Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Anak Kos Dodol (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted February 20, 2015 by

 
Full Article
 
 

AnakKosDodol-Poster

Critics Review: ★★1/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★ (4 reviews)

SYNOPSIS

Cerita diawali dengan kedatangan tiga cewek yang baru saja lulus SMU ke sebuah rumah kos diYogya: Sarah, Sofia dan Dewi alias Dedew. Mereka bertiga adalah angkatan terakhir bagi penghuni kos-kosan. Walaupun awalnya menyatukan kemistri di antara mereka tidak mulus, bahkan sempat terpecah menjadi dua kubu, namun akhirnya rasa persahabatan dan kebersamaan mengalahkan semuanya.

Mereka saling menjaga dan saling menguatkan ketika salah-satu dari mereka ada masalah. Kekompakan geng kos dodol ini senantiasa bisa menjawab setiap tantangan. Segala persoalan mereka hadapi bersama.

Mereka menemukan tiga babak paling berharga dalam petualangan mereka: saat mereka merasa seperti burung yang baru lepas dari sangkarnya, melesat terbang merayakan kemerdekaannya, lalu menemukan cinta di perjalanan dan pada akhirnya menyadari arti kebebasan yang sebenarnya.

 

The story begins with the arrival of three girls who had just graduated from high school into a boarding house at Yogya: Sarah, Sofia and Dewi aka Dedew. The three of them are the last generation for residents boarding house. Although initially bringing together the chemistry between them is not smooth, even had split into two camps, but eventually a sense of camaraderie and togetherness beats everything.

They look after each other and encourage each other when one of them get a problem. The camaraderie of this lunkhead boarding gang is always able to answer every challenge. They face All the problems together.

They find the three most valuable chapter in their adventure: when they feel like a bird just escaping from its cage, shot off to celebrate its independence, and finding love on the go and in the end realize the real meaning of freedom.

General Information

Director: Eman Pradipta
Scriptwriter: Anggoro Saronto, Fajar Umbara, Dewi Dedew Rieka
Cast: Ayudia Bing Slamet, Indra Sinaga, Pongki Barata, Ananda Omesh, Sophie Navita
Running Time: NA
Release Date: 26 February 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Faktor utama #AnakKosDodol kurang bisa dinikmati adalah narasinya yang seperti kumpulan sketsa komedi, bukan film utuh. padahal #AnakKosDodol berpotensi menjadi komedi pop yang menggemaskan dan mengundang derai tawa, sama seperti bukunya. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Terlalu banyak yang ingin disampaikan dan ini berujung pada kaburnya fokus permasalahan. Padahal di sisi lain, ada beberapa aset kuat yang dimiliki AKD. Misalnya, Ayudia yang tampil easy going. Indra di luar dugaan memberi karisma seorang rohis dalam diam dan kecanggungannya ketika berpapasan dengan lawan jenis yang disukai. Beberapa adegan gila seperti teman Dedew yang terobsesi pada artis lokal juga berhasil memancing gelak tawa. AKD sejatinya masih menghibur. Rating: ★★

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Same with the source in comedy book trends, Anak Kos Dodol was more like vignettes than a complete plot. Might work only for the fans. Rating: ★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Entah apa mungkin penulis novelnya –yang juga menjadi sentral cerita ini menggambarkan teman-temannya dengan pakaian super sexy di mana dan kapanpun berada ditambah gaya bicara yang mengundang syahwat. Tapi yang saya lihat adalah sexist (sad but true). Mungkin di dalam novelnya (yang saya juga tidak pernah membaca dan bahkan baru tahu kalau cerita film ini berdasarkan novel dengan judul yang sama) memang tergambar begitu adanya. Kalau memang komoditas film ini adalah seperti yang dijabarkan, maka pesan aslinya jelas tidak akan sampai ke penonton. Rating: ★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Kisah gadis-gadis unyu dgn berbagai konflik, dikemas dengan alami dan pastinya tidak murahan. Bisa hilangin stress lho. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

‘Anak Kos Dodol’ lebih cocok buat dijadikan sitkom televisi ketimbang film layar lebar. Kelewat banyak yg ingin diceritakan jadi tak fokus. Dengan durasi sebegitu singkat ‘Anak Kos Dodol’ memiliki muatan berlebih pada karakter & konflik. Hasilnya pun setengah matang & berantakan. Rating: ★★

 

Last Updated: 8 March 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)