Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

The Hateful Eight (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted January 18, 2016 by

 
Full Article
 
 

TheHatefulEight-Poster

Critics Review: ★★★1/2 (1 review)
Film Bloggers Review: ★★★★1/4 (10 reviews)

SYNOPSIS

Dalam The Hateful Eight, berlatar enam atau delapan atau dua belas tahun setelah Perang Sipil, sebuah kereta kuda menerjang lanskap Wyoming yang bersalju. Para penumpangnya, pemburu hadiah John Ruth (Kurt Russell) dan tawanannya, Daisy Domergue (Jennifer Jason Leigh), berpacu menuju kota Red Rock di mana Ruth, dikenal di daerah ini sebagai “The Hangman,” akan membawa Domergue ke pengadilan. Di tengah jalan, mereka bertemu dua orang asing: Mayor Marquis Warren (Samuel L. Jackson), mantan prajurit serikat berkulit hitam yang kini menjadi seorang pemburu hadiah terkenal, serta Chris Mannix (Walton Goggins), pembelot dari Selatan yang mengaku sebagai Sheriff baru kota Red Rock. Tak mampu melawan badai salju ganas, Ruth, Domergue, Warren, dan Mannix berteduh di Minnie’s Haberdashery, perhentian kereta kuda di perlintasan gunung. Ketika mereka tiba di Minnie’s, mereka tidak disambut oleh sang pemilik, tetapi oleh empat wajah asing. Bob (Demián Bichir), yang menjaga tempat itu karena Minnie sedang mengunjungi ibunya, ditemani oleh Oswaldo Mobray (Tim Roth) si algojo kota Red Rock, koboi Joe Gage (Michael Madsen), serta Jenderal Konfederasi Sanford Smithers (Bruce Dern). Ketika salju menyelimuti perhentian di gunung tersebut, kedelapan musafir kita menyadari bahwa mereka mungkin tidak akan sampai ke Red Rock….

 

In The Hateful Eight, set six or eight or twelve years after the Civil War, a stagecoach hurtles through the wintry Wyoming landscape. The passengers, bounty hunter John Ruth (Russell) and his fugitive Daisy Domergue (Leigh), race towards the town of Red Rock where Ruth, known in these parts as ‘The Hangman,’ will bring Domergue to justice. Along the road, they encounter two strangers: Major Marquis Warren (Jackson), a black former union soldier turned infamous bounty hunter, and Chris Mannix (Goggins), a southern renegade who claims to be the town’s new Sheriff. Losing their lead on the blizzard, Ruth, Domergue, Warren and Mannix seek refuge at Minnie’s Haberdashery, a stagecoach stopover on a mountain pass. When they arrive at Minnie’s, they are greeted not by the proprietor but by four unfamiliar faces. Bob (Bichir), who’s taking care of Minnie’s while she’s visiting her mother, is holed up with Oswaldo Mobray (Roth), the hangman of Red Rock, cow-puncher Joe Gage (Madsen), and Confederate General Sanford Smithers (Dern). As the storm overtakes the mountainside stopover, our eight travellers come to learn they may not make it to Red Rock after all…

General Information

Director: Quentin Tarantino
Scriptwriter: Quentin Tarantino
Cast: Samuel L. Jackson, Kurt Russell, Jennifer Jason Leigh, Walton Goggins, Demián Bichir, Tim Roth, Michael Madsen, Bruce Dern
Running Time: 165 minutes
Release Date: 16 January 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

The Hateful Eight is Quentin Tarantino movie so full of himself: high tension, juicy characters and sudden, grisly violence. Rating: NA

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Not as bold as Tarantino’s previous and the directing is repetitive, but The Hateful Eight makes my 165 minutes fun. Rating: NA

ATIKAH HANIFATI (Anak Film)

Seperti gaya penyutradaraan Tarantino yang sudah-sudah, dengan ini saya sampaikan bahwa Tarantino sekali lagi sukses membuat saya menikmati kekacauan yang dia buat di The Hateful Eight, brutal dengan tingkat keseruan yang tidak hanya memacu adrenalin, tapi memaksa kita juga berperan layaknya detektif untuk memutar otak dan melakukan analisis karena terdapat misteri di dalamnya. Rating: ★★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Western mystery-comedy on one side dan splatterfest over glorious shots on the other, The Hateful Eight is a solid pack of QT’s playful signature. Rating: NA

