Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Erau Kota Raja (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted January 9, 2015 by

 
Full Article
 
 

ErauKotaRaja-Poster

Critics Rating: ★★ (2 reviews)
Film Bloggers Rating: ★1/4 (2 reviews)

 

SYNOPSIS

Kirana (Nadine Chandrawinata) ditugaskan untuk meliput Pesta Adat Erau di Tenggarong. Saat peliputan, Kirana berkenalan dengan seorang pemuda lokal bernama Reza (Denny Sumargo). Kirana mulai jatuh cinta kepada Reza. Namun, cinta mereka mendapat tentangan dari ibu Reza (Jajang C Noer). Sang ibu melakukan segala cara untuk mengusir Kirana dari desanya. Pak Camat (Ray Sahetapy) terpaksa harus mengusir Kirana yang dianggap telah meresahkan masyarakat. Kirana pulang ke Jakarta tanpa sempat memberi tahu Reza, Reza marah kepada ibunya.

 

Kirana (Nadine Chandrawinata) is assigned to cover the Traditional Erau Festival in Tenggarong. When reporting, Kirana gets acquainted with a local guy named Reza (Denny Sumargo). Kirana begins to fall in love with Reza. However, their love get opposition from Reza’s mother (Jajang C Noer). The mother does everything possible to expel Kirana from the village. The subdistrict head (Ray Sahetapy) is forced to expel Kirana deemed to have been troubling the society. Kirana returns to Jakarta without a chance to tell Reza Reza is angry with his mother.

General Information

Director: Bambang Drias
Scriptwriter: Endik Koeswoyo, Rita Widyasari
Cast: Nadine Chandrawinata, Denny Sumargo, Ray Sahetapy, Jajang C Noer
Running Time: 95 minutes
Release Date: 8 January 2015

Full Cast and Crew

Not available.

CRITICS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Flick Magazine)

Apa yang ingin dihadirkan Erau Kota Raja sebenarnya bukanlah sebuah jalan cerita yang terlalu kompleks untuk dimengerti. Namun, perlakuan sang sutradara dan penulis naskahlah yang membuat film ini jauh dari kesan mudah untuk dinikmati dan bahkan, pada beberapa bagian, terasa membodoh-bodohi penontonnya. Plot demi plot cerita yang dihadirkan bertabrakan satu sama lain. Karakter-karakter yang memicu jalannya deretan plot cerita tersebut juga sama dangkal kualitasnya. Tak satupun dari karakter yang hadir dalam jalan cerita film ini terlihat menarik untuk diikuti kisahnya. Rating: ★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Proyek arahan Bambang Drias sejatinya menarik. Saat membaca judulnya, kita teringat produk etnografi dengan idiot puitis. Tapi sejak awal film prioritas film ini memang untuk menggali kearifan lokal Kutai Kertanegara. Wajar jika cerita menjadi perkara nomor sekian. Alhasil, konflik yang hadir tiada solusi tuntas. (taken from print edition #62) Rating: ★★

 

BLOGGERS REVIEW

DJAY (So-Called Reviewer)

Saya tahu, Nadine dan Denny memiliki kualitas akting yang tak diragukan lagi di film-film sebelumnya, namun mereka tampak “kosong” sepanjang film ini. Dua hal yang mungkin adalah bagian terbaik di film ini: Cara penuturan si penulis dan kita diajak berjalan-jalan mengelilingi Kutai yang bersih. Selebihnya? Hanya semacam footage dari dinas Pariwisata Kutai yang mengenalkan daerah dan budaya mereka dengan cara yang amat sangat mahal melalui media film. Rating: ★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Jauh2 ke ERAU Kota Raja hny untuk mengetahui makna jodoh itu apa? Ide cerita macam apa ini. Harusnya budaya, seni dan tari diperdalam. Rating: ★1/2

 

STILLS

 

Last Updated: 7 February 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)