Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

22 Menit (2018)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted July 17, 2018 by

 
Full Article
 
 

Critics Review: ★★★ (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (2 reviews)
Audience Review: ★★★ (13 reviews)

SYNOPSIS

Suatu pagi yang tenang di bulan Januari 2016 mendadak menjadi genting dan mencekam setelah terjadi serangan bom di daerah Thamrin, Jakarta. Seorang polisi bernama Ardi (Ario Bayu) dengan satuan kepolisian segera memburu pelaku pengeboman. Bersama seorang polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman hakim), Ardi harus menyelamatkan warga dan mengamankan situasi. Baku tembak dengan pelaku pun tidak terhindarkan.

Kejadian ini melukai puluhan orang. Salah satu korban adalah office boy bernama Anas (Ence Bagus) yang sedang membeli pesanan makan siang. Korban luka lain adalah Dessy (Ardina Rasti) dan Mitha (Hana Malasan), dua karyawati yang sedang bergegas ke tempat kerja.

Ardi, Firman dan segenap jajaran unit anti terorisme mempertaruhkan nyawa demi mengamankan ibukota dari ledakan bom tersebut. Dalam 22 menit, pelaku berhasil diringkus. Namun, peristiwa tersebut telah mengubah hidup banyak orang.

General Information

Director: Eugene Panji, Myrna Paramita
Scriptwriter: Husein M. Atmodjo, Gunawan Raharja
Cast: Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Ajeng Kartika, Ardina Rasti, Ence Bagus, Fanny Fadillah, Hana Malasan, Khiva Iskak, Mathias Muthus, Raya Adena Syah, Taskya Namya, Totos Rasiti, Vincent Rompies
Running Time: 71 minutes
Release Date: 19 July 2018

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

22 Menit mampu menghadirkan ketegangan yang terjaga cukup baik. Walau kadang terasa bermain terlalu aman–dengan karakter-karakter antagonis yang tidak pernah mampu tergambar dengan baik dan mendalam dari segi motif maupun karakterisasinya–gambaran proses pengejaran hingga penangkapan yang disajikan dalam film ini hadir apik dan tergarap memuaskan. Rating: ★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Kuat di sektor laga. Kedodoran di sektor drama. Rating: ★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

RASYID HARRY (Movfreak)

NA. Rating: ★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Missed an opportunity to serve a whole solid script, at least 22 Menit‘s action sequences were nicely and intensely crafted. Also, Eugene Panji still has a strong emotional and humanist touch, even for weak characters. Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE REVIEW

AJI BAGOES RISANG P.

Meski bagian dramanya kurang berhasil dikemas dengan baik, 22 Menit mampu memberikan reka ulang yang menarik dan mencekam, terutama untuk yang dekat dengan kejadiannya. Rating: ★★★

ANDREAS PURWANTO

22 Menit adalah lompatan besar dari Eugene Panji yang biasa bikin film anak-anak. Penampilan pemeran polisinya bagus-bagus, enggak seperti film Indonesia tipikal. Sayangnya karakter-karakternya itu enggak dapet waktu cukup untuk dapat dipedulikan penonton ketika 22 Menit berakhir. Rating: ★★★1/2

AMMYTA PRADITA

OST-nya apik. Karakter terlalu banyak jadi hanya sepintas lewat, Ence Bagus top! Rating: ★★1/2

HELMI MAHA PUTRA

Decent euy. Ndak over-dramatized. Takarannya pas, nonlinearnya juga pas. Setidaknya dibuat dengan ndak asal-asalan dan biaya produksi yang besar ndak sia-sia. As practical as what the police had done. Rating: ★★★1/2

MUHAMMAD HABIBIE

Bagian aksinya digarap dengan sangat baik, mendukung tujuannya sebagai kampanye kesigapan kepolisian melawan teroris. Durasi 75 menit terlalu singkat, mengorbankan porsi drama keluarga dan percintaan yang potensial untuk menyentuh hati, padahal soundtrack dari Semenjana sudah siap menumbuk relung hati. Rating: ★★★

REHAN MUSLIM

Tentang ledakan bom dan penembakan di Thamrin, Jakarta. Dibalut dengan cerita beberapa orang yang berada di peristiwa tersebut membuat film ini tidak membosankan. Hal bagusnya terletak pada situasi mencekam yang ditampilkan dan efek ledakan bom. Namun, mendekati ending tidak terasa intens. Rating: ★★★

TALIN VANIA SALIM

22 Menit tersaji dengan durasi yang pas dan arahan yang tepat. Ketegangan dan drama disajikan dalam porsi yang pas sehingga seru untuk dinikmati. Rating: ★★★

TAUFAN SUGIYAT

Mengambil sudut pandang mirip film Vantage Point (2008) yang kebetulan punya tema yang mirip pula, 22 Menit ternyata tidak terlalu konsisten dan mengambil jalur linear di separuh akhir. Alhasil, karakterisasinya nanggung dan seperti melihat film yang berisi peran pembantu semua. Adegan aksinya tidaklah buruk untuk skala produksi Indonesia, meskipun seharusnya bisa lebih optimal lagi. Anyway, soundtrack-nya keren. Rating: ★★★

 

AUDIENCE RECOMMENDATION

84.6%

 

Last Updated: 27 July 2018


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)