, Salvador Paskowitz
Cast: Blake Lively, Michiel Huisman, Harrison Ford, Kathy Bates, Ellen Burstyn, Amanda Crew
Running Time: 112 minutes
Release Date: 20 June 2015 (sneak preview)

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Premis yang dipaparkan The Age of Adaline tentu bukan barang baru. Namun kepiawaian Lee Toland Krieger selaku sutradara dalam memvisualisasikan perihnya kata abadi membuat petualangan Adaline begitu menarik untuk disimak sejak menit pertama film dimulai. Penonton berhasil dibuat peduli dan terus larut mencari jawaban bagaimana akhir pelarian Adaline, bahagia atau sebaliknya. Manisnya naskah garapan Joe Mills Goodloe dan Salvador Paskowitz yang hanya berkonsentrasi pada kegalauan Adaline rupanya berhasil dibawakan dengan apik oleh Blake Lively. Performanya sebagai penggerak narasi cukup meyakinkan. Rating: ★★★

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

A love story about the courage to not just live, but have a life. Rating: ★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Dengan penuturannya yang lancar, The Age of Adaline mungkin agak kurang dalam segi inovasi. Dikedepankan sebagai roman, film ini sebenarnya sudah bisa ditebak akan berakhir manis, bagaimana pun caranya. Demi unsur manis itu pula, kecanggungan bahwa sebenarnya Ellis yang berusia 30-an tahun memadu kasih dengan nenek berusia 100-an tahun agak terpinggirkan dari ceritanya, supaya penonton tak perlu terlalu dalam membayangkannya. Sebenarnya itu bisa disanggah dengan menunjukkan bahwa film ini—sekalipun membicarakan usia fisik manusia—lebih mengedepankan kualitas jiwa. Minimal, jika dipandang sebagai sebuah sajian hiburan yang menyenangkan dari sebuah cerita yang ajaib, film ini sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Tidak ada rangkaian kata-kata yang lebih tepat untuk mendeskripsikan The Age of Adaline selain dongeng yang dilantunkan begitu indah, menyentuh, sekaligus romantis. Lee Toland Krieger selaku pemimpin orkestra telah menyihir penonton sejak menit pembuka melalui jalinan pengisahan pengundang rasa penasaran dengan nuansa dongeng begitu pekat dari visual dan iringan musik. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Skrip yang ditulis Goodloe dan Salvador Paskowitz, yang sudah memulai aspek-aspek storytelling-nya dengan sangat baik lewat penyutradaraan Krieger di bagian-bagian awal, sayangnya tak bisa cukup konsisten di second act yang sedikit terjebak ke tipikalitas film-film romance ala Nicholas Sparks berikut feel adaptasi novel tadi, di samping lemahnya penampilan Michiel Huisman (Game of Thrones) sebagai male lead dalam menyamai persona Lively yang begitu kuat meng-handle karakter sentralnya.  Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

The Age of Adaline is indeed a beautiful love story that will break your heart into pieces. Its familiar script won’t let it to age well, however. Rating: ★★★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

The Age of Adaline could be a charming modern fairy tale but lacking of serious oomph in its story line and characterization. I mean, the male lead is rather bland and uninteresting to care about while there’s nothing particularly extraordinary about Adaline herself. Things getting excited when Harrison Ford’s character appeared. Alas, that excitement then never properly built. Until the very end. Blake Lively is okay. But she can’t managed to make The Age of Adaline be so much better than just a forgettable sappy romance. Rating: ★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Sebuah dongeng modern tentang keabadian yang digarap cantik, lembut, dan juga emosional. Ia punya premis usang namun digarap dengan baik, menghadirkan sebuah penceritaan yang enjoyable buat setiap fans drama-drama romantis, belum lagi Blake Lively tampil prima menggerakan narasinya. Rating: ★★★★

INDANAVETTA PUTRI (Layar Tancep)

Dari premis awal film ini menjanjikan kisah yang mengharukan dan dijamin membuat kita termehek-mehek. Namun sayangnya, eksekusi dari Krieger membuat Adaline jadi mudah ditebak sekaligus membosankan. Gak ada kejutan apapun sama sekali. Semuanya aman damai sentosa. Padahal, ada banyak aspek yang bisa digali lebih dalam, tapi The Age of Adaline lebih fokus ke kisah cinta Adeline saja. Rating: ★★★

JANITRA EZRA (Anak Film)

Dengan tempo film yang berjalan relatif pelan, Age of Adaline membawa masuk penontonnya secara perlahan, membuatnya terinvestasi dengan kisahnya, sebelum akhirnya benar-benar membuat saya mendukung hubungan cinta Adaline. Rating: ★★★★

LEE CHANDRA (MovSic)

NA. Rating: ★★★1/2

LUTHFI PRASETYA PUTRA (Review Luthfi)

Serena van der Woodsen diperebutkan oleh Daario Naharis dan Han Solo. The Age of Adaline adalah sebuah dongeng modern. Merupakan sebuah kisah romansa yang diberi sentuhan fantasi. Cantik dan rapi dalam penggarapannya. Menjemukan di bagian awal lalu menjadi sangat menarik ketika menjelang akhir karena munculnya tokoh yang memberikan dinamika dan konflik yang mengundang atensi dan keingintahuan penonton. Rating: ★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Sebagai observasi kehidupan, The Age of Adaline tidak memberikan kompleksitas yang menjadi potensinya. Tapi dalam tataran romansa, film ini menghadirkan dinamika emosi kuat khususnya berkat penampilan simpatik dari Blake Lively dan Harrison Ford. I love this epic fantasy-romance tale and I love Adaline Bowman too. Rating: ★★★★

SHINTA SETIAWAN (Staff)

Although it feels like it, The Age of Adaline is actually not adapted from a novel. Thus, it is not bound by the obligation to limit itself to any original story and the reader’s expectation. That’s why it baffles me why Goodloe and Paskowitz chose to present the story with such pacing, and muddling the narrative with frontloaded backstory, leading the audience to the core story that is presented rather late in the film–and don’t get me started about that twist. Lively put on a solid performance, convincing you that behind her youthful look, there’s an old soul hidden inside. While Huisman is successful in winning the heart of the female audience (hello, Daario), he feels nothing more than a plot device to introduce us to, yes, Harrison Ford, who gives the best performance of the three. Rating: ★★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Sebagai drama cinta dengan sentuhan fantasi, ‘The Age of Adaline’ takkan pernah bisa dicerna secara logika, tapi secara emosional cukup mengena, paling tidak di bagian akhir. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

In the end, The Age of Adaline adalah sajian romantic drama dengan premise yang unik dan bumbu manis di sana-sini dengan takaran yang pas sehingga begitu feel good untuk dinikmati. Tak hanya oleh penonton wanita, tapi nyatanya juga penonton pria. Toh eternal youth juga menjadi impian para pria kan? Rating: ★★★★

 

Last Updated: 19 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)