Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Garuda Superhero (2015)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


2
Posted January 5, 2015 by

 
Full Article
 
 

GarudaSuperhero-Poster

Critics Rating: 3/4 (4 reviews)
Film Bloggers Rating: 3/4 (7 reviews)

SYNOPSIS

Dunia dikejutkan dengan terciptanya senjata canggih penyelamat Bumi dari ancaman asteroid-asteroid raksasa yang sewaktu-waktu dapat menabrak bumi. Senjata tersebut dibajak oleh Durja King dan dijadikan ancaman kehancuran dunia. Negara-negara adidaya adalah sasaran utama Durja King, sehingga Indonesia atau khususnya kota Metro ini menjadi sorotan mata dunia.

Kelicikan dan kekuatan super yang dimiliki oleh kelompok Durja ini sangat sulit ditaklukan oleh pasukan DAT. Bahkan Pentagon sendiri secara khusus berencana campur tangan untuk turut membantu menanggani kasus besar tersebut. Di saat-saat genting itu muncul Garuda yang memilki juga kekuatan super. Sepak terjangnya berhasil mengacaukan rencana Durja King.

 

The world is suprised by the creation of sophisticated weapons that can save the earth from the threat of giant asteroids which can hit earth anytime. The weapon is hijacked by Durja King who uses it as threat of destruction of the earth. Superpower countries are the main target of Durja King, so that Indonesia or in particular the Metro city become the center of attention of the world.

Cunning and super powers possessed by Durja is very difficult conquered by DAT troops. The Pentagon specifically arranges an intervention to handle the case. At the crucial moment comes Garuda who also possess the super power. His actions disrupt Durja’s plan.

 

General Information

Director: X.Jo
Scriptwriter: X.Jo
Cast: Rizal Al Idrus, Alexa Key, Slamet Rahardjo Djarot, Agus Kuncoro, Denny Baskar, Diaz Ardiawan
Running Time: 85 minutes
Release Date: 8 January 2015

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

NA. Rating: ★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

Penggunaan blue screen asal-asalan membuat efek visualnya terasa kasar tidak keruan. Bagaimana dengan penceritaan? Inipun tak kalah menyedihkan. X-Jo bekerja dengan skenario berpotensi komedi. Susah payah membuat film laga tapi, apa daya, hasilnya film jenaka. (taken from print edition #62) Rating: ★

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Nyali besar dan orang sinting saja tampaknya belum cukup untuk film superhero yang layak ditonton, “Garuda Superhero” sudah membuktikannya. Baiklah, film ini punya niat yang positif, tapi secara esekusi dan produk jadinya, niat hanyalah tinggal niat, filmnya sudah menghianati niat baiknya sendiri. Padahal saya sudah berharap “Garuda Superhero” bisa menghibur dengan segala kegilaannya, tidak perlu cerita bagus, makin konyol makin sempurna. Tapi seperti Durja—penjahat dalam film ini—ambisi mengalahkan segalanya dan tak peduli dunia mau hancur lebur, film ini pun tampaknya tidak peduli filmnya nantinya terlihat hancur dan berantakan seperti habis ditabrak asteroid. Rating: ★

SHANDY GASELLA (Detik)

Menyaksikan ‘Garuda Superhero’ Anda bakal tak kuasa menahan geli. Tapi, geli bukanlah sesuatu yang menyenangkan; tertawa lepas barulah menyenangkan. Geli itu tertawa yang tertahan, rasanya persis seperti bersin yang tak jadi. Bayangkan selama menyaksikan film ini Anda bakal merasakan itu secara berkelanjutan sepanjang 85 menit. Hanya masokis terlatih yang sanggup menyaksikan film ini hingga tuntas. Rating: 0

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

GS bukan film superhero dengan impact yang layak dikenang. Tapi, kita patut berterima kasih kepada x.Jo untuk inisiatif mengisi minimnya genre superhero setelah Madama-X (Lucky Koeswandi, 2010). Rating: NA

