Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Buffalo Boys (2018)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted July 15, 2018 by

 
Full Article
 
 

Critics Review: ★★1/2 (1 review)
Film Bloggers Review: ★★★ (1 review)
Audience Review: ★★3/4 (24 reviews)

SYNOPSIS

1860. Kolonial Belanda berusaha memaksakan negosiasi damai dengan sultan pemberontak yang terakhir. Semua yang menolak telah dibunuh. Sultan Hamza dan adiknya Arana melarikan diri bersama dengan dua anak Hamza yang masih kecil: Jamar dan Suwo. Sultan Hamza meninggal ketika mereka diserang secara mendadak dan dibunuh oleh Kapten Van Trach yang jahat. Arana terpaksa pergi jauh dari tanah airnya.

Mereka menemukan diri mereka bekerja ribuan kilometer di dunia “wild west” Amerika, bekerja di kereta api bersama dengan imigran dari Cina hingga akhirnya menjadi koboi yang mengendarai sapi. Saat ada kejadian yang hampir merenggut nyawa Arana, dia memutuskan bahwa sudah saatnya bagi mereka untuk kembali ke Indonesia untuk membalas dendam ke orang yang membunuh adiknya.

Ketika trio ini kembali ke Indonesia, mereka menemukan bahwa Van Trach telah menjadi Gubernur dari sebuah kota kecil. Mereka sedang merencanakan pembalasan dendam terhadap dirinya saat mereka bertemu dengan Kiona, gadis cantik anak dari Kepala Desa. Suwo kemudian jatuh cinta kepadanya, sedangkan Jamar lanjut dengan rencana balas dendamnya, dan Arana mendapatkan kejutan dari masa lalunya. Saat kekuatan dari masa lalu dan masa ini bertemu, Jamar dan Suwo berkelut dengan peperangan demi keadilan bagi rakyatnya.

General Information

Director: Mike Wiluan
Scriptwriter: Mike Wiluan, Raymond Lee, Rayya Makarim
Cast: Yoshi Sudarso, Pevita Pearce, Ario Bayu, Tio Pakusadewo, Reinout Bussemaker, Sunny Pang, Mike Lucock, Alex Abbad, Donny Alamsyah, Mikha Tambayong, El Manik
Running Time: 102 minutes
Release Date: 19 July 2018

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Buffalo Boys dihadirkan nyaris tanpa kehadiran konflik yang berarti. Kebanyakan konflik tersebut hanya tampil untuk memicu adegan-adegan aksi dalam film untuk kemudian menguap dan menghilang begitu saja dari dalam pengisahan. Dan mungkin rasanya lebih baik untuk tidak membicarakan kualitas penulisan deretan dialog dalam naskah cerita film ini yang terasa kaku bagaikan terjemahan literal dari sebuah naskah cerita yang awalnya ditulis dalam Bahasa Inggris. Tidak mengherankan jika film ini terasa begitu membosankan dan tampil tanpa denyut emosional yang berarti. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

A bumpy ride filled with translated dialogues problem, pace and wasted characters that didn’t really hold up to its great premise, Buffalo Boys at least stand out by sets, costume, action choreography, and the overall look that resembles overseas production. Rating: ★★★

 

AUDIENCE REVIEW

AMMYTA PRADITA

Production value-nya apik, tapi memaksimalkan CGI sekali yang kadang penggunaannya tidak tepat. Rating: ★★1/2

BALDA ZAIN FAUZIYYAH

Desain karakter yang keren gak sebanding dengan pengembangannya. Hasilnya, banyak ucapan keluar percuma dan hanya Seruni yang saya pedulikan. Padahal, action-nya udah bagussss! Rating: ★★1/2

DAFFA AKHMAD

Terlalu preachy dan kebanyakan drama. Buffalo Boys tidak mampu untuk mempertahankan temponya. Kelewat membosankan dan porsi dramanya layaknya FTV. Rating: ★★

DIMAS RAMADHAN WICAKSANA

Sebuah film yang termasuk baru di Indonesia, menjanjikan di awal namun sayang secara keseluruhan mengecewakan untuk film yang ditunggu sejak lama. Action-nya sungguh memukau, tapi tak didukung dengan cerita dan dialognya. Rating: ★★1/2

