Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Cinta Selamanya (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted April 24, 2015 by

 
Full Article
 
 

CintaSelamanya-Poster

Critics Review: ★★★1/4 (4 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★ (7 reviews)

SYNOPSIS

Fira Basuki (Atiqah Hasiholan) adalah seorang penulis novel yang cukup populer dan seorang pemimpin redaksi majalah Cosmopolitan, majalah wanita kelas atas. Sosoknya berseliweran di kalangan sosialita Jakarta. Sebagai perempuan matang dengan anugerah kecantikan dan kemapanan modern serta berpendidikan tinggi, tak sulit baginya berhubungan dengan lelaki.

Tetapi pencarian sosok lelaki sebagai pendamping hidup, tak pernah mudah dengan status Fira sebagai janda beranak satu. Banyak lelaki yang datang dan pergi. Tak satu pun yang lulus bertahan. Fira merasa hidupnya bahagia dengan Syaza (Shalom Razade), putrinya. Bila pun ada sosok lelaki yang kelak menjadi pendamping, Fira ingin lelaki itu menjadi cinta selamanya.

Hingga suatu hari Fira ditakdirkan bertemu dengan Hafez (Rio Dewanto), lelaki berumur sebelas tahun lebih muda darinya. Sekuat apapun Fira membentengi hatinya, sejutek apapun perlakuannya pada Hafez tidak membuat Hafez mundur selangkah pun. Hafez dengan segala kecuekan dan kesederhanaannya mampu membuat guncangan pada keseharian Fira yang rapi dan perfeksionis. Kenekadan Hafez membuat Fira merasa diistimewakan. Kesungguhan Hafez membuat Fira percaya. Keakraban Hafez dengan Syaza membuat Fira teryakinkan.

Apalagi setelah melewati momen-momen perjalanan di Jogjakarta bersama, keduanya merasa yakin bahwa mereka adalah cinta selamanya untuk masing-masing. Fira dan Hafez pun menikah. Mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan bahagia. Apalagi tak lama kemudian Fira hamil. Semua menjadi begitu membahagiakan buat semua. Hafez terpacu untuk bekerja lebih giat untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang sutradara. Hafez ingin mempersembahkan filmnya kelak untuk Fira. Hafez ingin membawa Fira ke tempat-tempat indah di dunia. Hafez ingin mencium Fira di tempat dan momen indah tersebut.

Hingga suatu waktu Fira harus berangkat ke Madrid Spanyol untuk tugas kantor lalu melanjutkan perjalanan ke Barcelona, Toledo, Roma dan Paris. Fira merasa bahagia karena Hafez selalu menemaninya, menggenggam tangannya, memeluknya, menciumnya. Menggenapi janji yang pernah terucap.

General Information

Director: Fajar Nugros
Scriptwriter: Piu Syarif, Fira Basuki
Cast: Atiqah Hasiholan, Rio Dewanto, Shalom Razade
Running Time: 106 minutes
Release Date: 30 April 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Walaupun dengan beberapa kelemahan dalam penyajian ceritanya, sebagai sebuah romansa, Cinta Selamanya mampu tampil begitu emosional. Sebagai seorang sutradara, Fajar Nugros terasa mengenal betul konten cerita yang ingin ia bawakan. Cinta Selamanya berhasil disajikan dengan ritme penceritaan yang tepat sehingga penonton diberikan kesempatan yang cukup luas untuk mengenal karakter Fira Basuki serta kehidupan dan kisah romansa yang tersaji selama rentang waktu penceritaan film ini. Rating: ★★★1/2

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Bermain pada komposisi yang lebih dewasa, sutradara Fajar Nugros dengan lincah memimpin orkestranya. Duet pelakon utamanya–Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan–mampu bermain baik hingga menghadirkan kemesraan yang apik dan kesedihan yang mendalam. Ya, adegan-adegan yang dihadirkan sungguh menghanyutkan, menunjukkan kematangan Nugros dalam mengeksplorasi wilayah estetikanya yang baru. (taken from print edition #65) Rating: ★★★1/2

LULU FAHRULLAH (Cinemags)

