Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

The Boy (2016)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted January 27, 2016 by

 
Full Article
 
 

TheBoy-Poster

Critics Review: ★★1/2 (1 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (9 reviews)

SYNOPSIS

Greta (Lauren Cohan) adalah seorang wanita muda asal Amerika yang menerima pekerjaan sebagai pengasuh di sebuah desa terpencil di Inggris, dan belakangan mengetahui bahwa bocah berusia 8 tahun yang akan diasuhnya ternyata adalah boneka yang diperlakukan selayaknya manusia. Boneka ini digunakan oleh pasangan pemiliknya untuk mengobati kesedihan mereka setelah putra mereka meninggal 20 tahun yang lalu. Setelah melanggar serangkaian peraturan yang ketat, hal-hal yang mengganggu dan tidak diketahui penyebabnya membuat mimpi terburuk Greta menjadi nyata, dan meyakinkannya bahwa boneka tersebut benar-benar hidup.

 

Greta (Lauren Cohan) is a young American woman who takes a job as a nanny in a remote English village, only to discover that the family’s 8-year-old is a life-sized doll that the parents care for just like a real boy, as a way to cope with the death of their actual son 20 years prior. After violating a list of strict rules, a series of disturbing and inexplicable events bring Greta’s worst nightmare to life, leading her to believe that the doll is actually alive.

General Information

Director: William Brent Bell
Scriptwriter: Stacey Menear
Cast: Lauren Cohan, Rupert Evans, James Russell, Jim Norton, Diana Hardcastle, Ben Robson
Running Time: 97 minutes
Release Date: 23 January 2016 (midnight show), 26 January 2016 (regular show)

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

The Boy is pretty cute. Not particularly scary or special but it comes with enough juice on its story to keep the horror flows nicely. Rating: ★★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Even actually its a fresh one and has interesting premise, The Boy just turn over to be a let down in the last act. Rating: ★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

First half of The Boy has a decent tension-building–until it stops and looking everywhere it could for a franchise opportunity. Rating: ★★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Mencoba memberikan twist yang tidak terduga di akhir kisah sayangnya tidak menutupi kelemahan naskah yang terasa bertele-tele dan dragging. Membuat penonton yang sudah bosan bisa jadi tidak terlalu kaget dengan kenyataan mengenai Brahms yang disajikan. Beberapa pertanyaan yang tidak terjawab pun terasa mengganggu hingga lampu bioskop dinyalakan. Rating: ★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

The Boy is surprisingly much better than any recent horror movies out there, but it still lacks of necessary depth to make the twist works. Rating: ★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Sedikit lebih baik dari Annabelle, namun susah untuk mengatakan bahwa The Boy adalah horor tentang boneka iblis yang luar biasa. Sebaliknya ini seperti sajian medioker yang sempat menjanjikan awal yang kuat dengan segala misterinya namun sayang berakhir antiklimaks. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Empat puluh lima menit pertama seperti manusia bodoh yang bermain dengan boneka. Setelah itu ternyata ada misteri yang sayang untuk dilewatkan. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

The Boy menawarkan premis dan misteri yang menarik, menunggu untuk ditebak-tebak dan dibongkar, didukung penampakan boneka yang creepy dan suasana rumah yang tidak mengenakan sekaligus membuat tak nyaman. Sayangnya, The Boy seakan tak mampu memaksimalkan tiga poin menarik tersebut untuk menguatkan rasa cekam dan tingkatkan tensi ketegangan ke dalam filmnya. Menjanjikan di awal, berlanjut bikin ngantuk di tengah durasi dan menggelikan di penghujung film. Konsep ngehe-nya pun kemudian disia-siakan, Alhasil The Boy hanya akan jadi film horor yang mudah untuk terlupakan begitu keluar dari bioskop, well kecuali wajah Brahms si boneka yang “lugu” itu. Rating: NA

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Gw merasa ceritanya seperti ada yang patah, kayak nggak ada awal dan akhir yang solid, karakter-karakternya juga sama, kayak nggak utuh gitu, sehingga setelah semuanya selesai, gw masih bertanya-tanya lagi tentang asal-muasal, motivasi nya, dan sebagainya. Dan, adegan mimpi-mimpi itu berasa cuma filler aja tanpa kontribusi berarti buat ceritanya. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Dengan atmosfir mengganggu, The Boy berhasil membangun rasa cekam di paruh awal yang perlahan memudar seiring tersibaknya misteri. Rating: ★★★

 

Last Updated: 10 February 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)