Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Tomorrowland (2015)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted May 20, 2015 by

 
Full Article
 
 

Tomorrowland-Poster

Critics Review: ★★★1/4 (7 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (13 reviews)

SYNOPSIS

Terhubung oleh takdir yang sama, seorang remaja optimis yang cerdas dan penuh dengan keingintahuan akan ilmu pengetahuan serta seorang mantan anak jenius yang telah patah semangat karena banyak mengalami kekecewaan memulai sebuah misi berbahaya untuk menguak rahasia dari sebuah tempat penuh teka-teki yang berada di suatu tempat di ruang dan waktu yang hidup dalam ingatan kolektif mereka sebagai “Tomorrowland”.

 

Bound by a shared destiny, a bright, optimistic teen bursting with scientific curiosity and a former boy-genius inventor jaded by disillusionment embark on a danger-filled mission to unearth the secrets of an enigmatic place somewhere in time and space that exists in their collective memory as “Tomorrowland.”

General Information

Director: Brad Bird
Scriptwriter: Damon Lindelof, Brad Bird
Cast: George Clooney, Britt Robertson, Hugh Laurie, Tim McGraw, Raffey Cassidy, Kathryn Hahn
Running Time: 130 minutes
Release Date: 20 May 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Terlepas dari beberapa kelemahannya, Tomorrowland tetap mampu membuktikan bahwa Bird merupakan salah seorang sutradara tercerdas yang dimiliki oleh Hollywood saat ini. Pengarahannya terhadap jalan cerita berjalan cukup efektif. Begitu pula dengan visi yang ia miliki tentang tema futuristik yang dibawakan Tomorrowland. Bird mampu merangkai desain produksi yang benar-benar mengagumkan yang akan sanggup membuat para penontonnya merasa seperti anak-anak yang baru pertama kali menyaksikan hal-hal berbau masa depan yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Rating: ★★★★

CANDRA ADITYA (Detik)

‘Tomorrowland’ mengingatkan kita terhadap film-film Disney zaman dahulu yang penuh dengan pesan moral, suasana yang menyenangkan, kekeluargaan yang harmonis dan petualangan seru penuh dengan pelajaran. Jauh berbeda dengan serial yang dibintangi Jack Sparrow yang jauh lebih edgy. Itulah sebabnya film ini bisa dengan mudah menjadi tontonan seluruh keluarga. Namun, hal tersebut menjadi pisau dua arah. Kesederhanaan yang disajikan oleh Lindelof dan Bird justru kurang bisa mengangkat Tomorrowland menjadi tontonan yang luar biasa. Rating: ★★1/2

LUSI TRIANA (Muvila)

NA. Rating: ★★★

MARIA SHAFITA (All Film Magazine)

Penuh visual indah dan penemuan-penemuan keren, Tomorrowland justru terasa kosong begitu kita akhirnya sampai di sana. Rasa takjub yang dibangun dari awal akhirnya seperti digantung begitu saja tanpa konklusi yang memuaskan. (taken from print edition #66) Rating: ★★★

RATNA DEWI (JalanTikus.com)

Amazing adventures for the world’s dreamers! Loved it! Udah lama banget ngga ngerasain excitement tentang apapun. TOMMOROWLAND reminds me of that endless possibilities. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Tomorrowland sejujurnya menjanjikan sampai kami menyadari ada beban berat yang sengaja diletakkan di tengah skenario. Persis di tengah film ini, cerita memberat. Nyaris kehilangan unsur fun. Ini masalah terbesar Tomorrowland: anomali muatan cerita. Padahal secara teknis, film ini sangat mengesankan. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Potensi besar yang ada di subplot boy meets girl ataupun father to daughter, yang seharusnya bisa menjaga sensibilitas paruh awalnya terus berjalan dengan konsisten, benar-benar berlalu begitu saja dengan character-arch maupun konklusi yang terkesan dangkal tanpa koherensi logika sci-fi yang ketat, membuat semua metafora-metafora harapan dan optimisme yang ada dibalik desain set-nya ikut menjadi kabur. Bird masih terlihat mencoba mengembalikan konsistensi itu ke sekuens-sekuens klimaks ‘Tomorrowland’, tried to be more fun, namun sayang, semuanya sudah terasa sangat terlambat. Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

If you love Zathura then you should love Tomorrowland. And I loveeee Tomorrowland. Gue gampang terpesona sama film-film macam ini. Rating: ★★★★

DRAGONO HALIM (Be Noted)

Jelas terlihat bahwa “Tomorrowland” menawarkan pengalaman imajinatif kepada para penonton remaja dengan beragam objek futuristik. Cukup menyenangkan, meskipun tidak adil rasanya jika dibandingkan dengan aksi gila-gilaan non-CGI yang tengah dielukan kebanyakan orang dewasa setelah menonton karya terakhir George Miller. Dan mungkin gara-gara ini, banyak yang merasa “Tomorrowland” hanya bikin “geli-geli” doang; bahwa Brad Bird gagal mengajak seisi bioskop ikut terbang. Bisa jadi, memang tergantung siapa yang menontonnya. Lumayanlah. Rating: ★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Tomorrowland is an adventure full of cinematic wonders way beyond your wildest imagination. Please do watch it in IMAX. Tomorrowland is more selling an idea rather than explosions. That’s why it’s one of the best, most thought-provoking sci-fi I’ve ever seen. Rating: ★★★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

