Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Headshot (2016)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


1
Posted November 19, 2016 by

 
Full Article
 
 

headshot-poster

Critics Review: ★★★ (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★★1/2 (16 reviews)
Audience Review: ★★★1/4 (23 reviews)

SYNOPSIS

Pemuda misterius bangun tersentak dari keadaan koma selama berbulan-bulan, dirawat hingga pulih oleh seorang murid kedokteran bernama Ailin ketika ditemukan sekarat dengan sebuah luka tembakan di kepala. Seperti sebuah kelahiran baru dan, menyadari pemuda ini telah kehilangan ingatan dan indentitas dirinya, Ailin menamakan pemuda tersebut Ishmael.

Keduanya langsung menjadi dekat tanpa menyadari bahwa dibalik kedamaian sesaat tersebut bahaya mengintai. Hidup mereka dalam waktu dekat akan berbenturan dengan geng kriminal berbahaya yang dipimpin oleh seorang pemimpin misterius yang dikenal hanya dengan sebutan Lee.

Ishmael mulai mamahami identitas asli dirinya yang sangat erat berkaitan dengan para kriminal, dimana Ailin diculik dengan kejam. Bertekad untuk menyelamatkan wanita yang telah memberikannya kehidupan baru, Ishmael tidak punya pilihan selain menghadapi masa lalunya. Namun dengan semua konfrontasi kekerasan yang membuat Ishamel menghadapi ingatan yang membawanya selangkah lebih dekat dengan masa lalu kelam yang sebenarnya, kepribadian yang mematikan terbangun di dalam dirinya mulai menguak siapa Ishmael sebenarnya.

General Information

Director: Mo Brothers (Timo Tjahjanto, Kimo Stamboel)
Scriptwriter: Timo Tjahjanto
Cast: Iko Uwais, Chelsea Islan, Julie Estelle, Sunny Pang, Very Tri Yulisman, Epi Kusnandar, David Hendrawan, Zack Lee
Running Time: 115 minutes
Release Date: 8 December 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Mo Brothers saya rasa sudah berhasil mengemas Headshot agar dapat dinikmati tidak hanya penonton seperti saya (yang memang sesat dan bejat), tetapi juga penontonnya Chelsea Islan serta Screenplay. Action sadis yang bertebaran berimbang dengan porsi dramanya, tak sekedar pukul-pukulan tapi ada usaha Mo Brothers untuk merajut cerita, meski penceritaan tetap bukanlah atraksi utama di Headshot. Rating: ★★★1/2

SHANDY GASELLA (Detik)

HEADSHOT is YES, ACTION-PACKED! Other than that, it has no tension, (almost) no plot, dan cerita setipis pantyliner. Rating: ★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Headshot is a movie that will make you squirm at the edge of your seat. Well … setidaknya sampai paruh ketiga yang kerasa ngelambat. Rating: NA

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Kekuatan utama Headshot jelas ada pada kepiawaian Timo dan Kimo yang berusaha untuk menuturkan dengan runtut segala cerita di dalam plotnya, sehingga naskah yang terasa dangkal di dalam filmnya bisa terasa sangat pas dan unik di dalam kemasan filmnya yang berbeda. Tetap ada kekhasan The Mo Brothers dalam Headshot, mulai dari pemilihan lagu, gory fight scenes, diperkuat tata gambar yang efektif, sehingga, dengan durasi 115 menit, tak terasa Headshot semakin lama akan mencengkram penontonnya. Karya terbaik dari The Mo Brothers! Rating: ★★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Headshot kece kok. Yang jelas ini lebih menyenangkan dari Killers yang apalah maksudnya itu. Rating: ★★1/2

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Put aside some script and acting problems, Headshot delivers most of its brutally bone-crunching actions. We need more of these kinds. Rating: ★★★1/2

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

Edan lah! Worth to watch, nggak melulu bak buk bak buk, tapi punya flow cerita yang pas. Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Terlalu banyak pengambilan gambar yang pake shaky cam. Entah sengaja atau engga tapi itu cukup ganggu. Sebenernya, Headshot jelas-jelas tidak bisa dibandingkan dengan The Raid. Toh memang yang bikin beda. Gue malah membandingkan dengan Killers, film sebelumnya yang jika dibandingkan maka Headshot lebih matang dari semua segi. Iko Uwais akhirnya bisa akting dengan baik, improving his skill. Bukan cuma berantemnya aja tapi aktingnya juga membaik. Dan menurut gue Mr. Lee adalah setan sesetan-setannya penjahat. Edan sih dia. Rating: ★★★

DWI RETNO WARDHANNY (Layar Tancep)

NA. Rating: ★1/2

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Headshot has lots of brutal action sequences and intense camera works that remind us to some of the best Hong Kong action movies out there. Unfortunately, its awful script and unnecessary subplots almost ruined the pace and fun, especially on the first half. Rating: ★★★1/2

ERLITA PUTRANTI (It Caught My Eyes)

Headshot is a perfect blend of a talented fighting choreographer team, a pair of superb director, and hand-picked casts who delivered. Add superb camera works and eargasmic soundtrack to the mix, and the result was a movie that exceeded my expectations on all counts. Even in the drama department, because I never thought I’d find fanfiction-esque dialogue in a Mo Brothers’ movie. Then again, I didn’t went there for the drama, so I was more than satisfied by those orgasmic fighting scenes. Each of their movements told a story and conveyed feelings better than words, while still were very very eye pleasing. Rating: ★★★★1/2

