Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


2
Posted December 15, 2015 by

 
Full Article
 
 

BulanTerbelahDiLangitAmerika-Poster

Critics Review: ★★1/4 (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★1/2 (6 reviews)

SYNOPSIS

Setelah mendapat kiriman email video seorang gadis berjudul “Do you know my dad?”, Hanum (Acha Septriasa) seorang jurnalis muslim dan bekerja di sebuah kantor berita di Wina, diberi tugas untuk menulis artikel provokatif oleh bos redaksi, berjudul “Apakah dunia lebih baik tanpa islam?”.

Untuk menjawabnya, Hanum harus bertemu dengan korban tragedi 911 di New York, Azima Hussein (Rianti Cartwright), seorang mualaf yang bekerja di sebuah museum, dan anaknya , Sarah Hussein.

Pada saat yang bersamaan, Rangga (Abimana Aryasatya) suaminya, juga ditugasi oleh Profesornya untuk mewawancara seorang milyuner dan philantropi Amerika bernama Phillipus Brown, demi melengkapi persyaratan S3 nya. Brown dikenal eksentrik, misterius, dan tidak mudah berbicara dengan media. Rangga diminta untuk menemui Stefan (Nino Fernandez) dan kekasihnya Jasmine (Hannah Al Rasyid) yang berada di New York yang telah mengatur pertemuan eksklusif dengan Brown.

Malang tidak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, tugas mereka berantakan ketika sebuah demosntrasi besar berakhir ricuh dan membahayakan keselamatan mereka.

General Information

Director: Rizal Mantovani
Scriptwriter: Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra
Cast: Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Rianti Cartwright, Hannah Al Rashid
Running Time: NA
Release Date: 17 December 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Rizal Mantovani selaku sutradara kepayahan membangun storytelling yang mengalir lancar dan enak buat diikuti dari naskah yang digarap keroyokan oleh empat penulis. Jalinan pengisahannya seringkali kelewat tendensius sekaligus mencederai logika (terlalu banyak kebetulan sampai-sampai tidak lagi terasa logis) hanya demi menjawab pertanyaan besar yang diusungnya. Menjadi ironis saat kemudian pertanyaan ini tak pernah benar-benar memperoleh jawaban memuaskan sementara plot dari film–khususnya menginjak paruh akhir–telah dikorbankan untuk diacak-acak sedemikian rupa. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

It talks a lot about Islam and religion, but Bulan Terbelah di Langit Amerika just turns out to be an adult romance movie with hijab. The actresses just wear hijab and say the dialogue without knowing what it means. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

NA. Rating: ★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Terkadang tema sensitif pun akan menarik jika dibawakan dengan baik. Namun, Bulan Terbelah di Langit Amerika gagal mengintepretasikan tema ini. Saya merasa ada banyak “kekosongan” di film ini–entah apakah memang di novel juga seperti itu. Ditambah lagi antar cerita satu dan cerita lain yang disambungkan secara paksa dan hasilnya tidak smooth. Dengan resource pemain yang baik, seharusnya Bulan Terbelah di Langit Amerika bisa lebih baik dari yang sudah ada. Sayang sekali. Rating: ★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

Meski ada beberapa plot hole, tapi Bulan Terbelah di Langit Amerika sangat worth it utk ditonton. Duet Acha-Abimana dan Nino-Hannah cakep chemistry-nya. Rating: ★★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Bulan Terbelah di Langit Amerika punya paruh awal yang memikat, pesan yang ingin disampaikan pun menarik, gambar cantik dan akting apik. Sayang, pesona dan daya pikat film ini jadi cepat luntur oleh penceritaan yang kian dipaksakan, dengan bangunan emosi yang terasa dibuat-buat. Rating: ★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Sungguh, saya pun memiliki harapan serupa, melihat dunia di mana umat manusia saling bergandengan tangan penuh kedamaian meski terdapat perbedaan. Tapi begitu sulit menerima kisah film ini apalagi sebagai “jendela kehidupan” ketika pemaparannya penuh kepalsuan dan di luar nalar. Still a very well-made movie with great performance from the cast though. Rating: ★★1/2

 

Last Updated: 5 January 2016


2 Comments


  1.  
    ulik

    Sya pribadi kurang terlalu suka dengan film ini gak tau kenapa ya apa karena gue udah bosen dengan cerita 99 cahaya… untuk isu yg diangkat its oke tapi buat ceritanya kayak serba kebetulan gitu walaupun misterinya susah buat ditebak tapi kayaknya sya sering nnton film2kayak gini. Bukan tidak bagus tapi gue merasa ada yang menganjal saat nntonya kejutan yang diberikan cuma sekedar ooh oooh bukan waaah waaaw gitu.. ya sudahlah mungkin waktu nnton saya lagi galau hahaha…. buat pemainya bagus gue masih suka perdebatan nino sama abimana… tapi saya bosan lihat pertengkaran hanum ama rangga gitu2 aja gue bayangin yg lebih extrem lagi hehehe… ngak tau kenapa saat lihat pemain luarnya gue merasa kayak serial turki di tv sebelah… dataaar… sudahlah ngak penting banget comenan gue..




  2.  
    finny arifin

    apa memang ada sambungan ya antara film ini dgn 99 cahaya di langit eropa? hanum yg jd cari berita, rangga yg ada tugas dlm rangka materi doktoral nya, stefan yg masih blm percaya pd satu agama apapun?
    anyway, biasa aja, kayak cerita FTV, ketebak, banyak kebetulan (kebetulan rangga dan hanum hrs ke new york, kebetulan penumpang yg nemuin map hanum adlh demonstran yg bs jd narasumber dan istrinya sempat ditolong Ibrahim hussein, kebetulan philipus brown adlh bos yg ditolong Ibrahim hussein, dll). Brantemnya rangga dan hanum gak asik. Childish nya Hanum ke rangga juga agak lebay. But overall, lumayan lah buat tontonan weekend.





Leave a Response


(required)