Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

A Copy of My Mind (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted December 12, 2015 by

 
Full Article
 
 

ACopyOfMyMind-Poster

Critics Review: ★★★★ (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★3/4 (14 reviews)

SYNOPSIS

Sari, pekerja salon kecantikan, menemukan hiburan pada DVD bajakan. Tapi, dia sering menemukan terjemahan buruk. Suatu hari, dia mengeluh kepada penjual yang kemudian memperkenalkannya pada Alek, pembuat terjemahan DVD bajakan. Mereka segera jatuh cinta dan menciptakan dunia mereka sendiri, terpisah dari riuh rendah kampanye presiden yang sangat bergejolak.

Suatu hari, Sari diminta bosnya pergi ke penjara untuk memberikan perawatan wajah untuk seorang narapidana, yang punya banyak hubungan di kalangan atas. Dia dipenjara untuk kasus korupsi. Ketika tiba di penjara, dia tidak menemukan sel penjara kotor, tapi ruang terawat dilengkapi dengan AC, home theater, dan koleksi DVD.

Sari melihat sebuah DVD yang menarik dan mencurinya, tanpa mengetahui bahwa DVD itu berisi rekaman yang melibatkan wanita narapidana itu dengan beberapa pembantu terdekat dari salah satu calon presiden. Ketika Sari dan Alek tahu tentang hal itu, sudah terlambat. Bahaya mengancam.

 

Sari who works in a beauty salon finds solace in pirated DVD she buys each day. But whenever she finds poorly translated subtitles, it upsets her. One day, she decides to complain to the seller who then introduces her to Alek, who make subtitles for DVD piracy ring in Jakarta. They immediately fall in love with each other and create a world of their own, separated from the noisy city at the time of a very turbulent presidential campaign.

One day, Sari is asked by her boss to go to prison to give a facial treatment to an inmate, a wellconnected lady who is doing time for a graft case. When she arrives at the prison, she doesn’t discover a dirty prison cell, but a well-maintained room equipped with air conditioner, home theater, and a DVD collection. Sari sees a DVD that interests her and steals it, without knowing that it actually contains a recording of many other deals involving the wellconnected ladies and some closest aides of one of the presidential candidates. When Sari and Alek finds out about it, it’s too late. And in a country where corrupt government officials and lawmakers always prevail, people like Sari and Alek only have little to none hope to survive.

General Information

Director: Joko Anwar
Scriptwriter: Joko Anwar
Cast: Tara Basro, Chicco Jerikho
Running Time: 116 minutes
Release Date: 11 February 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★★

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Sari dan Alek tidak hanya terlihat humanis, terasa dekat dengan penonton, tapi juga karakter yang bisa membuat kita pada akhirnya peduli pada nasib hubungan mereka. Ketika Joko menceburkan keduanya ke dalam masalah, kepedulian tersebut kian terasa dalam dan mengikat, kita sudah dibuat jatuh hati pada Sari dan Alek, hingga kita berharap untuk melihat mereka baik-baik saja di akhir film. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Penuh kesederhanaan dan keintiman yang menawan meski dengan penuturan yang jauh lebih realisitis, A Copy of My Mind terasa sangat getir. A Copy of My Mind akan terasa lamban, tapi Joko Anwar memberikan potret kota Jakarta yang apa adanya dengan kesenjangan yang signifkan. Rating: ★★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Dengan repertoire-nya yang penuh dengan kisah extravaganza, A Copy of My Mind rasanya keliatan seperti film yang terlalu sederhana. Tapi justru itu menurut gue yang membuat film ini spesial. Joko Anwar berhasil keluar dari comfort zone-nya. Dia sukses bikin dua main actor-nya berakting seperti manusia normal dan keliatan seperti manusia beneran. Dia berhasil bikin setiap momen terasa begitu berharga. Dan dia berhasil menjadikan A Copy of My Mind sebagai kapsul waktu Jakarta yang penuh dengan feeling. Rating: ★★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Carved with never-before-seen sensual intimacy in our cinema-over its captivating atmosphere, A Copy of My Mind will take you on a one wild ride. Rating: ★★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

