Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


2
Posted November 23, 2016 by

 
Full Article
 
 

bulanterbelahdilangitamerika2-poster

Critics Review: ★★★ (1 review)
Film Bloggers Review: ★3/4 (6 reviews)

SYNOPSIS

Tatkala Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) berniat kembali ke Wina setelah menunaikan tugasnya, boss Hanum memberi misi baru yang hanya bisa dipecahkan oleh Hanum dan Rangga: menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut Muslim Cina yang berlayar ke Amerika jauh sebelum Columbus.

Untuk itu Hanum dan Rangga harus terbang dari New York ke San Fransisco. Hanum pun meminta Azima Hussein (Rianti Cartwright) terlibat karena Azima memiliki sumber terpecaya untuk menemukan bukti-bukti tersebut. Tanpa mereka fahami, bahaya tengah mengincar dari pemburu harta karun.

Padahal di sisi lain, Azima dan anaknya, Sarah Hussein (Hailey Franco) tengah kalut menerima penolakan dari ibundanya (Ira Wibowo) yang belum bisa menerima keIslaman putrinya dan tidak menyadari ada rahasia dari fragmen kehidupannya.

Sementara itu, Stefan (Nino Fernandez) yang dihimpit masalah putus cinta dengan Jasmine (Hannah Al Rashid) yang tengah hamil, tertekan antara dua pilihan pahit yang harus diambil.

Perjalanan mencaru titik terang masing-masing membuat satu demi satu terpecah belah, hingga akhirnya menemukan makna setiap perjalanan tersebut dalam bingkai keajaiban Tuhan.

General Information

Director: Rizal Mantovani
Scriptwriter: Hanum Salsabiela Rais
Cast: Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Rianti Cartwright, Hannah Al Rashid
Running Time: NA
Release Date: 8 December 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 bukan hanya malas dalam segi cerita dan pengarahan, tetapi kualitas teknisnya juga malas.. Meski pada akhir Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 menunjukkan  ceritanya berasal dari cerita nyata, tetapi semua terkesan fiktif. Tak berhenti di sana, Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 juga  memberikan citra buruk pada Islam yang terkesan memaksa umat lain. Dan juga, dengan tagline seprovokatif itu, film ini tak memberikan jawaban dan memutar haluan ke topik lain. Jadilah Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 sebuah sajian 104 menit yang sama sekali tak nyaman untuk ditonton. Rating: 1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Getting back into the core of the franchise beyond religious-historical hypothesis: hearts. Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 is a nice improvement to the previous film. Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 ini jelek banget. Skripnya berantakan dari awal sampe akhir. Too preachy. Padahal awal filmnya udah meyakinkan nih. Backstory sejarah yang bikin gue sempet komen: Okay this is gonna be an interesting movie. Abimana ini kayak disia-siain di Part 2. Padahal di Part 1 dia cukup bisa bikin filmnya mendingan. Untungnya Hannah-Nino ini the real deal yang bikin scene mereka bagus. Rating: ★

RASYID HARRY (Movfreak)

The first movie is pretty bad but Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 is even worse. Boring, dull, pointless, and lacks of identity. Rating: ★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Lebih menikmati Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 ketimbang jilid pendahulunya. Muatan ceramah dapat diterima, ada pula momen menyentuh. Saat film pertama kian keteteran memasuki klimaks, Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 justru menguat terlebih kala berbicara soal Stefan-Jasmine. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Sama seperti kebanyakan drama religi Indonesia, Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 tak menawarkan apa-apa selain preaching yang disampaikan secara lisan (dan blak-blakan), tak sampai merasuk ke dalam tubuh cerita, dengan kemasan drama romansa dan keluarga biasa yang juga tak digali lebih. Terasa seperti ekstensi drama dari seri pertamanya yang tak begitu perlu ada dan dirangkai dengan kacau sehingga secara keseluruhan gagal memberikan impresi emosi apa-apa. Rating: ★★

 

Last Updated: 10 December 2016


2 Comments


  1.  
    iwan zarathustra

    sumpah kalo ga selingkuhan gw yang ngajak nonton ini film, gw ga bakal mau nonton genre drama religi ini..dari awal disuguhi adegan klise yang bisa ditebak, dan setiap adegan selalu berhasil gw tebak bakal kaya apa karena saking tipikalnya..plus iklan dalam film yang merusak adegan, bayangin makan biskuit nissin dalem restoran..wadefak is det, kosmetik wardah juga tiba2 nongol secara maksa…bro rizal mantovani ente udah pinter baca peluang tren film religi tapi eksekusi ente gagal total, sangat membosankan , klise dan image islam sama sekali ga berubah dengan film ini…ada cuplikan adegan waktu aca ngemeng islam mengajarkan kesetaraan bla bla buktinya di pakistan ada pemimpin perempuan..informasi sepotong ini seakan akan penonton itu bego semua, kita ga lupa kalau benazhir bhuto itu mati dibunuh, dan megawati waktu menjabat juga mau dibunuh abu bakar baasyir..the message was totally failed dude..




  2.  
    Ray

    Film dengan konsep besar, tetapi eksekusi yang sangat buruk. Bisa dibilang, sang sutradara melecehkan kecerdasan penontonnya.

    Tidak bermutu samasekali, hanya berniat menguras kantong penonton, dengan trailer yang keren dan thema yang menipu

    Hanya satu kata: Menyesal nonton film ini! TIDAK LAYAK TONTON!





Leave a Response


(required)