Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted May 17, 2016 by

 
Full Article
 
 

AisyahBiarkanKamiBersaudara-Poster

Critics Review: ★★★ (1 review)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (4 reviews)

SYNOPSIS

Aisyah adalah seorang sarjana yang baru saja lulus. Ia tinggal di sebuah kampung dekat perkebunan teh yang sejuk dan sarat dengan nilai religius di Ciwidey, Jawa Barat bersama Ibu dan adik laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Ia ingin mengabdikan dirinya sebagai seorang guru. Suatu hari, Ia mendapatkan telpon dari yayasan tempat ia mendaftarkan diri. Tenyata ia sudah mendapatkan tempat untuk mengajar. Sebuah lokasi yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya bernama Dusun Derok, di Kabupaten Timur Tengah Utara. Penempatan ini menjadi konflik kecil dengan ibunya. Akan tetapi karena kerasnya niat, Aisyah memutuskan untuk tetap berangkat ke NTT.

Dari awal kedatangan, ia sudah merasa “asing”. Apalagi ketika datang, masyarakat salah menganggapnya sebagai Suster Maria, hanya karena sama-sama memakai kerudung. Memang masyarakat mengharapkan kedatangan Suster Maria sebagai guru di kampung tersebut. Sehingga ketika kesalahpahaman ini sudah bisa diatasi, ia tetap merasa gamang.

Kampung yang terpencil, tanpa listrik dan sinyal seluler. Musim kemarau yang panjang air susah didapat. Lingkungan yang baru, tradisi yang serba asing dan ruang lingkup religius yang berbeda membuat Asyah gamang. Ada tokoh Pedro (diperankan oleh Arie Kriting) yang membuat persoalan keseharian Aisyah sedikit teratasi.

Awal sebagai guru, ia harus menghadapi kebencian salah satu muridnya bernama Lordis Defam. Awalannya ia tidak tahu kenapa Lordis membencinya, bahkan mempengaruhi teman-teman sekelasnya sehingga tidak mau masuk sekolah. Belakangan lewat kepala dusun, Aisyah mengerti bahwa kedatangannya sebagai guru yang muslim dianggap musuh oleh Lordis Defan yang beragama Katolik. Pemahaman itu dimengerti oleh Lordis Defam lewat pamannya, yang ketika konflik Ambon berlangsung ia berada di kota tersebut.

Bisa bertahankakah Aisyah di sana untuk mewujudkan cita-citanya?

General Information

Director: Herwin Novianto
Scriptwriter: Jujur Prananto, Gunawan Raharja
Cast: Laudya Cynthia Bella
Running Time: 109 minutes
Release Date: 19 May 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Film “kewarganegaraan” sederhana yang dibuat dengan menghibur dan sensible, which is nice. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Ada interaksi antar agama yang dibangun lewat skrip, akting, dan simbol-simbol pengadeganan yang rapi buat jadi luarbiasa menyentuh dalam Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara. Dalam soal penyampaian misi pendidikan atas anak-anak di remote area pun skrip Jujur Prananto hadir dengan simpel tapi penuh makna. Selain akting bagus Laudya Chintya Bella, native children dan para pendukung lain, Arie Kriting steals the show sebagai Pedro. Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Gue suka gimana Jujur Prananto bikin cerita dengan jujur tentang toleransi yang sudah hilang di Indonesia. Eksekusi Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara bisa dibilang agak kentang. Saat udah mau naek ke batas bagus kemudian kayak ngambang dan kemudian turun. Begitu seterusnya. Yang paling gue demen banget di Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara ini adalah penata musiknya yang luar biasa bagus. Kapan lagi lo bisa nonton film Indonesia yang pake lagu Natal dengan cast pake jilbab. Itu indah banget. Arie Kriting ini emang beneran bisa mencairkan film jadi lebih menarik. Apapun genrenya. Jarang ada aktor se-versatile dia. Bella. Well. It’s a progress. Tapi belum yang terlalu gimana. Bagus. Tapi ya sebatas bagus aja. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Jujur Prananto, Herwin, Laudya Cynthia Bella, dan Arie Kriting LUAR BIASA di Aisyah: Biarkan kami Bersaudara. Salah satu film anak-anak terbaik era 2000-an. Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Klise dan overly dramatic, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara sukses menyampaikan pesan pula emosional berkat akting kuat Bella. Rating: ★★★

ROHMAN SULISTIONO (Gudang Film)

Terlepas adanya beberapa plot hole serta klimaks yang cenderung kurang memukul, klise, dan agak dipaksakan, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara tampil cukup prima dalam menyajikan sebuah tontonan perjuangan guru muda di pedalaman NTT. Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara punya penuturan kisah yang bertahap dengan cukup baik, tata sinematografi yang menawan, serta didukung penampilan cast yang juga berupaya tampil maksimal. Terutama para pemeran warga asli NTT dalam film ini. Rating: ★★★

 

Last Updated: 19 May 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)