Penampilan Atiqah yang secara luwes mampu menerjemahkan karakter Fira dengan sangat baik ini patut diberikan dua acungan jempol. Rio juga tampil natural di balik romantic chemistry-nya yang kuat, serta penampilan debut yang memesona dari Shaloom Razade, putri Wulan Guritno, mampu memerankan Syaza dengan lepas. (taken from print edition #191) Rating: ★★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Kelebihan visual, scoring dan teknis lain serta akting inilah yang akhirnya bisa menyelamatkan ‘Cinta Selamanya’ dari beberapa kelemahan dalam penceritaannya. Jangan lupakan juga theme song bagus berjudul sama dari Rieka Roeslan. Paling tidak, tetap ada atmosfer romantis yang pada akhirnya tetap bisa mengiringi konklusinya dalam berbicara bukan saja hanya soal cinta dan kehilangan, tapi juga persepsi-persepsi untuk bangkit dan meneruskan hidup. Not that strong, but still, a moving love memoir. Rating: ★★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Cinta Selamanya memoar yang sukses difilmkan. Yang paling menarik ketika memasukkan lagu genre Campursari by Didi Kempot di beberapa scene Atiqah dan Rio. Membuktikan kalau ‘Campursari’ tidak harus terlihat/terdengar ‘ndeso’. Tone warna film yang terlihat glamor tapi masih bisa dibuat calm, nice editing, and touchy. Overall, semuanya lumayan bagus, even harusnya ada beberapa adegan yang bisa di potong, masih bisa menghibur. Rating: ★★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Premise Cinta Selamanya itu sederhana bahwa mencintai seseorang memang sesederhana itu. Tapi amat disayangkan eksekusi film ini terkesan terburu-buru untuk mencapai konklusi itu. Penonton seolah-olah tidak diberi ruang bebas untuk mengenal karakter lebih dalam. Penonton hanya sebagai penikmat. Rating: ★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Cinta Selamanya menyajikan film berbau fashion dengan jahitan cerita dan chemistry antar para pemain di kategori body fit. PAS. Rating: ★★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Awalnya kirain Atiqah-Rio bakal jadi Atiqah-Rio dan bukan Fira-Hafez. Tapi ternyata gue salah. Atiqah terasa berbeda. Filmnya sendiri berhasil bikin gue nangis di beberapa adegan, tapi editing-nya terasa menganggu. Cut sana cut sini cut tari. Beberapa adegan rame dangdutan, tapi beberapa adegan terasa kosong. Sunyiiiii sekali. Ga ada rasa, ga ada emosi. Tapi yaa.. Okelah. Walau ada apose moments, tapi setidaknya gue masih bisa dibikin nangis. Dan Atiqah bagus mainnya. Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Cinta Selamanya lebih serupa video klip yang diselipi cerita. Sinematografi indah, musik oke, tapi emosi hambar gara-gara naskah medioker. Manis tapi tidak emosional. Untung chemistry kuat Rio-Atiqah hadir sebagai penyelamat. Rating: ★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Walau skrip hasil olahan Piu Syarif seringkali kurang menggali lebih mendalam deretan konflik yang sejatinya mengikat, namun Fajar Nugros tetap sanggup mempresentasikan Cinta Selamanya sebagai gelaran romansa yang cantik, romantis, sekaligus mengharu biru. Bisa dibilang, Cinta Selamanya adalah salah satu karya terbaik dalam filmografi Fajar Nugros. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Kisah nyata yang tergolong “menye-menye” bisa menjerumuskan Cinta Selamanya (CS) menjadi sajian yang klise dan kelewat picisan. Namun rupanya naskah yang ditulis oleh Piu Syarif dan arahan Fajar Nugros membuat nuansa CS lebih berwarna. Tidak mudah sebenarnya merangkai cerita yang sebenarnya tergolong biasa, apalagi ketika penonton sudah tahu seperti apa endingnya. Salah-salah penonton bisa bosan dan walk out. Untuk itulah disebar komedi-komedi yang cukup berhasil menghibur, begitu juga romance sweetness, dan tentu saja bitterness, hingga konklusi, dengan takaran yang serba pas. Alhasil, CS selamat dari ancaman tontonan picisan dan bisa dibilang cukup berhasil menunjukkan kelasnya. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 15 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)