Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

3 (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


4
Posted September 28, 2015 by

 
Full Article
 
 

Film3-Poster2

Critics Review: ★★★1/2 (7 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/4 (13 reviews)

SYNOPSIS

Jakarta 2036, begitu banyak terjadi perubahan. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir di Revolusi tahun 2026.

Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal. Aparat menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris yang masih tersisa. Satu dilema yang sangat menyulitkan bagi aparat mengingat beberapa kelompok radikal kembali bangkit dan berjuang untuk menganti wajah demokrasi sehingga aparat mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat.

Alif, Lam dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas. Mereka dipaksa bertempur satu sama lain dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenarannya masing-masing, seraya harus terus menjaga keluarga dan orang-orang yang mereka hormati dan cintai.

General Information

Director: Anggy Umbara
Scriptwriter: Bounty Umbara, Anggy Umbara, Fajar Umbara
Cast: Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya, Agus Kuncoro
Running Time: 122 minutes
Release Date: 1 October 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★★★★

ANDRI CAHYADI (Cinemags)

NA. Rating: ★★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Film 3 memang terbilang nekat dalam berbagai segi. Dari idenya, pemilihan genrenya, penulisan cerita dan dialognya, gaya visualnya, sampai pemanfaatan bujet dan waktu yang konon terbatas untuk membuat sebuah film dengan skala seperti ini. Film 3 pada akhirnya tidak hanya berhenti di ide yang berani beda, tetapi jadi tontonan dengan cerita dan eksekusi yang digarap cermat, komunikatif, serta dengan bonus nilai-nilai hiburan dan pemikiran, sebuah paket yang jarang ditemukan dalam film Indonesia sejauh ini. Rating: ★★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

Film 3 ingin menarik audience dari fans film action semisal The Raid, tapi seharusnya pembuat film bisa menawarkan skill dan craftsmanship yang membuat unsur action-nya dapat dicintai fans film action yang kaya referensi. Anggy Umbara jelas membuat 3 untuk kalangan itu, tapi usahanya dalam mengeksekusi adegan-adegan aksi di film ini hanya sebatas gaya, ditambah usahanya untuk sekalian berdakwah, malah membuat film ini jadi tidak asyik. Anggy Umbara pembuat gimmick yang baik, tapi sebuah film mestinya bukan rangkaian bombardir gimmick, tapi storytelling. Dan bila menyangkut film action, berikan adegan-adegan aksi yang mencengangkan yang menampilkan aktor-aktornya seolah jago berduel, bukan (terlihat) jago karena dipermak editing. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (Flick Magazine)

Walau efek khususnya memang terbilang kasar–well, apa yang kamu harapkan dari visual film berbujet minim?–tapi sangat bisa dimaafkan berkat kecakapan Anggy dalam mengejawantahkan premis sinting menjadi tuturan padat berisi namun tetap terjabarkan rapi yang sanggup meminta perhatian penonton, gelaran aksi mengasyikkan, dan lakon jempolan dari jajaran pemainnya. Rating: ★★★★

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Admiring Anggy Umbara’s boldness in 3. Walau intensitas cerita dan koreografi yang sering goyah ngebuat banyak momen jadi kurang kuat sih. Rating: ★★★

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

3 bukan film yang jelek meskipun gue yakin akan ada banyak interpretasi soal siapa sebenernya yang dibela dalam film ini. Rakyat tertindas? Orang-orang beragama? Atau ini sebenernya satir yang nggak ter-deliver dengan baik? Dibandingkan dengan Comic 8, film ini emang lebih punya plot. Tapi sebagai film hiburan, gue lebih milih nonton aksi para komedian absurd ngerampok bank. Paling nggak, gue nggak merasa begitu bersalah ketika gue tau bahwa gue nggak sealim itu. Rating: ★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

3 menjadi begitu luar biasa dari kekuatan konsep serta gambaran distopia masa depan yang sangat taktis buat memuat penggabungan elemen beragam serta berani dari kisah-kisah persahabatan, cinta, intrik politik, gelaran action seru hingga selubung dakwah yang tergelar sangat rapi tanpa sekalipun terasa preachy. Even some flaws won’t stop it from becoming a bold, daring and astounding dystopian action. Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

3 is definitely the movie you should not miss on the big screen. I almost forgot the first 10 minutes of the movie that bored me enough, but the rest was brilliant. Ceritanya mateng. Anggy pinter bikin pertalian karakter dan cerita dengan baik. Anggy bisa bikin film yang amat sangat kontroversial tapi ngejualnya ga pake kontroversi. And Tanta Ginting is absolutely actor of the year. Rating: ★★★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

3 jelas berhasil menampilkan sesuatu yang berbeda. Memadukan tema yang cukup sensitif dan aksi yang memikat, menjadi terobosan baru dalam perfilman lokal Indonesia. Ingat, tonton ini dengan pikiran terbuka. Rating: ★★★★

