Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Cinta Sama dengan Cindolo na Tape (2018)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 


0
Posted August 24, 2018 by

 
Full Article
 
 

Critics Review: (0 review)
Film Bloggers Review: ★1/4 (2 reviews)
Audience Review: (0 review)

SYNOPSIS

Cinta selalu punya kesempatan, tapi tidak semua orang bisa menggunakan kesempatannya dengan baik. Film ini berkisah tentang persahabatan dan cinta masa remaja. Timi diperankan A. Thesar Resandy, pemuda 16 tahun yang jatuh cinta pada We Cinde (Maizura), siswi baru di kelasnya. Kedekatan mereka berdua membuat Ian (Brillian Sondakh) sahabat Timi sejak SMP geram karena Timi menjadi jarang berkumpul dengan sahabatnya itu. Timi dan Ian berjarak. Ian pun memilih bergaul dengan dua anak berandalan di sekolahnya.

Kedekatan Timi dan Cinde tak berlangsung lama. Timi bertemu dengan Maya, perempuan cantik pemilik distro tempat ia bekerja membuat desain t-shirt. Timi salah mengira ketika Maya tak sengaja memegang tangannya. Timi kemudian memberikan ruang di hatinya untuk Maya. Cinde yang merasakan perubahan sikap Timi meresa kecewa dan tersisih.

Lantas bagaimana perasaan suka antara Timi dan Cinde yang selama ini terpendam dan tidak kuasa diungkapkan keduanya? Sebab, cinta ibarat menyeruput cendol dan tape atau dalam bahasa Makassar-nya, cinta sama dengan cindolo dan tape.

General Information

Director: Andi Burhamzah
Scriptwriter: Rusmin Nuryadin
Cast: A. Thesar Resandy, Maizura, Brillian Sondakh, Zulkifli Gani Ottoh, Syahriar Tato
Running Time: 107 minutes
Release Date: 23 August 2018

Full Cast and Crew

Not available.

 

BLOGGERS REVIEW

DJAY (So-Called Reviewer)

Dengan premis seasyik itu, seharusnya pemain dan kru udah punya modal untuk membuat film ini menarik. Ya tapi itu, balik lagi. Bad acting and directing bikin kabur dan filmnya jadi jelek. Rating: ★

RASYID HARRY (Movfreak)

Cinta Sama dengan Cindolo na Tape awalnya cuma kisah cinta biasa berbalut lika-liku dunia remaja: laki-laki bertemu perempuan, sang sahabat cemburu, pertemanan mereka renggang. Itu saja merupakan pondasi solid, tapi bak merasa belum cukup kompleks, konflik di atas menemukan resolusi di pertengahan durasi, kemudian filmnya berpindah menuju permasalahan berikutnya. Benang merahnya tetap sama. Tetap soal “Cinta adalah cindolo na tape”, tetap membahas para laki-laki “mati kiri” yang dibutakan cinta, melupakan teman-temannya. Tapi serupa karakternya, yakni remaja yang terombang-ambing tak menentu, Cinta Sama dengan Cindolo na Tape bergerak semaunya ke segala penjuru, menggantung penonton dalam ketidakpastian, layaknya akhir pahit sebuah hubungan romansa. Rating: ★1/2

 

 

Last Updated: 24 August 2018


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)