Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Danau Hitam (2014)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 

Positives


Sinematografi dan sound design.

Negatives


Alur cerita terbelenggu film pendahulunya.


0
Posted November 30, 2014 by

 
Full Article
 
 

DanauHitam-Poster

Critics Rating: ★★1/4 (2 reviews)
Film Bloggers Rating: NA (0 review)

SYNOPSIS

Tengah malam, di dalam hutan di suatu tempat, sekelompok orang menyingkirkan seorang gadis kecil yang dianggap membawa sial. Mereka memasukkan gadis itu ke dalam peti, menguncinya, lalu melemparkan peti itu ke tengah danau dan dibiarkan tenggelam. Kabut tebal tiba-tiba menyelimuti danau diikuti teriakan keras.

Andrean, Keyla, Boy, Audi, dan Joni pergi ke danau di hutan itu. Andrean berkata, “Ini tempat terbaik di bumi.” Mereka bermalam di tepi danau. Andreas menemukan sebuah peti ketika mereka sedang berenang di danau itu, dan mengangkatnya ke tepi. Malam harinya, kabut tebal menyelimuti tenda.

Keesokan harinya mereka bersepeda berkeliling, dan menemukan rumah kosong yang dilingkari garis polisi. Mereka memutuskan untuk bermalam di rumah itu. Malamnya, mereka diterror oleh sosok gadis kecil dan mengalami serentetan kejadian yang tidak masuk akal.

Merasa ada yang mengancam keselamatan jiwa mereka, mereka berusaha melarikan diri. Namun, gadis kecil itu terus mengintai mereka ke manapun mereka pergi. Boy berhasil membuka peti yang mereka temukan di danau. Semua misteri terkuak. Pilihan mereka hanya dua: mengembalikan peti ke danau atau mengalami teror selamanya.

 

In the middle of night, somewhere in the woods, a group of people to get rid of a little girl who is considered to bring bad luck. They loaded her into a coffin, locked it, and threw it into the middle of the lake, and let it sinking. Thick fog suddenly enveloped the lake followed by a loud scream.

Andrean, Keyla, Boy, Audi, and Joni go to the lake. Andrean says, “This is the best place on earth.” They spend the night on the lake shore. Andreas finds a coffin when they swim in the lake, and raise it to the shore. At night, thick fog enveloped their tent.

The next day they cycle around, and find an empty house circled by police line. They decide to spend the night in that house. Later that night, they are terrorized by a small figure of a girl and suffer a series of events that do not make sense. Thinking that their safety are threatened, they try to escape. However, the little girl continues to follow them wherever they go.

Boy manages to open the coffin they found in the lake. All the mystery unfold. They have only two choices: return the coffin to the lake or suffer the terror forever.

 

General Information

Director: Jose Poernomo
Scriptwriter: Jose Poernomo
Cast: Nadine Chandrawinata, Denny Soemargo, Ganindra Bimo, Maria Selena, Daniel Topan
Running Time: 95 minutes
Release Date: 4 December 2014

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Teknis mengambil gambar menurut saya memang jadi nilai plus di “Danau Hitam”, tapi apakah Jose juga cermat menggabungkan gambar bagus itu ke dalam film horornya? bisa iya, dan bisa juga tidak. Iya, ketika segala macam setting lokasi berkabut itu memiliki potensi untuk membuat suasana di “Danau Hitam” menjadi mencekam, ditambah sudut pengambilan gambar yang tepat, di bagian ini tehnik Jose saya anggap bisa diterima. Well, satu hal lagi yang patut diapresiasi di film ini yaitu tata suara-nya, sound design diperhatikan betul agar nantinya pengalaman menonton bisa lebih nyaman dan manusiawi tanpa harus se-berisik “Rumah Gurita”. Okay, sampai di dua bagian tersebut—gambar dan suara, saya suka apa yang dilakukan “Danau Hitam”, setidaknya memperlalukan penonton secara manusiawi.Sayangnya film yang diramaikan oleh Nadine Chandrawinata, Denny Soemargo, Ganindra Bimo, Maria Selena dan Daniel Topan ini tak banyak berbicara saat tiba waktunya untuk menakuti penontonnya, termasuk saya. Tidak seburuk film-film Jose sebelumnya, tapi masih tetap buruk. Apalagi saya sudah dibuat mabuk lebih dulu oleh ratusan jam dubstep sebagai musik pengiringnya, seperti tak cukup ada di pembuka film, iringan musik ajeb-ajeb ini akan dimasukkan tanpa memikirkan apakah cocok atau tidak. Rating: ★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Secara teknis, DH menyempurnakan pencapaian pendahulunya. Dari segi akting dan alur cerita, (maaf) DH terbelenggu platform pendahulunya. Rating: ★★1/2

 

STILLS

 

Last Updated: 17 December 2014


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)