Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

The Revenant (2015)

 

Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted February 1, 2016 by

TheRevenant-Poster

Critics Review: ★★★★ (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★★ (13 reviews)

SYNOPSIS

Diinsipirasi dari kisah nyata, The Revenant adalah pengalaman sinematik imersif yang mendalam yang memotret petualangan epik seorang pria dan kekuatan dari semangat manusia yang luar biasa. Dalam sebuah ekspedisi di daerah Amerika yang belum dipetakan, seorang penjelajah legendaris, Hugh Glass (Leonardo DiCaprio) diserang secara brutal oleh seekor beruang dan ditinggalkan untuk mati begitu saja oleh anggota kelompoknya. Dalam usahanya untuk selamat, Glass mengalami kesedihan yang tak terperi, termasuk pengkhianatan dari rekannya, John Fitzgerald (Tom Hardy). Dipandu oleh kekuatan tekad dan cinta terhadap keluarganya, Glass harus menghalau musim dingin yang keji dalam usaha tanpa henti untuk bertahan hidup dan mencari pengampunan.

 

Inspired by true events, THE REVENANT is an immersive and visceral cinematic experience capturing one man’s epic adventure of survival and the extraordinary power of the human spirit. In an expedition of the uncharted American wilderness, legendary explorer Hugh Glass (Leonardo DiCaprio) is brutally attacked by a bear and left for dead by members of his own hunting team. In a quest to survive, Glass endures unimaginable grief as well as the betrayal of his confidant John Fitzgerald (Tom Hardy). Guided by sheer will and the love of his family, Glass must navigate a vicious winter in a relentless pursuit to live and find redemption.

General Information

Director: Alejandro González Iñárritu
Scriptwriter: Mark L. Smith, Alejandro González Iñárritu
Cast: Leonardo DiCaprio, Tom Hardy, Domhnall Gleeson, Will Poulter, Forrest Goodluck, Paul Anderson
Running Time: 156 minutes
Release Date: 3 February 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Sulit untuk tidak mengagumi The Revenant sebagai sebuah pencapaian bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Plot yang sederhana tetap punya ketebalan makna lewat adegan-adegan yang memberi efek emosional, akting tak banyak bicara dan kerap tertutup kostum dan make-up tetap sanggup dibawakan dengan depth lewat gestur dan sorotan mata, hingga gambar-gambar sangat indah yang ditangkap tanpa pencahayaan buatan. Semua itu seolah jadi kompensasi yang sangat pantas, membuat durasi panjang dan lajunya yang lambat bisa dimaafkan. Rating: ★★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

There’s a lot of things to be admired from The Revenant: the cast does an admirable job on bringing their often-underwritten characters to life; Emmanuel Lubezki’s cinematography truly is a work of art; and Alejandro G. Iñárritu is quite a powerful director to plastered over the cracks visible in the movie’s screenplay. The movie, however, ultimately lacks the nerve-pushing thrills or the spiritual resonance it strives for–making The Revenant as a quite impressive achievement that far easier to admire than to love. Rating: ★★★1/2

AWYA WAHARIKA (Awya Ngobrol)

NA. Rating: ★★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Seindah visual film-film Terrence Malick, tapi pendekatan puitisnya tak sampai menahannya buat tak bisa bercerita secara universal lewat skrip yang ditulis Iñárritu dan Mark L. Smith. Skrip itu tak spesial, tapi bagusnya, eksploitasi kesadisannya dihadirkan dengan cara berbeda buat menggedor jantung pemirsanya. Plus dukungan scoring menyayat-nyayat dari Ryuichi Sakamoto dan Alva Noto, Iñárritu memang membesut The Revenant dengan eksplorasi rasa, dan itu yang membuatnya luar biasa. Rating: ★★★★1/2

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Edan, dari awal sampai akhir gw sangat menikmati. Sinematografi dari Lubezki juga gilak kerennya. And Leo should get the Oscar! Rating: ★★★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Tidak ada yang istimewa sebenarnya dengan plot balas dendam klasik yang dituturkan The Revenant di sepanjang durasi 156 menitnya. Terlalu sederhana malah untuk film sepanjang itu. Tetapi yang membuat The Revenant begitu luar biasa adalah kedahsyatan teknis audio visualnya yang belum pernah kita jumpai sebelumnya. It’s understated, yes, but also powerful, poetic, and dream-like at the same time. Rating: ★★★★1/2

