Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Aach… Aku Jatuh Cinta (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted January 6, 2016 by

 
Full Article
 
 

AachAkuJatuhCinta-Poster

Critics Review: ★★★3/4 (11 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (14 reviews)

SYNOPSIS

Kisah percintaan dua manusia, Yulia (Pevita Pearce) dengan Rumi (Chicco Jerikho) yang tumbuh sejak kecil saat mereka bertetangga. Hubungan yang unik, puitis, penuh tragedi dan komedi mewarnai perjalanan mereka melewati masa-masa perubahan zaman. Perubahan gaya hidup dan hadirnya produk-produk konsumsi ikut menjadi saksi cinta Rumi dan Yulia.

Rumi sejak kecil hingga dewasa selalu menjadi sumber kekacauan masalah pelik keduanya. Namun kekacauan yang ditimbulkan Rumi justru menjadi penanda yang tak terlupakan bagi Yulia. Setiap peristiwa yang dialami Yulia pun selalu membekas dan menghadirkan kerinduan akan kehadiran Rumi. Rumi tak ada, Yulia bisa merana.

Era tahun 1970-an, 80-an, dan 90-an banyak membawa perubahan gaya hidup dan ekonomi. Melalui buku hariannya Yulia mencatat kenangan manis-pahit, suka-duka, indah-merana, semua yang dirasakannya bersama Rumi. Hubungan cinta keduanya juga menjadi saksi begitu banyak peristiwa tak terduga.

Perpisahan justru menjadi pencarian masing-masing karena keterikatan kenangan masa lalu.

General Information

Director: Garin Nugroho
Scriptwriter: Garin Nugroho
Cast: Chicco Jerikho, Pevita Pearce
Running Time: 85 minutes
Release Date: 4 February 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★1/2

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★★

DEDI YONDRA (Jawa Pos)

NA. Rating: ★★★1/2

LISA SIREGAR (The Jakarta Globe)

NA. Rating: ★★★3/4

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

NA. Rating: ★★★★

SHINDU ALPITO (Metro TV)

Aach… Aku Jatuh Cinta menyadarkan pada kita bahwa kebahagian hakiki terkadang datang dari hal kecil yang kita rindukan. Rating: ★★★1/2

SUSIE BERINDRA (Kompas)

NA. Rating: ★★★★

THOMAS MANGGALA (Koran Sindo)

NA. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★

YULIANUS FEBRIARKO (Kompas.com)

NA. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Dengan permainan simbolik akan perubahan kultur dan bahasa, Aach… Aku Jatuh Cinta adalah persembahan puisi carut marut yang sangat indah. Rating: ★★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Aach… Aku Jatuh Cinta mungkin bukan film Garin Nugroho paling bagus dari filmography-nya yang menyeramkan. Tapi ini adalah comeback yang gue butuhkan untuk bisa bikin gue jatuh cinta lagi dengan seorang Garin Nugroho. Rating: NA

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Jadi Aach… Aku Jatuh Cinta ini memang serba kacau-balau. Chaotic dan liar luar biasa. Namun justru di situ, bersama chemistry dan interaksi akting Chicco Jerikho-Pevita Pearce, hingga sederet supporting-nya termasuk Annisa Hertami dan Nova Eliza, tiap perpaduan elemennya menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk diikuti. Seperti puisi tanpa aturan rima, visual dari tata kamera M. Batara Gumpar Siagian dan storytelling nyeleneh Garin yang lagi-lagi di-set mengeksplorasi eksotisme Jogja, plus scoring Charlie Meliala berikut iringan lagu-lagu klasik Ismail Marzuki (termasuk Dari Mana Datangnya Asmara yang kabarnya sempat dijadikan judul filmnya) tetap bisa membuat kita yakin bahwa sekacau apapun, ini memang adanya sebuah puisi, yang tetap terdengar sangat cantik pula saat disampaikan. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

