Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Athirah (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted September 26, 2016 by

 
Full Article
 
 

athirah-poster

Critics Review: ★★★★ (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★3/4 (11 reviews)

SYNOPSIS

Terinspirasi oleh kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla.

Kehidupan Athirah (Cut Mini) dan keluarganya goyah ketika ada perempuan lain di kehidupan suaminya. Athirah bergulat melawan perasaan demi keutuhan keluarganya. Anak lelaki tertua Athirah, Ucu (Christoffer Nelwan), melewati masa remajanya dalam kegamangan. Sementara mencoba memahami apa yang terjadi dalam keluarganya, Ucu jatuh cinta pada Ida (Indah Permatasari). Namun usahanya mendekati Ida mengalami hambatan.

General Information

Director: Riri Riza
Scriptwriter: Salman Aristo, Riri Riza
Cast: Cut Mini, Christoffer Nelwan, Tika Bravani, Indah Permatasari
Running Time: 81 minutes
Release Date: 29 September 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Athirah memang tidak dilantunkan bak melodrama yang sedikit-sedikit terdengar teriakan histeris, sedikit-sedikit bercucuran air mata, sekalipun kisah hidup sang subjek adalah materi bagus untuk membuat penonton terisak hebat. Riri memilih menuturkannya secara elegan, dipenuhi ketenangan ketimbang letupan-letupan emosi, seraya mempersilahkan penonton memberi pembacaannya sendiri atas suatu adegan lantaran dialog memang bukan sesuatu yang lazim ditemukan dalam Athirah. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Instead of running it as a full-blown biopic drama, Riri Riza relies heavily on his actors’ faces to deliver the emotions of Athirah. And it works. Even with the minimal dialogues, the movie speaks volume due to the excellences of its script, Riza’s direction and the cast. Definitely one of the year’s strongest Indonesian movies. And one of the most beautiful too. Rating: ★★★★

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Athirah adalah bukti bahwa tanpa mendayu-dayu pun sebuah kisah tentang seseorang dapat digambarkan dengan sangat emosional, diperkuat dengan segala bentuk teknis terutama sinematografi dan musik yang membuat film Athirah tercipta begitu indah sehingga, film Athirah dengan mudah berada di posisi puncak film terbaik di tahun ini. Luar biasa indah! Rating: ★★★★★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

An impressive beauty that rarely reached its peak, tapi jelas secara keseluruhan masih berada jauh di atas rata-rata. Rating: NA

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Film ini very beautiful dengan flow cerita yang mengalir sangat enak. Cut Mini dan Christoffer Nelwan the best aktingnya. Rating: NA

DJAY (So-Called Reviewer)

The most beautiful movie of the year. The tone, the scenes, the passion. Cut Mini adalah inti dari film Athirah. Dia berhasil memainkan peran dengan amat sangat baik. Piala Citra tahun ini. Bagi gue, film Athirah adalah film Riri Riza dengan segala kemampuannya mentranslasikan kehidupan seseorang dengan baik. Credit to Christopher Nelwan yang ekspresi dan gesturnya mirip sama Pak JK. Rating: ★★★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Meskipun kisah mengenai poligami, namun film ini bisa dikatakan tidak menyorot secara gamblang. Hanya melalui sedikit dialog. Karena itu, Athirah terasa datar dari segi konflik. Alih-alih memotret poligami, Riri Riza berfokus pada sosok Athirah yang berusaha bangkit setelah dikecewakan. Jangan harap Jelata akan menemukan kisah poligami seperti Ayat-Ayat Cinta atau Surga yang Tak Dirindukan yang penuh air mata. Pergulatan batin diperlihatkan melalui helaan nafas, diam di depan jendela, hingga menyambangi dukun. Rating: ★★