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Menyaksikan film ini secara keseluruhan adalah seperti melihat pemandangan seseorang yang begitu bertekad untuk maju ke medan perang dengan semangat menggebu-gebu namun dengan keahlian dan perlengkapan yang benar-benar minim. Sebuah usaha yang patut dihargai? Tentu saja. Namun tetap tidak akan mengubah fakta bahwa orang tersebut akan mati dengan sia-sia di medan perang dalam waktu yang tidak begitu lama. Itulah, sayangnya, yang terjadi pada Garuda: The New Indonesian Superhero. Rating: ★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Gue bisa aja memaafkan ketololan CGI yang buruk itu kalau saja ceritanya make sense. Ternyata ngga. Under The Skin-nya Jonathan Glazer kerasa kayak film buatan Disney Channel dibandingkan dengan Garuda Superhero ini. Nggak hanya karakternya nggak menarik, tapi motivasi karakter-karakternya juga nggak jelas. Belum lagi drama ala Tersanjung tentang siapa sebenernya orang tua Bara. Rating: 0

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

I won’t go any further, tapi agaknya introspeksi adalah istilah terbaik bagi para pembuatnya. Bahwa ambisi besar bukan hanya ada pada faktor keberanian tapi haruslah punya keseriusan jauh lebih untuk menghasilkan sesuatu yang layak, apalagi dalam genre yang sudah lama dinantikan bakal kembali ke sinema kita. A totally flawed ambition dengan kualitas yang harusnya tak ditiru oleh pengikut-pengikutnya ke depan nanti. Rating: ★

DJAY (So-Called Reviewer)

Sebagai hiburan, film ini memiliki level menembus batas logika manusia wajar. Belum bisa mengalahkan Azrax namun Garuda Superhero memiliki level keabsurdan lain. Rating: 1/2

JANITRA EZRA (Romantic | Superhero)

Garuda Superhero berguna dalam satu hal, sebagai pengingat. Pengingat bahwa saat ini belum saatnya perfilman Indonesia terjun ke dalam arena pembuatan film superhero. Atau, setidaknya yang konvensional. Dan, percayalah, yang bilang film ini bagus itu antara dibayar atau masih punya hubungan keluarga sama yang bikin. Rating: 1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Kalau kamu bilang AZRAX film menghibur harusnya nonton GARUDA SUPERHERO juga bisa terhibur…. AGUS KUNCORO EPICCCCC! X)))) Rating: NA

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Film ini buruk, gw setuju. Tapi sepenuhnya buruk, itu adalah pemikiran prematur. Sekali lagi gw katakan, idenya sama sekali tidak buruk. Cuma ya itu, kurang modal, kurang pengalaman, kurang kemampuan dalam mengolah dan mempresentasikannya. Alhasil, yang bekerja dengan baik dari hasil akhir Garuda hanyalah tata musik, tata suara, (beberapa) koreografi fight, dan *surprise* adegan-adegan di set asli non-digital-backlot-nya. Rating: ★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Cara jitu untuk menikmati ‘Garuda’ adalah tinggalkan otak, duduk santai, dan tertawakan saja kekonyolan-kekonyolannya. Jangan anggap serius. Rating: ★1/2

 

STILLS

 

Last Updated: 7 February 2015


2 Comments


  1.  

    sy menangkap motivasi dibalik pembuatan film ini sgt mulia dan untuk kacamata film indonesia, garuda sdh melompat jauh kedepan tanpa lawan. masih ada cahaya harapan yg lbh baik di episode berikutnya. rat (3/5)




  2.  

    Mungkin Anda harus melaksanakan solat Tahajud 18 rakaat setelah menonton film ini.
    Dan berdoa memohon ampunan atas dosa yang anda lakukan karna sudah mau dan rela meluangkan waktu anda untuk menonton Garuda Superhero





Leave a Response


(required)