Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

The Great Wall (2016)

 

 
Overview
 

Genre: , ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted December 1, 2016 by

 
Full Article
 
 

thegreatwall-poster

Critics Review: ★★3/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (13 reviews)
Audience Review: ★★★1/4 (21 reviews)

SYNOPSIS

The Great Wall dari Legendary Pictures menceritakan kisah mengenai pasukan elit yang melakukan perlawanan berani bagi umat manusia di atas salah satu bangunan paling ikonis di dunia. Film berbahasa Inggris pertama Zhang Yimou ini adalah film terbesar yang pernah sepenuhnya disyut di Tiongkok.

 

Legendary’s The Great Wall tells the story of an elite force making a valiant stand for humanity on the world’s most iconic structure. The first English-language production for Yimou is the largest film ever shot entirely in China.

General Information

Director: Zhang Yimou
Scriptwriter: Carlo Bernard, Doug Miro, Tony Gilroy
Cast: Matt Damon, Pedro Pascal, Willem Dafoe, Tian Jing, Andy Lau, Numan Acar, Eddie Peng, Lu Han
Running Time: NA
Release Date: 4 January 2017

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Keepikan tampilan visual dan kualitas produksi The Great Wall berbanding begitu terbalik dengan kualitas penceritaannya. The Great Wall hadir dengan deretan konflik yang selain generik juga tidak pernah benar-benar mampu dikelola degan baik penyampaiannya. Kelemahan ini yang membuat–meskipun hadir dengan adegan pembuka yang cukup memukau–The Great Wall kemudian terasa datar dan membosankan pada banyak adegan kisahnya. Selain sama sekali tidak menawarkan sesuatu yang baru maupun menarik, pengisahan The Great Wall juga terasa begitu hampa dalam pengembangan karakter-karakter yang dihadirkan di dalamnya. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Terlepas dari segala kemegahan visual efek–yang bahkan tak terlalu megah–itu, jelas The Great Wall punya banyak sekali masalah. Poin awalnya adalah ketika The Great Wall baru saja membuka ceritanya untuk dikenalkan kepada penontonnya yang minim koneksi, belum berusaha untuk membangun pondasi yang kuat. The Great Wall dipenuhi dengan subplot yang harusnya bisa dikurangi agar lebih efektif. Tujuannya sebagai sebuah film yang penuh senang-senang pun terkadang terasa “off“, karena The Great Wall bermain terlalu serius. Rating: ★

AWYA WAHARIKA (Awya Ngobrol)

The Great Wall was so much fun! Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

NA. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Throwing his visual aesthetic and subtext of trust into world class blockbuster patterns, Zhang Yimou wants to have fun in The Great Wall and all we’ve got is tons of heavyweight visual marvel kind of fun! What a cinematic ride! See it only in 3D and ups. Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

The Great Wall is amazing. Masalah cerita ya sudah lah ya. Cerita ecek-ecek gitu juga visual efeknya super duper edan. Jadi nyesel kenapa ga nonton di IMAX 3D. Bakal keren gila sih. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

The Great Wall is visually stunning and massive in scale, probably one of the very first China-Hollywood blockbuster done right. But with such ridiculous historical-fiction concept and poor script, it took itself way too seriously ’til it’s not fun anymore. It’s frustrating. The Great Wall rupanya masih belum keluar dari pattern film-film east-meets-west yang sudah ada: script busuk dan karakter bule yang terlalu agung. Rating: ★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Lupakan narasinya yang tipis, The Great Wall adalah sajian kolosal manusia vs monster yang digarap serius, megah, dan seru. Rating: ★★★

LEE CHANDRA (MovSic)

Yimou memanjakan mata. Penyelesaian akhir terburu-buru membuat production value The Great Wall yang luar biasa nyaris sia-sia. Rating: ★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

The Great Wall ini bukti kalau Amerika suka gaya-gayaan, dan Cina pun akhirnya ikutan. Boleh ditonton, tapi jangan dipikir dan dirasakan. Rating: ★★

PRIMA TAUFIK (Layar Tancep)

Tak dinyana film aksi ala Hollywood Zhang Yimou bersama Matt Damon sukses memberi hiburan yang menyenangkan. Mencoba keluar dari zona nyamannya Zhang Yimou tampaknya ingin bereksperimen dengan membuat film yang sangat ringan dan sangat bergaya Hollywood. Cerita yang juga ringan dan lebih mengedepankan aksi juga tidak mirip dengan banyak film-film Yimou lainnya. Selain itu yang paling mencuri perhatian adalah dialog yang ringan dan banyak one liner lucu yang membuat penonton tertawa. Rating: ★★★★