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Perasaan terasa campur aduk setelah nonton Athirah. Di satu sisi, film ini sangat cantik dan diperankan dengan bagus. Gaya bertuturnya unik dan puitis. Tapi di sisi lain, Athirah juga terlalu ringkas, understated, dan sunyi untuk dapat memberikan emotional punch. Konklusinya pun anti klimaks. Wish it was a little bit longer, tho. The visual storytelling in Athirah is so absorbing. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Tidak mengobral banyak dialog, tapi di situlah kekuatan Athirah yang perkasa menyampaikan pesannya melalui presentasi cantik dan gestur kuat. Rating: ★★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Film ini cantik seperti kain-kain Makassar yang tersorot di film ini. Cut Mini menunjukkan sosok istri yang tegar dan kuat dengan kondisi suaminya yang sontoloyo dan tidak tahu diri, hanya bisa menyodorkan sperma dan menggendong anak. Karakter Nelwan juga terlihat begitu usaha menjadi anak yang tegar dengan kondisi ayahnya yang seperti itu. Sosok diam di setengah film awalnya terlihat ganggu tapi wajar aja dengan kondisi yang dia alami dan ini film emang mau menunjukkan sisi Athirah yaitu ibunya bukan Nelwan. Rating: ★★★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Yang lebih membuat salut lagi adalah fakta bahwa film ini sangat minim dialog, tapi Riri Riza sebagai sutradara bisa bertutur dan menyalurkan emosinya dengan sangat baik. Kisah disampaikan lewat visual yang sangat bercerita dan memiliki emosi, dan didukung oleh ekspresi dua aktor utamanya, Cut Mini (Athirah) dan Christoffer Nelwan (Jusuf Kalla muda), yang juga sangat luar biasa. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Athirah adalah puisi kedua tahun ini setelah Surat dari Praha. Indah, kaya, dan menyentuh. Sayang, penuturannya kelewat terbata-bata. Kekuatan utamanya adalah perempuan, kain, santapan, dan musiknya. Seluruh kelokalan yang memikat hati. Riri Riza dengan baik mengisahkannya. Sebuah film yang puitis tentang perempuan Makassar, sikapnya, hatinya, dan keluarganya. Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Cut Mini memberi performa solid yang bersinergi dengan kesubtilan tutur filmnya. Sang aktris tak banyak “meneriakkan” emosi, melainkan bermain lewat bermacam tatapan yang masing-masing menyiratkan perbedaan rasa. Tanpa sadar saya turut merasakan cinta dan respect pada Athirah. Begitu senyumnya menutup cerita, ada kepuasaan telah mengarungi 80 menit, mengamati perjuangan berskala kecil namun bermakna besar seorang wanita tegar. Rating: ★★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Film ini nggak terbebani dengan “sosok terkenal” atau “inspiratif,” tetapi kembali ke persoalan personal yang tak kalah matters, yang malah menurut gw lebih terhubung dengan banyak orang. Dan, yang paling penting, memperlakukan sebuah materi kisah yang sebenarnya nggak jarang diangkat menjadi punya karakter tersendiri, berkelas dan anggun. Rating: ★★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Yang selalu kukeluhkan dari film Indonesia adalah bagaimana mereka menampilkan kesedihan berlebihan dan berupaya keras menginspirasi atau berceramah. Athirah berupaya menghindari itu semua dan menghadirkan emosi yang sempurna tanpa banyak kata. Rating: ★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Dibandingkan berbagai biopic yang ditawarkan beberapa tahun belakangan maupun film-film bertemakan poligami di ranah perfilman Indonesia, Athirah tentu memberikan kesegaran warna tersendiri. Terutama lewat kemasan storytelling yang mengedepankan visual ketimbang verbal. Durasi yang hanya sekitar satu setengah jam berlalu dengan tanpa terasa, bahkan mungkin terasa terlalu cepat jika Anda hanya melibatkan “rasa.” Namun ketika dipikir-pikir lagi, nyatanya ia sudah cukup mencapai klimaks, titik balik, dan konklusi yang ingin dituju. Dalam gaya storytelling yang tergolong masih jarang itulah Athirah bisa dikatakan pencapaian visual yang cukup penting di ranah perfilman Indonesia tahun ini. Malah, salah satu film Indonesia terbaik tahun 2016 ini. Ya, lebih baik dari harapan. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 15 October 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)