Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Don’t Knock Twice (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted February 7, 2017 by

 
Full Article
 
 

DontKnockTwice-Poster

Critics Review: ★★1/2 (1 review)
Film Bloggers Review: ★★1/4 (2 reviews)

SYNOPSIS

“Ketuk sekali untuk membangunkannya dari tidur, ketuk dua kali untuk membangkitkannya dari kematian….” Begitulah bunyi sebuah legenda urban mengenai sebuah rumah kosong yang kabarnya dihuni seorang penyihir pendendam yang suka menculik anak-anak. Ketika seorang remaja bermasalah bernama Chloe mengetuk pintu rumah tersebut di suatu malam, ia tidak tahu bahaya apa yang akan segera dilepaskannya. Ketika ia akhirnya kabur dari negara tersebut dan tinggal bersama sang ibu yang telah lama tidak bertemu dengannya, Chloe harus berusaha untuk mempercayai sang ibu yang telah lama meninggalkannya demi menghentikan iblis jahat yang mengintai mereka.

 

“Knock once to wake her from her bed, twice to raise her from the dead…” So goes an urban legend involving an abandoned house supposedly inhabited by a vengeful, child-stealing witch. When troubled teen Chloe raps at the door one night, she has no idea the horror she’s about to unleash. Fleeing to the country home of her estranged mother, Chloe must learn to trust the woman who gave her up years ago in order to stop the demon stalking them.

General Information

Director: Caradog W. James
Scriptwriter: Mark Huckerby, Nick Ostler
Cast: Katee Sackhoff, Lucy Boynton, Javier Botet, Jordan Bolger, Nick Moran, Pooneh Hajimohammadi
Running Time: 95 minutes
Release Date: 8 February 2017

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

HARIS FADLI PASARIBU (Flick Magazine)

Sungguh sebuah kesia-siaan, karena baik Sackhoff maupun Boynton bermain baik dan meyakinkan. Hanya saja naskah yang inkoheren tidak mengizinkan karakter mereka untuk hadir secara lebih dalam atau menjadi sosok manusia utuh ketimbang bagian dari sketsa. Akhirnya dinamika interaksi mereka terasa dipaksakan dan kurang meyakinkan. Tidak heran jika ironi, metafora, filosofi, atau apapun yang ingin disampaikannya, Don’t Knock Twice gagal melakukan itu. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Relying on just jump scares over the incoherent storytelling and twists, Don’t Knock Twice had a chance but failed. Rating: ★★1/2

TEGUH RASPATI (UlasanPilem)

Filmnya memang memberikan latar belakang mitologi, namun sayangnya teknik menakutinya nyaris tanpa konteks. Penampakan hantu dalam film memang tak pernah masuk akal, namun anda mungkin bakal sulit menyangkal bahwa dalam Don’t Knock Twice seringkali hal ini dilakukan sebagai jalan pintas agar plot berjalan ke arah yang diinginkan naskah. Rating: ★★

 

Last Updated: 17 February 2017


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)