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Udah, Mo Brothers mending buat thriller aja lah, belum level buat action yang hasilnya malah norak timbang keren. Rating: ★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Film action dengan bumbu drama yang pas, dan bersiaplah seperti naik halilitar. Perhatian, ini film dewasa, banyak adegan sadis. Rating: ★★★1/2

PASKALIS DAMAR (Sinekdoks)

Headshot belongs to the same realm as The Raid series. While it initially sets a pseudo-story, it’s never been story-driven. It’s a jaw-crushing, bone-crunching, skull-smashing, neck-breaking, brain-damaging, blood-splattering gorefest by Mo Bros. And when I said: by Mo Bros, that means a tendency to visually torture audiences with excessive depiction of pain and overkill. Headshot is brutal as hell. Rating: ★★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Headshot is a bloody soap opera filled with fun(ny) fighting sequences and great camerawork. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Headshot geber spektakel laga yang brutal, menegangkan, sekaligus memuaskan dengan koreografi tarung yang tertata sangat indah. Rating: ★★★★

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Kekuatan Headshot adalah bagaimana mereka menampilkan pertarungan brutal dengan brilian dan sangat indah. Kekuatan lainnya ada pada karakter-karakter gelap, dingin, brutal yang sayangnya bermain dalam premis cerita usang. Andai Headshot bisa bercerita lebih baik. Rating: ★★★1/2

TIMOTIUS PRASSANTO (Sobekan Tiket Bioskop)

EDAAAANNN! Ini kaya segala fighting scenes-nya The Raid ditambah bloody-and-boney slasher-nya Rumah Dara! Kombinasi fight choreography-nya Iko Uwais sama sakit jiwanya The Mo Brothers emang sukses banget bikin meringis dan ketawa miris secara bersamaan! Yang cakep sih “reuninya” Iko, Julie Estelle, dan Very Tri Yulisman dengan senjata dan koreo yang lebih gila, ditambah setting yang cakep banget! Edan! Ga cuma berantem. Ceritanya simpel dan straight to the point, tapi setiap karakter digali banget, so we can relate so much to each characters–even the bad ones! Camera work-nya sih cantik banget dan wildly controlled. Scoring-nya aduhay, dan penempatan soundtrack-nya pas banget ga berlebihan. Sempurna lah! Rating: ★★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Combining extreme violence with silly gimmicks has made Headshot a fun, action-packed flick. Rating: ★★★1/2

 

AUDIENCE REVIEW

AGGI DILIMANTO

There’s a lot of WTF moments. Though some are good kind of WTF, the bad kind of WTF comes from the story which makes no sense sometimes. Dari segi produksi, film ini berhasil. Mulai dari koreografi yang menawan, tata kamera yang luar biasa (shot dari atasnya bikin merinding ey), arahan Mo Brothers yang berhasil, dan scoring yang bikin teriak-teriak dalam hati saking bagusnya. Terbukti tanpa Gareth Evans pun Indonesia mampu bikin film action bagus. Acting Iko Uwais harus diasah lagi, sih. Rating: ★★★★

ALVIN XI

Headshot gagal menjadi film action sekelas The Raid. Naskahnya menggelikan, kualitas akting juga so so, action sequence lumayan oke tapi porsinya nanggung. Hanya penampilan Chelsea Islan yang paling memorable! Rating: ★★1/2

ARIA GARDHADIPURA

Headshot ini ibaratnya The Raid dengan visualisasi yang lebih stylish, tapi sayangnya chemistry Iko Uwais dan Chelsea Islan agak-agak hit and miss. Overall, drama di Headshot kurang bagus tapi sekuen action di dalamnya cukup bikin yang nonton bernafas lega, tanpa Gareth Evans, Indonesia bisa kok bikin film action yang oke. Well done, Mo Brothers! Rating: ★★★★

TAUFAN SUGIYAT

For a brainless action movie, sinematografi dan koreografinya layak diacungi jempol. Sayangnya, sulit untuk dinikmati karena terlalu banyak kekerasan yang sangat vulgar. Not a movie for everyone. Rating: ★★★1/2

YOVAN NAINGGOLAN

Liar, brutal pada adegan aksinya, bahkan menjadi indah lewat koreografinya. Tapi, drama dan guliran ceritanya hanya tertolong pada performa Chelsea. Iko perlu meningkatkan lagi akting dramanya. Secara teknis ada beberapa bagian yang memusingkan tapi masih acceptable. Rating: ★★★

 

Last Updated: 10 December 2016

 

(*Sampel ulasan diambil dari survei tertutup yang dilakukan oleh ID Film Critics dari tanggal 5-12 Desember 2016. Untuk mengikuti survei kepuasan penonton kami, bergabunglah di grup Telegram ID Film Critics melalui tautan ini.)


One Comment


  1.  
    Anggra Waskito

    The Raid 2 saja sudah membosankan karena banyak pengulangan dari The Raid 1, apalagi Headshot. Repetitif settingnya (lab narkoba dll), repetitif fighting choreographynya, lebay trigger happy para penjahatnya… Iko Uwais nampaknya butuh suntikan ide baru. Tapi tetap saja, pada paruh pertama film, siapa yang bisa berpaling dari wajah menawan Chelsea Islan? Rating 2/5.





Leave a Response


(required)