Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Badoet (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted November 12, 2015 by

 
Full Article
 
 

Badoet-Poster2

Critics Review: ★★★1/4 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (12 reviews)

SYNOPSIS

Sebuah rumah susun di pinggiran Jakarta. Sederhana, berhimpitan, namun juga disatukan oleh eratnya tali kekeluargaan. Di tengah suasana inilah tragedi menyambar. Tiga anak-anak penghuni rusun harus kehilangan nyawa. Ketiganya dalam waktu yang berdekatan, dan dengan cara yang tragis—yakni bunuh diri. Anak-anak ini dikenal ceria dan datang dari keluarga yang harmonis. Apa yang menyebabkan mereka mau mencabut nyawa sendiri?

Adalah tiga anak muda penghuni rusun yang memutuskan untuk menyelidiki. Mereka adalah Donald, mahasiswa penggemar sepakbola yang cerdas namun termperamental; Farel, sepupu Donald yang culun tapi baik hati; serta Kayla, teman kuliah Donald yang tomboi dan ceplas-ceplos. Ketiganya bersebelahan dengan Raisa, seorang single mother, dan Vino, anaknya yang lucu dan menggemaskan.

Sosok di balik deret kematian ini mulai terungkap setelah mereka menemukan puluhan kertas berisi gambar badut misterius di kamar ketiga anak yang telah meninggal. Setelah Vino mulai terobsesi menggambar sosok badut yang sama, sadarlah Donald, Farel dan Kayla, bahwa bocah delapan tahun itu kini juga berada di bawah incaran sang badut. Setelah meminta bantuan dari mantan seteru Donald di media sosial, seorang gadis indigo bernama Nikki, mereka pun berusaha menghindarkan Vino dari bahaya.

Bersamaan dengan mulainya usaha mereka, teror datang bertubi-tubi. Dan seiring dengan memuncaknya kengerian, Donald dan kawan-kawan tersadar: kekuatan jahat yang mereka hadapi bukanlah sembarang kekuatan. Ia datang dari kegelapan terdalam, dipenuhi oleh kekejian-dan takkan ragu mencabut nyawa mereka yang berusaha menghentikannya.

General Information

Director: Awi Suryadi
Scriptwriter: Agasyah Karim, Khalid Kashogi, Awi Suryadi, Daniel Topan
Cast: Daniel Topan, Christoffer Nelwan, Ratu Felisha, Aurellie Moeremans, Tiara Westlake, Ronny P Tjandra, Marcel Chandrawinata
Running Time: 85 minutes
Release Date: 12 November 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★1/2

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Asupan cerita yang kelam kian menambah efek tidak mengenakan, mendampingi sosok badut buruk rupa, mengerikan, bersenyum lebar yang datang untuk tebar teror. Meskipun template-nya tetap film hantu, Badoet tidak sembarangan kasih penampakan, dan formula jump scare-nya pun cukup efektif dalam menciptakan daya kejut yang menyenangkan. Kemunculan Kapten Cilukba selalu terlihat amat sederhana, tidak dilebih-lebihkan, toh dalam posisi diam berdiri di pojokan yang hanya bercahayakan lampu remang-remang, si badut sudah tampak garang nan seram. Terbantu oleh level mencekam yang pas, atmosfer yang juga terasa makin suram, Awi nantinya lebih leluasa untuk mempermainkan trik menakuti-nakuti. Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Taking cues from The Exorcist to The ConjuringBadoet may lack in originality but still able to give a fun ride for many horror fans. It takes a while for Badoet to kick in, but the second half of the movie is especially good. Best Indonesian horror movies in years. Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Badoet diakhiri dengan klimaks dengan ketegangan yang lumayan walopun terlalu singkat. Ending-nya juga bolehlah. Tapi secara keseluruhan, Badoet bukanlah film horor terbaik yang gue liat. Kalo saja seluruh film rasanya kayak adegan fotokopi, film ini akan jadi film salah satu horor lokal yang paling kece yang gue liat. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Plays in less-compromising dark territory and balance of atmosphere-iconic villain, Badoet successfully spread its fear to our horror cinema. Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Dari empat film horor yang tahun ini gw tonton, Badoet is the best. Mungkin 15-25 menit awal Badoet membosankan. Tapi, lambat laun jadi film horor yang bangsat. Badoet gives me hope that Indonesian horror movie can be so much “fun.” Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Badoet has creepy atmosphere and terror to keep you squealing, but its silly dialogues and underwhelming third act hurt the experience too much. Rating: ★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Horor Indonesia terbaik sejauh ini jelas dengan mudah dilebeli ke Badoet mengingat tidak ada koleganya yang mampu memberikan sensasi horor dengan presentasi sebaik ini. Lupakan kualitas narasi dan karakterisasi yang lemah, Badoet yang tidak lucu ini akan memberikanmu teror yang sudah lama dicari penonton tanah air. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Ga usah basa basi. Badoet salah satu film Indonesia horor terbaik sepanjang masa. Paket “permainan” yang asik dan bangsat. Rating: ★★★1/2

