Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Under the Shadow (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 18, 2016 by

 
Full Article
 
 

undertheshadowindonesia-poster

Critics Review: ★★★★ (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★3/4 (11 reviews)

SYNOPSIS

Shideh (Narges Rashidi) dan keluarganya tinggal di tengah kekacauan perang Iran dan Irak, sebuah masa yang dikenal sebagai War of the Cities. Dituduh subversif oleh pemerintahan Revolusioner dan masuk daftar hitam dari sekolah kedokteran, semangat Shideh pun meredup. Dengan Teheran yang selalu di bawah ancaman bom dari udara, dan suaminya (Bobby Naderi) yang sedang dikirim oleh militer ke garis depan, Shideh pun kini tinggal sendiri untuk melindungi putri mereka yang masih kecil, Dorsa (Avin Manshadi). Setelah sang suami pergi, sebuah misil menimpa gedung apartemen mereka, dan meskipun gagal meledak, salah seorang tetangganya meninggal secara misterius, sementara Dorsa mulai menunjukkan perilaku yang janggal. Shideh makin larut dalam suasana pertikaian ini, dan berusaha keras untuk memisahkan apa yang nyata dan apa yang tidak. Ketika mencari jawaban atas pertanyaannya, ia diberi tahu oleh tetangganya yang percaya takhayul bahwa misil terkutuk yang menyerang mereka telah membawa serta Djinn—roh jahat dari Timur tengah yang berkelana bersama angin. Yakin bahwa kekuatan jahat yang ada dalam gedungnya mencoba untuk merasuki Dorsa, Shideh tak punya pilihan selain menghadapi roh jahat tersebut demi menyelamatkan dirinya dan putrinya.

 

Shideh (Narges Rashidi) and her family live amid the chaos of the Iran-Iraq war, a period known as The War of the Cities. Accused of subversion by the post-Revolution government and blacklisted from medical college, she falls into a state of malaise. With Tehran under the constant threat of aerial bombardment, her husband (Bobby Naderi) is drafted and sent to the frontlines by the army, leaving Shideh all alone to protect their young daughter, Dorsa (Avin Manshadi). Soon after he leaves, a missile hits their apartment building and while failing to explode, a neighbor dies under mysterious circumstances and Dorsa’s behavior becomes increasingly erratic. Shideh finds herself slowly drawn into the ensuing turmoil, struggling to cling onto what is real and what is not. Searching for answers, she learns from a superstitious neighbor that the cursed missile might have brought with it Djinn – malevolent Middle-Eastern spirits that travel on the wind. Convinced that a supernatural force within the building is attempting to possess Dorsa, Shideh has no choice but to confront these forces if she is to save her daughter and herself.

General Information

Director: Babak Anvari
Scriptwriter: Babak Anvari
Cast: Narges Rashidi, Avin Manshadi, Bobby Naderi, Ray Haratian, Arash Marandi
Running Time: 84 minutes
Release Date: 23 November 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

SHANDY GASELLA (Detik)

Pada akhirnya penonton bisa melihat film ini sebagai sebuah tontonan horor mistis yang mencekam. Atau, sebagai kisah drama penuh trauma akan kekejaman perang dan represi agama, dengan melihat unsur-unsur horornya sebagai “semiotika” belaka. Ditonton dengan pendekatan apapun, film ini berhasil tersampaikan lewat salah satu atau bahkan kedua sudut pandang tersebut. Rating: ★★★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Mengetahui ada sesuatu yang salah tetapi tidak bisa melihatnya itu seringkali lebih menyeramkan ketimbang dapat mendeteksi secara jelas dimana letak kesalahannya. Cara inilah yang ditempuh Anvari dalam mempermainkan ketakutan penontonnya di Under the Shadow dan harus diakui, itu sangatlah jitu! Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Dengan bangunan kisah yang telah terbangun kuat dan atmosfer penceritaan yang semakin kelam, Under the Shadow terbukti berhasil menjadi sebuah horor yang kuat. Horor yang tidak hanya mampu menakuti namun juga memberikan serangan pemikiran kepada penonton mengenai berbagai adegan yang mereka saksikan sekaligus menghadirkan simpati yang mendalam kepada karakter-karakternya. Sebuah kesuksesan yang jelas tidak dapat dicapai dengan mudah. Rating: ★★★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Under the Shadow ultimately defines a new breed of Iranian horror with fears from many aspects of being a woman struggling through their history. Rating: ★★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Film ini sukses bikin takut secara psikologis. Horror fans harus nonton sih ini. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Under the Shadow works better as a family drama. And yes, the performances and cinematography are masterclass. But as a horror movie? Nope. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Under the Shadow merupakan salah satu film horor terbaik sepanjang masa, walaupun cerita di awal hingga pertengahan tidak untuk semua kalangan karena terlalu begitu kelam dan sepi. Hingga akhirnya datang teror yang luar biasa hanya dari selembar kain sarung. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Horor perang Iran-Irak diterjemahkan lewat teror dalam rumah yang dibangun mencekam dan menakutkan oleh Babak Anvari. Under the Shadow tak hanya akan menyerang nyali tapi juga psikologis penonton. Simple, efektif, dan hasilnya maksimal dalam menakuti. Buat yang suka The Babadook, pasti bakal suka sama Under the Shadow, salah satu horor terseram dan paling bikin stres tahun ini. Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Kuantitas jump scare bisa dihitung dengan jari, tapi efektivitasnya luar biasa. Dibantu kecerdikan pergerakan kamera Kit Fraser–kamera bergeser lambat atau berputar 90 derajat sebelum mengungkap penampakan–Anvari menghadirkan kesempurnaan timing, mendadak mengejutkan penonton di saat tak terduga. Anvari pun tidak memunculkan jump scare sepotong-sepotong, melainkan melanjutkan ke teror berikutnya, memaksimalkan ketegangan sebab jantung penonton masih berdebar kencang akibat rasa kaget sebelumnya. Rating: ★★★★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Saya sangat menyukai bagaimana Anvari berhasil menggabungkan drama domestik, horor, dan subteks sosial dengan mulus. Film ini juga punya usaha pembangunan suspens yang kompeten, yang membuat saya merinding di banyak kesempatan. Namun mengingat payoff yang inferior dari setiap buildup-nya, saya ragu apakah film ini akan dinilai menarik oleh pencinta horor. You know, kalangan yang mencari sesuatu untuk menakut-nakuti dan membuat mereka berteriak ngeri. Rating: ★★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Kombinasi yang unik, saat film Under the Shadow menggabungkan teror dari rezim yang represif, dengan teror dari serangan rudal negara tetangga, serta teror sebuah “perang spiritual.” Atmosfer horor yang pekat disempurnakan dengan performa cast-nya. Yang unik dari Under the Shadow adalah masing-masing teror hadir minimalis tapi punya efek yang kuat. Rating: ★★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Iranian’s The Babadook with spookier entity within its slow-built storyline and scariest atmosphere. Rating: ★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Smartly using socio-cultural approach as background, Under the Shadow elegantly and effectively built the terror. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 1 December 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)