NA. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Aach… Aku Jatuh Cinta adalah kisah cinta paling tak romantis dan paling rusuh yang pernah gue tonton. Di Aach… Aku Jatuh Cinta semua pemain (bahkan cameo) memanfaatkan benar kesempatan mereka untuk berakting gemilang. Ada yang gagal, namun banyak yang berhasil. Chicco memang sosok yang pas memerankan anak yang punya father issue. Nampak nyatu. Garin memang selalu bisa bikin tampilan yang asyik di tiap filmnya. Aach… Aku Jatuh Cinta punya kelebihan itu. Rating: ★★★1/2

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

NA. Rating: ★★1/2

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

Aach… Aku Jatuh Cinta! was pretty. Eye pleasing with high production value. But it was better suited for theater instead of silver screen. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Aach… Aku Jatuh Cinta tidak seperti cerita cinta di film pada umumnya. Cerita yang unik dengan konsistensi cantiknya akting dan wajah Pevita Pearce belum bisa membuat saya harus mengatakan Aach… Aku Jatuh Cinta terhadap film ini. Rating: ★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Aach… Aku Jatuh Cinta adalah sebuah puisi tentang cinta dan waktu yang mengiringinya. Kisah tiga dekade yang dituturkan Garin Nugroho dengan indahnya. Kisah cinta kacau yang dituturkan dengan musik yang brilian dan sinematografi yang mempesona. Aach… Aku jatuh cinta dibuatnya. Rating: ★★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Kisah cinta mereka tampak indah di mata namun kurang mengetuk hati. Perasaan saya dibuat menggantung. Saya nikmati segala keindahan yang sudah disuguhkan Garin, saya juga dibuat terhanyut oleh alunan scoring-nya, tapi saya harus jujur Aach… Aku Jatuh Cinta tak pernah bisa membuat saya benar-benar jatuh cinta penuh dengan kisah Rumi dan Yulia. Rating: ★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Puisi cinta yang satu ini memang kacau, tapi kekacauan yang disengaja dan sesuai merepresentasikan posisinya sebagaimana prasasti sejarah. Sejarah drama romantika Rumi dan Yulia yang selalu meninggalkan pertanyaan misterius seperti kegelapan pada ending-nya. Aach… Aku Jatuh Cinta tak lain adalah perayaan terhadap cinta, waktu dan kultural, termasuk seni. Rating: ★★★★

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

Aach… Aku jatuh cinta dengan kostumnya, soundtrack-nya (terutama interpretasi terhadap dua lagu Ismail Marzuki), komposisi gambar beserta tata sinematografinya, production design-nya, dan tek-tok percakapan puitis antara Rumi-Yulia. Namun, sebagai film romansa, kisah percintaan di sini sulit untuk dinikmati dan sampai memikat di hati penonton. Aach… Aku (tidak) jatuh cinta, hanya sekadar suka saja jadinya. Yang jelas ini film Garin banget. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Ketika kamu bisa menerima bagaimanapun juga Aach… Aku Jatuh Cinta berada di semesta Garin, selanjutnya yang tampak di depan mata adalah keindahan. Atau lebih tepatnya, kekacauan yang indah. Seperti bukan padanan yang pas, tetapi begitulah Aach… Aku Jatuh Cinta. Penonton diboyong memasuki kisah percintaan penuh kekacauan Rumi-Yulia yang dihantarkan dengan sangat cantik melalui parade gambar penuh warna pula rasa ditunjang performa bagus dan lagu pengiring yang “berbicara.” Rating: ★★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Satu lagi puisi indah karya Garin Nugroho. Yang mengejutkan, tampil fun. Rating: ★★★

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

Dibawakan dengan bahasa gambar khas seorang Garin Nugroho, dialog-dialog puitis nan baku ala Indonesia tahun 70-an, serta penampilan brilian dari Chicco Jerikho dan Pevita Pearce, jelas menjadikan Aach… Aku Jatuh Cinta sebagai standar baru film romansa remaja. Rating: ★★★

 

Last Updated: 26 February 2016


One Comment



Leave a Response


(required)