Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Epen Cupen the Movie (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted May 11, 2015 by

 
Full Article
 
 

EpenCupenTheMovie-Poster

Critics Review: ★★1/4 (5 reviews)
Film Bloggers Review: ★★ (7 reviews)

SYNOPSIS

Celo seorang pemuda dari Papua, disuruh ayahnya untuk pergi mencari saudara kembarnya yang hilang sejak kecil. Celo berangkat dengan mengikuti petunjuk dari mimpi ayahnya yang melihat saudara kembarnya berada di medan perang.

Setibanya di kota JayaPura, tanpa sengaja Celo bertemu dengan Babe, seorang pengusaha bangkrut dari Medan dan meminta bantuannya untuk mencari dimana medan perang itu. Babe yang terlibat banyak utang justru membuat masalah Celo bertambah ribet. Mereka dikejar debt collector dan bersembunyi di dalam gudang kargo bandara, tanpa sadar mereka terbawa pesawat sampai ke Jakarta.

Di Jakarta, Celo dan Babe terlibat banyak masalah baru, apalagi waktu mereka dikejar Nato Beko, kelompok geng Biawak yang lagi memperebutkan harta warisan geng Rusa Jantan milik William.

Celo yang jujur selain harus mencari saudara kembarnya, ia pun terlibat konflik antar geng perkotaan, sementara Babe yang licik juga terus memanfaatkan Celo untuk mendapatkan keinginannya.

General Information

Director: Irham Acho Bahtiar
Scriptwriter: Irham Acho Bahtiar
Cast: Klemens Awi, Babe Cabiita, Marissa Nasution, Edward Gunawan, Nato Beko, Fico Fachriza
Running Time: 95 minutes
Release Date: 13 May 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Rapi Films tampaknya tak percaya diri menjual banyolan Papua sehingga mengemas Epen Cupen the Movie menjadi komedi aksi medioker. Rating: ★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Aktor daerah, Klemens Awi, diduetkan dengan bintang komik layar kaca Babe Cubita dan ternyata resep baru ini lumayan menyegarkan. Mereka menjadi duet jagoan a la Ateng-Iskak, kalau bukan Mel Gibson dan Danny Glover dalam Lethal Weapon. Keberanian produser Sunil Samtani menyodorkan kisah nyeleneh seperti ini bisa dipuji. Namun, di sektor penceritaan muncul sedikit kelemahan. Paruh pertama menarik, tapi mulai goyah melewati titik tengah akibat cerita yang melebar ke mana-mana. (taken from print edition #66) Rating: ★★★★

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Celotehan kocak dari Babe dan Klemens ternyata mampu menggelitik, sebetulnya disuruh diam pun saya yakin Babe dan Klemens itu tetap kocak. Sayang “Epen Cupen: The Movie” tak punya cukup kepercayaan diri kepada Babe dan Klemens jika harus ditampilkan terus-menerus bermodal dialog-dialog saja, makanya mereka kemudian ditempatkan pada situasi kacau-balau dan aksi-aksi lebay agar bisa memancing lebih banyak tawa. Pada bagian action inilah “Epen Cupen: The Movie” kehilangan sebagian kelucuan yang sudah dibangun sejak paruh pertama. Hadirnya Babe dan Klemens kemudian bagaikan duo superhero yang menyelamatkan film ini dari kegaringan total. Rating: ★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

NA. Rating: 1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Kekuatan utama film ini jelas hadir dari chemistry yang terjalin antara dua pemeran utamanya, Klemens Awi dan Babe Cabiita, yang mampu menyajikan benturan perbedaan budaya yang terdapat diantara kedua karakter mereka menjadi sumber komedi tingkat tinggi yang begitu menghibur. Tidak mengherankan jika paruh pertama film yang banyak mengeksplorasi lemparan guyonan antara Klemens Awi dan Babe Cabiita menjadi momen keemasan tersendiri bagi Epen Cupen the Movie. Tampil prima dengan sentuhan komedi yang begitu kental dan terasa hangat. Sayangnya, seiring dengan kehadiran beberapa konflik dan karakter pendukung, Epen Cupen the Movie mulai terasa kehilangan fokus dan ketajaman dalam penceritaannya. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Starts off real good, 2nd half of Epen Cupen the Movie wasted the huge potential of Klemens Awi-Babe Cabiita as one of our best comedy-duo. Rating: ★★1/2

DJAY (So-Called Reviewer)

Epen Cupen the Movie was disappointing. I expect more for Papuan comedy type. But it didn’t worked. Scene yang set-nya di Jayapura ini udah amat sangat bikin gue suka. Feel bit nostalgic. Tapi setelah scene pindah ke Jakarta. Berantakan. Rating: ★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

NA. Rating: ★★

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

30 menit pertama film ini, bioskop dipenuhi tawa penonton yang disebabkan oleh kekocakkan Celo dan kawan-kawan. But you see, komedi is a matter of preference. Gue ikut ketawa di beberapa adegan, tapi tak sebanyak dan tak sampai tergelak seperti penonton lainnya yang nampaknya memang penonton setia Epen Cupen di Youtube. Tapi ya, 30 menit pertama memang memberikan lebih banyak kelucuan dibanding 65 menit sisanya. Dan kali ini, nampaknya penonton berselera sama seperti gue, karena di 65 menit itu, hanya sedikit tawa yang terdengar dari arah penonton. Rating: NA

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Terlepas dari penggarapan yang nggak fancy-fancy amat, plus emang tujuannya buat lucu-lucuan aja, Epen Cupen The Movie bikin gw cukup tertarik di awalnya, apalagi menyangkut keluarganya Celo. Karakter dan gaya lawaknya menarik dan bisalah bikin ketawa. Tapi sayangnya itu bertahan hanya sekitar setengah jam sampai 40 menit. Sisanya adalah lawak yang lama-lama maksa digabungkan dengan action-action-an yang nggak cool ataupun nyatu, seakan film ini lepas kendali. Rating: ★1/2

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Momo)

Dengan performa menawan dari duet Celo-Babe serta cerita yang punya potensi mengundang tawa di paruh awal film, membuat film ini diharapkan menyuguhkan hiburan yang fresh dan mengundang tawa penonton terus menerus sepanjang film. Namun, harapan tinggallah harapan. Menginjak paruh kedua film, tepatnya saat petualangan Celo-Babe bersetting di Jakarta, tensi humor-pun menurun dan film terasa menjemukan. Hal ini dikarenakan penceritaan film yang melebar serta banyaknya karakter pendamping turut ambil peran namun tidak dibarengi dengan skrip yang kuat. Hasilnya, hampir berantakan. Walau diakui masih dapat terhibur dibeberapa bagian, namun kegaringan yang disuguhkan dalam Epen Cupen The Movie memang tak bisa dipungkiri. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

‘Epen Cupen the Movie’ mengasyikkan di paruh awal berkat mop Papua serta chemistry seru Klemens-Babe, sementara sisanya, errr … kacau. Rating: ★★1/2

 

Last Updated: 15 July 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)