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Mempunyai plot dan konsep yang sangat menarik, tapi sayang, eksekusi dan naskahnya membuat film ini masih jauh dari kata enjoyable. Rating: ★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Film. Tergila. 2015. Kalian. Wajib. Nonton. Rating: ★★★★

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

120 menit lebih dalam 3 adalah perenungan yang dalam dan romantis. Pesan berharga yang dituturkan seseorang pada saudaranya. Setelah Mama Cake, akhirnya Anggy berhasil membuat saya pulang dengan banyak cerita, diceramahi tanpa merasa diceramahi. Yah, slow motion sepanjang durasi yang beberapa kali terasa keren itu memang lama-lama sedikit mengganggu, tapi ada begitu banyak maaf untuk itu. Naskah yang berani, adegan aksi yang cukup mengesankan, dan penampilan dari para pemerannya, terutama Tanta Ginting, membuat 3 sangat layak dikenang. Dan dengan penutupan yang begitu dalam itu, 3 adalah salah satu film terbaik kita tahun ini.  Rating: ★★★★

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Baru nonton 3-nya Anggy Umbara, ternyata ngga hanya pamer aksi baku hantam yang seru, tapi juga sajikan cerita yang menarik. Keren! Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Keseluruhan 3 sendiri dipenuhi berbagai kekurangan termasuk penggunaan CGI kasar, namun overall masih sangat menghibur. Pada akhirnya toh konsep premis kontroversial yang ditawarkan tidak hanya berakhir sebagai tempelan, melainkan gambaran berani tentang alternate reality (jika kelak tidak akan terjadi) dari kondisi Indonesia yang berkebalikan dengan masa sekarang. 3 adalah signature movie seorang Anggy Umbara. Suka atau tidak, itu tergantung sejauh mana toleransi anda pada gaya sang sutradara. Rating: ★★★1/2

SHINTA SETIAWAN (Staff)

For all its boldness to step into so many risky places (a controversial premise, a financially precarious water, a horizon very rarely explored), 3 is excellent and also deeply flawed. World building has killed more experienced filmmakers before, and it is unfair to dismiss 3‘s glaring mistakes with regard that it is an Indonesian film. Let’s put up 3 to the high standard of evaluation that it (and several of our own films) deserves and accept that it was a brave adventure, one that succeeds and fails at equal measures. Rating: ★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Visualisasinya memang jauh dari kata sempurna, tapi film 3 punya cerita di atas rata-rata. Bisa dikatakan film 3 menjadi salah satu film indonesia terbaik tahun ini. Rating: ★★★1/2

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

3 adalah karya terbaik Anggy Umbara so far. Dengan mengangkat isu kebebasan dan kebenaran yang bold serta relevan dengan keadaan negara manapun, disusun dalam sebuah film cerita yang menarik untuk diikuti, dihiasi adegan-adegan fight yang memanjakan mata, serta dialog-dialog yang padat namun tetap mudah dipahami, 3 jelas sebuah upaya yang berani, malah mungkin paling berani di ranah film Indonesia, dan sangat berhasil. Rating: ★★★★

 

Last Updated: 28 October 2015


4 Comments


  1.  
    santo

    Futuristik jakarta pengen meniru judge dread dan streetfighter, dg graphic gedung2 hancurnya. Namun hancur juga colorgrading dan suasana terang yg sama sekali nggak dukung. Gk kekejar usahanya. Walau mencoba camera movement yg lumayan bikin pusing. Sedih saya melihat cast dg aktingnya yg baik terpaksa hrs rusak dg penggarapan film yg terasa dipaksakan.




  2.  
    Angga

    Pertama liat trailernya, mikir kalo ini bakal kayak Garuda Superhero (?). Ide besar, eksekusi nol. Begitu nonton, mata yang udah ngantuk, jadi langsung seger setelah 20 menit pertama. Dan mikir ceritanya bakal keren nih. Dan ternyata, benar.
    Efeknya kurang ya, tapi ketutup sama naskah, alur cerita dan pengambilan gambarnya yang menurut saya bagus banget. Ada sequelnya please.




  3.  
    ulik

    Gak peduli sama efek CGinya yg penting bagaimana cerita film ini membuat saya terus menunggu apa adengan selanjutnya seterusnya dan seterusnya sampai selesai walaupun setelah selesai saya masih kurang pengenya terus saja. Action sma cerita balance jadi gak cuma dapat seru tpi dpat pelajaran yg berharga juga .. castnya keren2 banget….




  4.  

    Tema yang sangat jarang sekali diangkat dalam dunia perfilman indonesia. Suatu gebrakan yang luar biasa dari Anggy Umbara. Semua kekurangan CGI dapat termaafkan oleh penceritaan yang menarik. Berharap akan ada tema serupa bahkan lebih mantap dari ini.





Leave a Response


(required)