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Badoet memenuhi ekspektasi gue. Filmnya betul-betul horor. Mencekam tanpa perlu hantu berpenampakan seram, menakutkan tanpa perlu gelap-gelapan, dan mengagetkan tanpa perlu suara yang berlebihan. Film ini dibuat dengan serius, dikemas dengan menarik sehingga tetap tampil cantik dan artistik. Bahasa kerennya, production value-nya oke punya. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Badoet adalah film horor Indonesia yang sesungguhnya tahun ini. Awi Suryadi benar-benar tahu cara meneror yang menegangkan. Dipresentasikan dari ide cerita yang sangat menarik dengan scoring yang efektif, juga visual, dan camera work yang brilian, Badoet sukses bergentayangan. Dan ya, di dalamnya ada salah satu momen paling menegangkan dari seluruh film horor yang pernah saya lihat. Gila! Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Badoet is the best Indonesian horror movie of the year … which isn’t saying much. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Pada 20 menit pertama, Badoet seolah-oleh kebingungan menentukan ritme penceritaan yang memunculkan bercak-bercak kejenuhan lantaran tidak ada kejelasan mengenai jalinan pengisahannya itu sendiri dan dialog para karakter pun lebih sering menggelikan ketimbang membantu memberi gambaran mengenai apa yang hendak dijlentrehkan oleh si pembuat film. Akan tetapi, ketika kekhawatiran Badoet mungkin tidak akan sekeren materi promosinya mulai berkecamuk, perlahan tuturan film mulai menarik untuk disimak. Perhatian penonton dibetot, lalu keringat dingin bercucuran. Dengan kombinasi sempurna antara tuturan mengikat dan permainan atmosfir, musik, plus penampakan yang efektif, Badoet pun berhasil tersaji sebagai sajian horor yang seru, mengasyikkan, sekaligus mencekam. Rating: ★★★1/2

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Padatnya rumah susun dan keceriaan pasar malam bisa membentuk atmosfer horor yang mencekam. Badoet sendiri sebenarnya tampil dengan cerita yang simple, bahkan cenderung dangkal. Karakter yang ada juga tak istimewa, makin diperburuk dengan akting para pemain. Semua kekurangan ini akan terlupakan setelah kita menerima serbuan teror dari si badut dengan memaksimalkan sinematografi dan musik. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Badoet was a very well concepted and crafted horror. Tapi yes, harus diakui third act, Badoet kehilangan excitement. Untung diangkat lagi di penutup. Rating: ★★★3/4

 

Last Updated: 15 November 2015


One Comment


  1.  
    ulik

    Jarang nnton film horor ini gak sengaja nnton soalnya saya kira thriller gitu… tapi gak kecewa gak bisa bandingim dgan film lain soalnya baru sekali tahn ini nnton horor indonesia… bener kata kak candra aditya seandainya ceritanya lebih kompleks pasti lebih waw… untuk cast no coment c buat bang rony p tjandra tooop…





Leave a Response


(required)