Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

The Finest Hours (2016)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 


0
Posted January 27, 2016 by

 
Full Article
 
 

TheFinestHours-Poster

Critics Review: NA (0 review)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (7 reviews)

SYNOPSIS

Di tahun 1952, sebuah badai besar membuat 30 pelaut terperangkap dalam SS Pendleton, sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Cape Cod yang dengan cepat mulai tenggelam. Bernie Webber serta tiga anggota Penjaga Pantai lainnya menghadang badai musim dingin yang kuat dalam sebuah perahu penyelamat demi menjemput para pelaut tersebut, meski kecil kemungkinan misi ini bisa berhasil.

 

In 1952, a massive storm trapped 30 sailors inside SS Pendleton, the rapidly sinking oil tanker off the coast of Cape Cod. Bernie Webber and three other Coast Guard members brave a powerful winter storm on a lifeboat to rescue the sailors, against seemingly impossible odds.

General Information

Director: Craig Gillespie
Scriptwriter: Scott Silver, Paul Tamasy, Eric Johnson
Cast: Chris Pine, Holliday Grainger, Casey Affleck, Ben Foster, Kyle Gallner, Eric Bana
Running Time: 117 minutes
Release Date: 29 January 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

Update in progress.

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Bagi yang mengerti pendekatan trivial-konvensionalnya, The Finest Hours mungkin tak punya masalah, namun bagi yang lain, ia bisa kelihatan tak spesial dan mundur dari teknologi sinema sekarang, itu benar. A corny, old fashioned yet entertaining Disney studio feature. Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Film ini rupanya tak lebih dari film-film Disney kelas dua: klise, penuh karakter dangkal, dan human drama yang lebih banyak mengganggu daripada menyentuh. Rating: ★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Cinta, keberanian serta keajaiban dari sebuah peristiwa nyata bersejarah, begitu banyak benih-benih melodramatis berpotensi meletupkan emosi, tetapi nyatanya, The Finest Hours nyaris bergerak  terlalu datar dan menjemukan, terlebih di bagian akhir yang berasa antiklimaks. Tidak peduli setinggi dan sedahsyat apa gelombang yang menghajar, meski terasa intens di beberapa bagian, namun karena ketidak becusan Gillespie mengolah emosi dari para cast-nya membuat kita tidak pernah bisa peduli dengan karakternya, tidak ada simpati yang hadir meski mereka bertaruh nyawa dan untuk film macam ini. Rating: ★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Gillespie terlalu ingin menjadikan The Finest Hours realistis, sehingga disusunlah pengadeganan bercahaya minim dan guyuran air dimana-mana. Seperti karakternya, saya kesulitan melihat satu kejadian di layar. Tanpa tahu apa yang sesungguhnya terjadi, maka mustahil merasa terlibat dengan kisahnya. Kegagalan meghadirkan dinamika emosi masih ditambah oleh minimnya kreativitas bernarasi Gillespie. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Membutuhkan tekad kuat untuk bisa menuntaskan menonton The Finest Hours tanpa harus memejamkan mata. Begitu melelahkan dan menjemukan. Rating: ★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Seberapa berat pun tantangannya, para jagoan kita di layar lebar akan menghadapinya dengan gagah berani–tanpa ragu! Inilah yang digambarkan The Finest Hours selama dua jam kurang tiga menit, meski cenderung klise dan overdramatis. Adegan gagah-gagahan sih memang oke, tetapi banyak segmen drama yang kurang penting untuk ditampilkan dan cenderung menurunkan atmosfer. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Any attempts failed to engage. Boring. Rating: ★★1/2

 
IMAX, 4DX, and SphereX format review powered by ID Film Critics.
 

IMAX FORMAT REVIEW

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

IMAX experience The Finest Hours rupanya juga sedatar filmnya sendiri. Adegan-adegan aksi dalam film ini sama sekali tidak memanfaatkan layar besar IMAX. Banyak shots di film ini yang cenderung difilmkan dalam jarak dekat dengan karakternya tanpa bisa memberikan kesan epic, besar, dan megah pada hampir seluruh adegannya. Ditambah lagi dengan porsi drama yang cukup banyak, editing payah, dan efek 3D yang ala kadarnya, menyaksikan The Finest Hours dalam format IMAX hanya buang-buang uang dan waktu saja. Rating: ★★

 

Last Updated: 15 February 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)