Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Angker (2014)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 

Positives


Sukses membangun atmosfir horor.

Negatives


Naskah dan musik latar.


0
Posted November 30, 2014 by

 
Full Article
 
 

Angker-Poster

Critics Rating: ★★3/4 (4 reviews)
Film Bloggers Rating: NA (0 review)

SYNOPSIS

Didaku dari kisah nyata di daerah Bangil Jawa Timur pada tahun 1979. Harun dan Ratna bersama tiga anak mereka menempati rumah yang mereka beli. Beberapa hari kemudian keluarga ini mengalami kejadian menakutkan di rumahnya. Mereka memanggil paranormal guna membersihkan rumah dari mahluk halus. Setelah diusut lebih jauh ternyata sebelum rumah itu dibangun, di lahan rumah tersebut pernah terjadi pembantaian Dukun Santet.

 

Claimed from a real story in Bangil area, East Java, in 1979. Harun and Ratna with their three children inhabit the house they bought. A few days later the family experience a frightening incident at the house. They call a psychic to cleanse the house from those spirits. After further investigation itu turns out that before the house was built, in this place shaman witchcraft massacre happened.

 

General Information

Director: Muhammad Yusuf
Scriptwriter: King Javed
Cast: Lia Waode, M Iqbal, Armeena Yusuf, Adinda Divia JZ
Running Time: 89 minutes
Release Date: 20 November 2014

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

ANGKER tidak kehilangan pesona sebagai horor tulen–walau jujur saja, belum bisa menyamai kengerian yang disajikan KEMASUKAN SETAN. Namun ia masih mampu memberi jeritan-jeritan ketakutan karena efek jump scare yang dihadirkan di saat tepat. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Saya menyukai “Angker” bukan saja karena film ini sudah mampu mengantarkan perasaan yang saya inginkan ketika menonton sebuah film horor, tapi juga ketika rasa takut dan perasaan mencekam itu tercipta tidak serba instant tapi melalui proses yang dibangun sejak awal film. Proses itulah yang membuat saya tak saja senang tapi juga puas saat “Angker” berhasil menakuti, karena saya menikmati bagaimana film ini membangun rasa takut itu perlahan-lahan. Mulai dari rumah sampai nantinya kita dipertemukan dengan sosok Mbah Tun. Rating: ★★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

Harus diakui bahwa sutradara M. Yusuf (‘Tebus’, ‘Kemasukan Setan’) terampil membangun suasana seram nan mencekam di hampir sepanjang durasi film ini. Setiap pengadeganan tertata dengan cermat. Terlihat sekali usahanya untuk membuat film ini agar tak tampil bak film horor ecek-ecek, M. Yusuf jelas memiliki bakat di atas rata-rata, setidaknya ia berhasil membuat setiap frame adegan di film ini tampak sinematis, tak murahan.

Namun, kepiawaiannya dalam menggarap film ini sayangnya tak diimbangi oleh kinerja kolega-kolega krunya yang lain, di antaranya skrip cerita tulisan King Javed yang teramat cetek. Tata musik karangan Izzal Peterson (‘The Witness’, ‘Kemasukan Setan’) juga membosankan. Rating: ★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Kami menonton bersama penonton awam, suasana di bioskop penuh teriakan saat pertama kali Mbah Tun menampakkan diri. Ini indikator sederhana bahwa kehadiran sang memedi berhasil meneror audiens. Rating: ★★★

 

STILLS

 

Last Updated: 28 December 2014


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)