Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Cinta Laki-Laki Biasa (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 23, 2016 by

 
Full Article
 
 

cintalakilakibiasa-poster

Critics Review: ★★★1/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (7 reviews)

SYNOPSIS

Nania Dinda Wirawan (Velove Vexia) bertemu dengan Muhammad Rafli Imani (Deva Mahenra) di kala Rafli menjadi mentor saat Nania melakukan kerja praktek di proyek pembangunan rumah sederhana. Nania tidak saja mendapatkan bimbingan mengenai ilmu membangun rumah, tapi juga tuntunan untuk menjalani hidup yang lebih penuh arti, bahwa kebahagiaan tidak dibangun dalam kemewahan, tapi kesederhanaan yang diwarnai keakraban dan ketulusan.

Tidak ada yang mengira bahwa akhirnya Nania mau menerima lamaran Rafli. Padahal secara status sosial, mereka berbeda bagai bumi dan langit. Nania berasal dari keluarga terpandang. Sedangkan Rafli hanyalah laki-laki biasa. Tidak heran jika ibu Nania (Ira Wibowo) menentang keras, demikian juga ketiga kakak perempuannya (Dewi Rezer, Fanny Fabriana, Donita) yang sukses menikah dengan laki-laki yang mapan (Agus Kuncoro, Uli Herdinansyah, Adi Nugroho) secara bibit, bebet, bobot, dimata ibunya. Apalagi Nania sudah akan dijodohkan dengan Tyo Handoko (Nino Fernandez), seorang dokter yang memiliki jaminan masa depan yang sukses. Berbagai usaha, baik halus dan kasar dilancarkan untuk membatalkan niat Nania, tapi Nania tidak goyah, dia percaya bahwa hanya dengan Rafli, hidupnya akan bahagia.

Namun bahkan setelah Nania dan Rafli menikah, dan dikaruniai dua anak, Yasmin dan Yusuf, keduanya harus melalui berbagai tekanan dan cobaan yang tidak ada habisnya. Rafli harus berjuang untuk membuktikan pada Nania, dan semua yang melecehkannya bahwa sekalipun dia hanya laki-laki biasa, tapi cinta yang dimilikinya adalah cinta luar biasa.

General Information

Director: Guntur Soeharjanto
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Velove Vexia, Deva Mahenra, Nino Fernandez
Running Time: NA
Release Date: 1 December 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Soeharjanto berhasil mengalirkan kisah asmara antara Nania dan Rafli dengan ritme penceritaan yang tepat. Tidak pernah terasa tergesa-gesa maupun sengaja memperlambat durasi pengisahan–meskipun paruh ketiga film terasa berjalan sedikit dipercepat untuk mencapai konklusi konflik yang disajikan di akhir penceritaan film. Arahan Soeharjanto untuk tata teknis Cinta Laki-Laki Biasa juga mampu membuat film ini naik kelas. Tata gambar arahan Cesa David Luckmansyah jelas sangat membantu Soeharjanto dalam membangun aliran cerita film. Di saat yang bersamaan, arahan musik Andhika Triyadi mampu mengisi celah emosional dalam banyak adegan. Dan meskipun tidak pernah menghadirkan tampilan sinematografi yang benar-benar berkesan istimewa seperti pada Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, kualitas visual Cinta Laki-Laki Biasa jelas jauh dari kesan mengecewakan. Rating: ★★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Cerita Cinta Laki-Laki Biasa milik Asma Nadia masih terjebak pada kontruksi identitas lelaki ideal yang terasa imajiner. Tetapi, Cinta Laki-Laki Biasa punya penuturan yang lebih efektif dan ikatan emosi pemainnya yang terlihat meyakinkan penontonnya, sehingga melupakan ambisi Asma Nadia. Cinta Laki-Laki Biasa masih sangat bisa dinikmati dan terasa kuat bagi segmentasi penontonnya. Rating: ★★★1/2

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Went overdramatized against internal logics in the last half, by cast composition, look and scores, Cinta Laki-Laki Biasa still works emotionally. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Cinta Laki-Laki Biasa ini building karakternya bagus, sayang konfliknya cetek. Padahal kalau di-explore di bagian ini bakal menarik. Gw gak paham sih bedanya isi novelnya. Tapi, skrip Cinta Laki-Laki Biasa ini memang cenderung monoton khas “cerita baik-baik.” No surprise needed. Chemistry Deva-Ve ini juga menarik. Meski kadang off tapi overall asyik. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Kolaborasi paling menarik di antara karya penulisan skenario dari Asma Nadia dengan Alim Sudio. Film ini terlihat related dengan kehidupan sehari-hari. Agak cukup disayangkan emosi dari kedua pemain utama belum bisa konsisten di sepanjang film. Emosi mereka memuncak hanya ketika di adegan rumah sakit saja. Melalui adegan tersebut saya percaya kalau Velove dan Deva bisa diberikan sebuah naskah yang lebih emosional. Kehadiran para pemain pendukung di film ini bisa dibilang pas saja. Walaupun bukan sebuah sajian penampilan singkat yang berkesan, setidaknya kehadiran mereka satu per satu menjadi nyawa keutuhan dari film ini. Dari segi musik pun terlihat cukup membantu emosi yang positif ke penonton ketika menonton film ini. Rating: ★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Cinta Laki-Laki Biasa menyampaikan cerita yang sederhana dengan sentuhan yang tidak biasa. Sentuhan yang hadir dari dialog-dialog berhati. Meski intensitas emosinya sempat menurun jelang penutup, Guntur tetap berhasil menjadikannya sebagai drama religi yang berarti. Pesan utamanya tentang cinta laki-laki biasa mungkin kurang tersampaikan dengan maksimal, tapi Deva-Velove menjadikannya tak mengapa. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Kolaborasi Asma Nadia dengan Guntur Soeharjanto memang tak pernah menghasilkan karya mengecewakan. Cinta Laki-Laki Biasa salah satu buktinya. Diberkahi chemistry hebat dari Deva Mahenra dan Velove Vexia, Cinta Laki-Laki Biasa berhasil menjadi sajian romansa manis nan menonjok emosi. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Cinta Laki-Laki Biasa was still another Asma Nadia’s typical religious romance, but with best treatment of all. The cameraworks, the sound design, art directing, costume design, Deva-Velove’s chemistry–just the best so far. If the logic still can’t reach you, at least the heart will move you. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 5 December 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)