Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Munafik (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted October 7, 2016 by

 
Full Article
 
 

munafik-poster

Critics Review: ★★★★ (1 review)
Film Bloggers Review: ★★★ (10 reviews)

SYNOPSIS

Film terlaris Malaysia sepanjang masa. Seorang ustadz belum dapat menerima kenyataan bahwa istrinya tewas dalam sebuah kecelakaan. Ia kemudian membantu seorang wanita bernama Maria yang diganggu oleh setan. Tetapi, setelah ia menolong Maria, sang ustadz pun mulai mengalami kejadian-kejadian aneh.

 

Malaysia’s highest grossing film of all time. A cleric is yet to come to terms with the fact that his wife is dead from an accident. He then helps out a woman, Maria, who is being terrorized by ghostly presence. But after he helps her, he starts to experience strange occurences.

General Information

Director: Syamsul Yusof
Cast: Syamsul Yusof, Nabila Huda, Fizz Fairuz, Pekin Ibrah
Running Time: 98 minutes
Release Date: 5 October 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Film Malaysia dengan formula film horor Indonesia era ’70-80an. Dikemas dengan atmosfer ideologi syariah yang kental. Menyegarkan. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Permainan problematika agama yang dikemas dalam Munafik sebenarnya thought-provoking dengan sajian elemen horor yang kuat. Hanya saja, Munafik lemah menceritakan detil cerita dengan kompleksitasnya yang membuat filmnya beberapa kali mengendur. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Plays like an Islamic Exorcist, Munafik is quite a hell of a show. Still had flaws, but mostly a real nice effort. Rating: ★★★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Meski dari segi premis, cerita yang diangkat terasa usang, namun muatan religinya yang kental melalui ayat-ayat suci Al-Quran yang dilantunkan seperti menjadi angin segar. Tidak ada anak-anak muda yang bermain-main dengan benda keramat atau sok melanggar aturan. Yang ada hanyalah orang-orang yang diuji keimanan mereka oleh Sang Maha Kuasa. Rating: ★★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

In the midst of increasingly saturated horror market, Munafik offered something different: a horror movie that’s not only profound but also culturally familiar and very easy to relate to. It was scary, thrilling, and suspenseful. The story was tight with a worthy pay off. But most importantly, it’s more than just a ghost story. It’s a story about one’s journey to find for answers and made peace with a loss, a journey that might never end. Rating: ★★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

As religious horror, Munafik can’t help itself from being preachy. While the horror is generic and heavily rely on constant jumpscares, at least at some point it’s still enjoyable to watch. As long as you can stand its abundance of cringe worthy moments. Rating: ★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Salah satu horor terburuk tahun ini. Rating: ★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Pola menakuti yang dipakai Syamsul sebetulnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukannya ketika menyerang nyali penontonnya di Khurafat. Permainan suara dan atmosfir mencekam masih menjadi andalan Syamsul untuk merangsang rasa takut, bisa dibilang saya sudah lebih dulu dibuat dag-dig-dug-ciut sebelum penampakannya dimunculkan. Well, untuk urusan penampakan pun Syamsul tidak sembarangan dan menempatkan para pemainnya yang sudah dipermak jadi hantu di posisi yang tak diduga-duga, plus dengan waktu kemunculan yang pas untuk memaksimalkan daya kejutnya. Dampak kejutan yang pengaruhnya lebih terasa ketimbang jump scare murahan yang hanya mengandalkan efek suara tidak karuan yang volume-nya ditinggikan. Saya puas sekaligus menikmati suguhan uji nyali yang dipersiapkan matang oleh Syamsul Yusof di Munafik, salah satu film horor menyeramkan tahun ini. Rating: ★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Sebagai horror lumayan serem, tapi lebih terpikat sama ceritanya. Rating: ★★★1/2

ROHMAN SULISTIONO (Catatan Si Momo)

Kedekatan kultur yang diangkat oleh Munafik dengan kebiasaan sekelompok masyarakat Indonesia membuat tensi seram di film ini pun meningkat. Rating: ★★★

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Premisnya memang generik, apalagi bagi anda yang sudah familiar dengan banyak film horor. Namun Munafik ditangani dengan cara yang berbeda dari horor kekinian. Tak ada karakter yang berbuat bodoh hanya demi perkembangan alur. Film ini adalah tentang keimanan yang diuji serta perjalanan untuk berdamai dengan diri sendiri. Setiap pilihan tindakan mereka masuk akal jika ditinjau dari perspektif yang manusiawi. Sayangnya, konsep yang menarik ini harus ternodai dengan akting yang tidak manusiawi. Pengecualian bagi Syamsul yang penampilannya lumayan bisa menangkap keraguan dan depresi Adam, film ini berisi akting dengan dramatisasi sinetronik (bedanya, yang ini minus scoring “jeng jeng” atau “cressss” khas sinetron). Rating: ★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Munafik menang di kedekatan cerita dengan kita dibanding horor zombie, apalagi horor setan bule. Tak hanya nyali kita yang dibuat berantakan oleh Munafik, tapi juga emosi kita di penghujung film. Terrornya intens, tapi agak ilfil karena terus berpindah-pindah lokasi. Rating: NA

 

Last Updated: 10 October 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)