Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Generasi Kocak: 90an vs Komika (2017)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 


0
Posted February 8, 2017 by

 
Full Article
 
 

GenerasiKocak90anVsKomika-Poster

Critics Review: NA (0 review)
Film Bloggers Review: 1/2 (1 review)

SYNOPSIS

Alan (Afif Xavi) dan Dellon (Adi Bing Slamet) adalah dua sosok laki laki yang beda postur, beda zaman dan usia yang terpaut jauh tapi sahabat yang tidak terpisahkan. Keduanya sama sama anggota gangster yang di pimpin oleh Si Naga 90an (Kadir) Dan Naga Komika (Anyun Cadel).

Menjalankan kehidupan gangster yang penuh dengan aksi kocak, Suatu hari Allan panik ketika tahu orang tuanya (Jaja Miharja) yang dari kampung mau ke Jakarta dibantu sama supir taxi (Mandra) yang dulu nya terkenal supir oplet. Bapak nya mau ngeliat klinik dokter 24 jam miliknya. Selama ini Allan ngaku sudah jadi dokter dan punya klinik sendiri. Allan menyuruh Dellon ngumpulin temen temen premannya untuk pura pura jadi pasien. Pacarnya Susi (Arafah Rianti) dan Mia (Resti Wulandari) jadi suster, sedangkan dirinya dan Dellon menjadi dokter.

Apa yang terjadi? Penuh kejutan, Battle yang seru dan sangat unik karena membandingkan dua generasi yang populer di Indonesia. Masing-masing generasi diwakili oleh pemain yang tenar di eranya.

General Information

Director: Wishnu Kuncoro
Scriptwriter: Herry B. Arissa
Cast: Adi Bing Slamet, Kadir, Jaja Miharja, Mandra, Afif Xavi, Anyun Cadel, Arafah Rianti, Resti Wulandari
Running Time: 80 menit
Release Date: 15 February 2017

Full Cast and Crew

Not available.

 

BLOGGERS REVIEW

RASYID HARRY (Movfreak)

Berkedok nostalgia, Generasi Kocak: 90an vs Komika mengumpulkan sosok komedian tersohor yang lagi-lagi hanya bertugas melontarkan referensi. Sebutlah Mandra sebagai supir taksi. Kehadirannya sekedar untuk memfasilitasi dialog tentang Munaroh dan oplet (referensi perannya di Si Doel). Kadir urung bertutur memakai logat Madura ciri khasnya. Sementara Jaja Miharja kebagian satu adegan yang paling mendekati taraf lucu, namun gagal memancing tawa akibat telah diungkap dalam trailer. Satu poin positif dari para legenda tersebut yakni mereka berusaha sekuat tenaga melucu, memberi effort yang harus dicontoh komika junior. They belong to something better and more respectful than this. Rating: 1/2

 

Last Updated: 17 February 2017


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)