EKO NUGROHO

Saya beri 3 bintang karena saya suka dengan aksi-aksi mereka. Mereka sudah berusaha sebaik-baiknya walaupun gagal bercerita. Kedua tokoh sulit untuk berkembang, saya hampir ketawa ngakak ketika mendengar dialog-dialog mereka yang sangat baku. Semoga sajalah film yang kedua akan lebih bagus lagi. Lumayan. Rating: ★★★

FIKRI ARIYANTO

Adegan action-nya bagus, tapi tidak spesial. Setnya juga cukup meyakinkan dan akting para pemain masih wajar. Filmnya tidak se-badass yang diharapkan. Ternyata agak cupu. Rating: ★★★

JIMMI GINTING

Dalam segi action cukup bagus. Tapi ide cerita biasa saja, mudah di tebak. Tata bahasa yang digunakan juga kurang bagus, biasa saja. Rating: ★★★

MUHAMMAD HABIBIE

Production value-nya memang memukau. Latar, set, kostum, dan efek spesialnya keren. Sayang, karakternya tidak terlalu mendalam dan banyak ngoceh dengan bahasa terjemahan yang kurang enak. Padahal adegan tembak-tembakan ala koboinya udah mantep, tapi kurang banyak. Need more bang bang than blah blah! Rating: ★★1/2

NAZIL WICAKSONO

Buffalo Boys punya potensi untuk jadi epik apabila menambah durasi aksi dan mengurangi porsi guyonan yang tidak pas. Meski tidak ada satu momen yang bisa membuat decak kagum dan dialog yang terasa kaku film ini masih bisa dinikmati aksi, musik dan dramanya. Yang paling menarik adalah keputusan untuk menjadikan comic relief menjadi pusat drama. Rating: ★★★

NURUL HARDIYANTI

Aksi dan visual yang sangat bagus ada di film ini. Sayangnya, dialog yang terlalu kaku kadang bikin penonton terkekeh heran. Pun ada beberapa scenes yang dirasa nggak masuk akal. Rating: ★★★★

REHAN MUSLIM

Menghadirkan genre baru di perfilman Indonesia patutlah diapresiasi. Fight scene, set, kostum, dan sinematografi sangat diperhatikan di film ini. Beberapa kekurangan terletak pada penulisan naskah, beberapa efek CGI, dan ending yang tak terasa klimaks. Sangat disayangkan juga adanya akting kaku pada cast utama, di samping cast pendukung yang sudah optimal pada perannya. Rating: ★★★1/2

TAUFAN SUGIYAT

Bufallo Boys was fairly good enough. Punya set, lokasi, dan props yang melebihi standar film Indonesia. Punya koreografi yang keren. Ada aktor-aktor yang luar biasa, karakter-karakter unik dan Hannah Al Rasyid bisa jadi scene stealer di adegan yang singkat. Permasalahannya hanyalah dialog yang berasa terjemahan Google, dan final fight yang kurang berasa klimaksnya. Rating: ★★★1/2

WENING HAPSARI

Buffalo Boys tidak menggarap alur cerita dengan baik sehingga ada beberapa plot yang terasa janggal, dangkal, dan melompat. Tapi sebagai film aksi, Buffalo Boys berhasil menyuguhkan adegan laga dan visualisasi gaya koboi Amerika dengan latar tanah jawa 1800-an secara apik. Rating: ★★1/2

 

AUDIENCE RECOMMENDATION

41.7%

 

Last Updated: 27 July 2018


One Comment


  1.  
    M Yusuf

    Sangat disayangkan produksi semacam itu punya alur cerita yang gak sebanding dengan aksinya. Rasa spaghetti cowboy sangat kuat di sini hanya pindah ke tanah Jawa. Perpindahan adegan masih belum halus, kalaupun mau dibikin sekuel harus lebih baik dari ini.
    Harus diapresiasi niat produksinya.
    Rating: ★★★





Leave a Response


(required)