I think it’s the most violent Disney’s film I ever seen. But pretty impressive tho’. Alas, the film itself not impressive much. Talked a lot about context with grand gesture but with no real meaning. Sketchy and half-baked. Interesting first half, muddling, and tiresome last half. Probably works better if it cut shorter with eliminating all the heavy stuffs and stay as straight Disney’s family film. Britt Robertson is stealing the spotlight. A star in the making. Rating: ★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Dari wahana permainan populer miliknya, lagi-lagi Disney mencoba melebarkan dunianya lebih jauh bersama Tomorrowland yang dipenuhi konsep, pesan dan ide luar biasa tentang dunia dan manusia yang bahkan seorang Brad Bird pun seperti tidak mampu mengeksekusinya dengan maksimal. Tetapi di balik segala kekurangan dalam penceritaannya, Tomorrowland masih mampu memberikan sebuah sajian drama fiksi ilmiah keluarga ala Disney yang hangat dan mengasyikan. Rating: ★★★

LUTHFI PRASETYA PUTRA (Review Luthfi)

Sebuah film musim panas yang family friendly, dapat dinikmati oleh tua muda bersama-sama. Penuh dengan pemandangan cantik, action scene yang luwes, dan aksi-aksi jenaka. Sebuah film yang menghibur dan menginspirasi. Tomorrowland adalah film yang ambisius, terlalu ambisius mungkin. Penyampaian cerita tidak dieksekusi secara sempurna. Menimbulkan banyak pertanyaan yang mengganggu. Rating: ★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Sebagai sebuah film tentang mimpi dan imajinasi dengan banyak konsep ide, Tomorrowland terlalu flat, terlalu ringan seperti animasi hiburan untuk anak-anak. Rating: ★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Film ini seperti kagok antara pengen fun atau pengen absurd. Mungkin ada baiknya ini bukan jadi film Disney, karena agak sulit dicerna maksudnya. Tapi ya mau gimana lagi, judulnya aja diambil dari wahana Disneyland. Tapi, sebagai sebuah tontonan, gw nggak ragu mengatakan bahwa Tomorrowland ini menghibur. Gaya penyutradaraan Brad Bird yang nggak banyak omong itu tetap menyenangkan untuk dilihat (mungkin pengaruh doi tadinya sutradara animasi macam The Incredibles dan Ratatouille yang banyak pakai bahasa gambar), action-nya pun ditata oke–absurd tapi oke kok, dan visualisasi kota Tomorrowland-nya menimbulkan decak kagum, bikin gw bener-bener berharap dunia masa depan bisa seperti itu. Rating: ★★★

SHADIA PRADSMADJI (Anak Film)

Meskipun CGI dan beragam visual effect di Tomorrowland sangat menarik dan memanjakan mata, film ini memiliki masalah-masalah dasar yang akan membuat penonton kesulitan untuk bisa mengikuti filmnya secara penuh. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Seusai penonton diajak menapaki Tomorrowland, seketika nada penceritaan mulai berkelok. Inilah saatnya Bird harus berkompromi dengan naskah (maunya) thought-provoking buatan Lindelof. Semua gegap gempita yang kita rasakan sebelumnya tergantikan oleh penyampaian bernada menceramahi berisi sederet pesan moral mengenai harapan dan sikap optimis ditambah kritik sosial terhadap peradaban manusia saat ini. Terdengar berat? Bagi penonton cilik yang bersorak sorai memperoleh suguhan menyenangkan khas Disney di paruh pertama, ya. Memberi kebingungan dengan dahi berkerut-kerut. Sementara penonton dewasa – setidaknya bagi saya – mendatangkan rasa tidak puas lantaran visi Lindelof dihidangkan setengah matang oleh Bird. Imbasnya ada pada laju film yang tersendat-sendat, membawa kejenuhan. Rating: ★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Secara keseluruhan, Tomorrowland jelas adalah sebuah feel-good-movie yang diberkahi dengan efek visual yang keren dan deretan adegan aksi yang menegangkan. Sebuah film yang tidak hanya bergantung pada ketenaran aktor-aktris dan hingar-bingar audio visual, tetapi juga menyertakan sebuah makna hidup yang tidak banyak digali oleh film-film kebanyakan. Sebuah kisah orisinil yang menggambarkan kita bagaimana seorang optimis dan pesimis akan bertindak, demi mencapai Tomorrowland masing-masing. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

It’s been quite a long I didn’t see a sci-fi as fun, exciting, and highly imaginative as Tomorrowland. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 15 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)