I love A Copy of My Mind. Suka sama akting Tara Basro as Sari dengan kepolosannya. It’s a good movie that you don’t want to miss! Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Buat gue A Copy of My Mind adalah film Joko Anwar yang paling simple. Saking simple-nya gue sampe mengernyitkan dahi beberapa kali. Selanjutnya, ada saat A Copy of My Mind ini membosankan. Tapi tetap fokus pada benang merahnya. Terkadang berasa, “Ini kapan kelarnya?” Untung saja tidak keseluruhan film, I do enjoy the movie, meskipun seharusnya Joko bisa berbuat lebih banyak untuk A Copy of My Mind. Tapi ya balik ke tadi. Joko mungkin menginginkan A Copy of My Mind se-simple mungkin. No gimmick just pure drama, tak berlebihan. Memaasukkan intrik “politik” di A Copy of My Mind juga smooth. Tanpa paksaan. Simple. Rating: ★★★

DRAGONO HALIM (Be Noted)

Tak bisa dibantah bila A Copy of My Mind menggambarkan kejujuran yang sederhana dan disampaikan dengan tenang, yang relatable dengan kehidupan sebagian besar orang Indonesia, walaupun berada di luar Jakarta. Rating: ★★★

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

A Copy of My Mind is a luscious story about an everyday romance, pictured in blunt but sincere honesty by Tara Basro and Chicco Jerikho. Their performance were top notch, with just the right dose of pensive and romance. The political bit was practically a way to both send a jibe to the currently corrupt state of our politics, and a bitter reminder of how real life could always get in the way of your brief contentment in the most unusual fashion. Sure, it’s the kind of movie that you could watch in a decade or so to remind you of how living in Jakarta feels like. But for me, it’s the first movie in the long time that made my heart ache, even until I got home and can let my tears fall discreetly. Rating: ★★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Untuk kesekian kali saya katakan, satu yang kamu butuhkan untuk bisa menyantap utuh A Copy of My Mind, satu, yakni kesabaran. Ini bukan jenis film yang grusa-grusu dalam menyampaikan pesannya. Duduk santai sajalah, biarkan pikiranmu terbuka dan nikmati setiap momennya, percayakan semuanya Joko Anwar yang mencoba keluar menuntunmu melalui pendekatan realisnya yang ternyata mampu bekerja dengan sangat baik dalam menohok emosi penontonnya. Rating: ★★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

A Copy of My Mind adalah sebuah catatan dan rekaman kehidupan yang indah sekaligus getir tentang manusia Jakarta biasa. Terasa dekat dan nyata. Sayangnya, paruh akhirnya terasa terlalu realis sehingga emosi-emosi yang seharusnya ada untuk lebih menghidupkannya perlahan padam. Namun, di luar itu, A Copy of My Mind tetaplah sebuah karya yang cantik dari Joko Anwar. Rating: ★★★1/2

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

A Copy of My Mind is surprisingly a poignant political-thriller sweetly wrapped in a sweaty romance with most likable couple of the year. It indeed probes more questions than answers from its unpredictable storyline, but it’s modest in a barely patronizing reflection of thought about Jakarta by Joko Anwar. Rating: ★★★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Selain faktor realisme, keunggulan lain film ini terletak pada dialog, yang mana juga berpijak kuat pada realita. Beberapa baris dialog memang absurd, mengundang tawa, serta “tidak make sense“. Tapi bukankah kenakalan rangkaian kata tidak teratur itu yang menghiasi keseharian kita? Saat kita lebih cenderung melontarkan plesetan macam “gue suka film makhluk campuran gitu kayak buaya sama ikan jadinya bukan” daripada kontemplasi puitis tentang eksistensi yang hiperbolis? Diantara deretan kalimat membumi itu, hadirlah chemistry kuat Chicco Jerikho dan Tara Basro. Interaksi keduanya membuat romansa yang terjalin menjadi believable. Rating: ★★★★1/2

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

NA. Rating: ★★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

NA. Rating: ★★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Film ini jelas menjadi udara segar baru dunia perfilman Indonesia, dan filmography Joko Anwar pada khususnya. Unsur arthouse dengan tempo lambat dan sunyi-nya mungkin bersaing dengan Siti (2014), meski di 3/4 film ini atmosfer yang tadinya nyaman berubah drastis menjadi menegangkan. Meski hal tersebut dapat diimbangi dengan baik dan tempo film kembali ke jalur semula hingga akhir film. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 26 February 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)