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

Untungnya, film tidak melulu bertutur layaknya drama kontemplasi-meditatif yang sunyi. Secara alur tetap mengikuti pakem film thriller-petualangan dengan bumbu aksi yang suspensinya terjaga. Seharusnya bisa membuat film lebih gampang dicerna untuk siapa saja, tanpa harus menutup esensi atau moral cerita yang ditawarkannya. Rating: ★★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Durasi panjang, beberapa momen repetitif dan visual suram dan puitis, mungkin The Revenant tidak bekerja maksimal dengan baik buat sebagian penontonnya yang mengharapkan ini akan menjadi tontonan drama survival konvensional. Tetapi buat saya ini adalah satu lagi pencapaian terbaik seorang Alejandro Iñárritu. Sebuah survival drama epik yang tragis, getir, liar, dan brutal–namun di saat bersamaan ada kecantikan dan emosi tumpah ruah yang menggelegar di balik setiap kesunyian yang dingin. Rating: ★★★★
PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

With all the idyll and panache, The Revenant is definitely a must-watch movie, with a note that the plot isn’t the only thing that matters: the experience—of visual and audio—is an integral part of it. Although flawed, The Revenant might still be a quintessence or, at least, a celebration of artmanship—possibly, Iñárritu, DiCaprio and Lubezki might respectively get remembered for what they’ve done here. Rating: ★★★★
TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Dibalik tampilan indah The Revenant, tersimpan kebrutalan, ketegangan, dan kesedihan yang kian terasa berkat akting gemilang Leonardo DiCaprio. Rating: ★★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Alejandro G. Inarritu kembali mempertunjukkan kepiawaiannya sebagai sutradara dengan menghadirkan film yang dieksekusi dengan seksama. Brutal namun dibuat dengan indah. Rating: ★★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

The Revenant adalah pertunjukan penyiksaan Leonardo DiCaprio, dan penyiksaan itu akan sempurna jika dia tidak menang Oscar. Rating: ★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Durasi 2 jam 26 menit memang terasa agak lama dan sedikit melelahkan untuk mengikuti proses bertahan hidup Hugh Glass. Apalagi dengan segala kekerasan grafis yang ditampilkan dengan sangat realistik, yang membuat gue meringis seperti anak kecil. Namun rasanya hal tersebut memang sengaja dibawakan agar penonton benar-benar merasakan apa yang dirasakan oleh seorang Hugh Glass–apalagi dengan adegan terakhir sebelum credit title merangkak naik. Bukan hanya karena 12 nominasi Oscar yang diraih film ini, tetapi pengalaman sinematik yang sempurna yang membuat gue bisa bilang bahwa ini adalah salah satu film terbaik di tahun ini. Rating: ★★★★★

YOHAN ARIE (MovSic)

Perjuangan untuk tetap hidup dan pembalasan dendam setelahnya. Memanjakan mata tapi tak memanjakan wanita. The Revenant itu tentang koreografi yang ditata sangat rapi yang akhirnya memudahkan Lubezki menghasilkan visual eye candy. Rating: ★★★★

 
IMAX, 4DX, and SphereX format review powered by ID Film Critics.
 

SPHEREX FORMAT REVIEW

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

It’s one of those rare movies that has to be experienced on the biggest screen possible. Dibantu dengan layar Sphere X yang besar dan cinematography dahsyat arahan Emmanuel Lubezki, they push the experience even further. It’s simply one of the most immersive, spectacular movie-viewing experience I’ve ever had. Sepanjang durasi 156 menitnya, penonton akan dibawa masuk ke dalam dan dibuat seolah-olah ikut menjadi orang ketiga dalam petualangan Hugh Glass menantang keganasan alam dan maut. Rating: ★★★★★

 

Last Updated: 26 February 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)