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Walau berbeda dari film-film Tarantino sebelumnya, The Hateful Eight masih punya cerita yang kuat, dialog magis, dan humor yang luar biasa lucu. Rating: ★★★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

The Hateful Eight is one wonderful movie. Not Tarantino’s best, but still is one of my favourites. It was a nice dish of murder mystery wrapped in a glorious Tarantino-esque package. And while most of the casts aren’t memorable, those who are left a strong impression. Add to that some gun blazing moments that caught you off guard and all the gallows jokes, and you have a very fun movie to watch. Would have been even better if it was shorter or had more distinctive characters’ traits. But since it gave me Chris Mannix and Daisy Domergue already, well, I’m not going to complain. At least not that much. Rating: ★★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Meski punya tema dan set lebih sempit, The Hateful Eight terasa sedikit lebih baik ketimbang Django Unchained yang terlalu berusaha keras itu. The Hateful Eight adalah sajian old western yang berbeda ketika Tarantino berhasil menjual misteri, teknis, dialog, dan penyutradaraan yang sama baiknya dengan penampilan kuat dari para karakternya. Rating: ★★★★

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

Those who took it hard will think that The Hateful Eight might serve as a feel-good movie for Tarantino’s fans, which is okay. However, I personally enjoy every single signature and reference to Tarantino’s other films he put in this feature–establishing it as the most fun among other films he created previously. Rating: ★★★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Subhanallah The Hateful Eight ini, dari adegan pembuka dengan iringan scoring indah Ennio Morricone sampe endingnya, benar-benar memukau! Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Berdurasi 167 menit, alurnya berjalan lambat tapi tidak dragging. Pastinya dialog tulisan Tarantino menjadi pemicu utama keberhasilan tersebut. The Hateful Eight adalah tipikal film berisi konsistensi ketegangan mengikat yang bersumber dari pertukaran kalimat tokohnya. Meski baris kalimatnya less memorable dibanding tulisan-tulisan terbaik Tarantino, namun sudah cukup sebagai penggaet atensi. Rating: ★★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Beruntunglah Quentin Tarantino masih mendapat bantuan dari para pelakon berkualitas jempolan, skoring musik kelas wahid gubahan Ennio Morricone, dan tata kamera mengesankan Robert Richardson yang efektif merekam sudut-sudut kedai sehingga kegilaan berdaya letup tinggi tetap sanggup dihantarkan di The Hateful Eight walau jelas ini sama sekali bukan termasuk salah satu mahakarya yang pernah dihasilkan Tarantino. Rating: ★★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Film ini sebenarnya tak begitu Western. The Hateful Eight lebih terkesan seperti drama teater—mungkin akan mengingatkan Anda pada debutnya Tarantino, Reservoir Dogs, tapi dengan lebih banyak dialog, ancaman, kebohongan, “N” words, dan darah—yang dimainkan dengan brilian oleh 8 karakternya. Rating: ★★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Secara keseluruhan, memang The Hateful Eight adalah sebuah film yang bukan untuk semua orang. Film dengan 80% berisi dialog dan monolog yang panjang, cukup sulit untuk mempertahankan konsentrasi pada film ini. Namun bagi yang sangat tertarik dengan kisah misteri, atau terbiasa untuk menebak siapa pelaku antagonis dalam sebuah cerita, mungkin saja akan menyukai film ini dengan mudah. Apalagi bagi mereka yang ingin melatih diri untuk menebak cara berbicara dan gerak tubuh orang-orang yang berbohong, maka mereka akan sangat dimanjakan oleh film ini. Rating: ★★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

The Hateful Eight menjadi tontonan opera yang asyik diikuti karena permainan analisis true-or-lie dan untung-rugi. Kegilaan QT juga sekali lagi membuat The Hateful Eight seringkali tak terduga, namun punya konklusi yang sangat memuaskan. Mungkin efeknya belum bisa membuat saya mengalami katarsis sebesar Inglourious Basterds atau Pulp Fiction, tapi jelas jauh lebih mengalir, rapi, dan mengasyikkan ketimbang Django Unchained. Rating: ★★★★1/2

 

Last Updated: 5 February 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)