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

The Great Wall is what I expect from Yimou. Lebay, epic, gazillion extras, color coordinated, kain berkibar. Add Ramin Djawadi’s music, keren! Rating: ★★★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Plot adalah hal yang tak begitu diperhatikan disini; ia formulatif. Anda bisa menebak perkembangan alurnya dari menit awal. Percakapan berada di level dialog yang mendasar (saat akan mengambil potongan tangan monster, Damon berujar “Aku akan mengambil tangannya”). Namun jika yang ingin dijual oleh The Great Wall hanyalah visual mengagumkan, Zhang Yimou berhasil dengan spektakuler. Film ini terlihat dan terasa seperti blockbuster mahal Hollywood. Rating: ★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

The Great Wall was a great visual spectacle! Go experience it in the best screen possible. Highly recommended in IMAX. Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE REVIEW

ADE HENDY

Lupakan soal “tipisnya” cerita yang menjadi pijakan film ini, maka Anda akan mendapat sebuah hiburan yang amat menyenangkan. Penggunaan efek spesialnya memanjakan mata (scene perang di awal film, my God!). Scoring yang memukau juga menegangkan. And lastly, siapa yang mampu menolak pesona Komandan Li sebagai “eye candy“. Tentunya bukan saya. Rating: ★★★1/2

ALVIN XI

Lupakan plotnya yang ridiculous itu, The Great Wall bagaikan menaiki rollercoaster selama 104 menit dengan visual yang megah dan aksi sekuens bombastis yang akan membuatmu bergidik tanpa henti. What a fun ride! Rating: ★★★★1/2

DWI PRIA NUGRAHA

Budget yang wah memang membuat The Great Wall terasa megah dengan visual-visual cantik dan aktor kelas wahid. Tetapi, ada beberapa titik yang membuat The Great Wall membosankan untuk dinikmati. Tian Jing adalah alasan untuk tetap melek di dalam bioskop. Rating: ★★1/2

ICHA GRAISA

Sebagai orang yang nggak pernah suka film perang dan film dengan latar belakang negara Tiongkok, The Great Wall merupakan film perang yang menarik dan nggak membosankan sama sekali! Jatuh cinta sejak awal dengan sinematografinya, moral cerita yang cepat tersampaikan. Harus nonton! Even nggak suka film perang! Rating: ★★★★1/2

M HABIBIE IBNU HALIM

Cerita dongeng fantasi yang sederhana tak membuat The Great Wall menjadi sajian yang biasa saja. Lanskap dan adegan perang kolosal antara pasukan warna-warni dengan monster, menjadikan film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton di IMAX dan 4DX. Jing Tian cantik banget. Rating: ★★★1/2

MUMPUNI CITRA

Cerita yang generik disertai dialog picisan yang kerap mengganggu membuat film ini memiliki lubang sangat besar di balik penggarapannya yang ambisius dan tidak main-main. Tontonlah in 3D dan manjajakan mata Anda. Bersenang-senanglah dalam sebuah film kolosal Tiongkok yang megah! Rating: ★★

 

Last Updated: 10 January 2017


One Comment


  1.  
    Anggra Waskito

    The Great Wall cukup menghibur tapi tidak perlu seorang Zhang Yimou untuk menyutradarai film seperti ini. Mungkin Hollywood terpesona dengan desain produksi The Curse of Golden Flower, lalu merekrut Yimou tapi film ini bukan standar tinggi khas Yimou. Dengan cerita dan script yang seluruhnya dibuat oleh orang bule, merekrut sutradara Cina Daratan mungkin sebuah sopan santun Hollywood agar bisa membuat film dengan judul ikon negeri Tiongkok. Hasilnya adalah sebuah film yang penuh kompromi dari sisi Barat maupun Timur.

    Bujet produksi nampaknya lebih banyak untuk honor Matt Damon (walau kalah mempesona dari veteran Andy Lau) dan pos CGI yang hasilnya lebih mirip serial Hercules-nya Kevin Sorbo (plus ada visual yang mengingatkan pada World War Z). Editing yang terburu-buru menghalangi Yimou untuk menunjukkan kebesaran kerajaan Cina padahal aksi heroik para prajurit Cina sangat luar biasa dalam menghadapi monster antah-berantah yang mengancam kedamaian negaranya setiap 60 tahun sekali.

    Sepertinya siapapun sutradaranya tidak akan jadi masalah selama Elly Xu Gi Gi yang menjadi koordinator figuran yang banyak banget di film ini, hehehehe.

    Rating: 2.5/5





Leave a Response


(required)