Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Hijab (2015)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 

Positives


Desain dan tata produksi, naskah yang jenaka, chemistry para karakter utama.

Negatives


Penyelesaian cerita yang terlalu mudah berkompromi.


0
Posted January 15, 2015 by

 
Full Article
 
 

Hijab-Poster

Critics Rating: ★★★1/4 (5 reviews)
Film Bloggers Rating: ★★★1/2 (10 reviews)

 

SYNOPSIS

Kecuali Anin, tiga sahabat lain: Bia, Tata, dan Sari adalah perempuan bersuami dan berjilbab dengan gaya berbeda-beda. Bia yang bersuamikan artis dan designer memilih berjilbab fashion. Tata, isteri fotografer, menutupi rambutnya yang botak dengan turban. Sedangkan Sari yang bersuamikan Gamal, lelaki keturunan Arab kolot, membalut tubuhnya dengan jilbab syar’i. Anin memilih bebas: tidak berjilbab sekaligus tidak mau menikah.

Seperti Anin, awalnya Bia, Tata dan Sari adalah perempuan mandiri. Setelah menikah, mereka menjadi isteri yang ‘Ikut Suami’. Akibatnya, Anin makin tidak mau menikah meski sudah punya pacar. Keempat perempuan itu sebetulnya berada dalam kondisi tidak berdaya dengan pilihannya.

Saat arisan bersama, Gamal menyindir: ‘Semua arisan ibu-ibu sebetulnya arisan suami, karena duitnya dari suami’. Sebagai mantan aktifis perempuan, Tata tersinggung dan terusik. Tata kemudian mengajak sahabatnya untuk kembali menjadi perempuan yang ‘tidak ikut suami’. Tidak diduga Sari menyambut dengan semangat. Bia dan Anin jadi antusias. Akhirnya mereka secara diam-diam bekerja jualan fashion hijab secara daring. Bia desainernya, Sari yang mengelola keuangan, Tata dan Anin pemasarnya.

Tidak diduga, bisnis mereka meningkat drastis dalam tiga bulan. Bahkan melebihi penghasilan suami mereka. Anin yang semula ragu dengan bisnis jilbab akhirnya mengakui bahwa fashion hijab adalah fenomena. Mereka berhasil membuktikan bahwa mereka bukan tipe perempuan ‘ikut suami’. Mereka mandiri dan kaya. Para suami merasa terancam, dan hubungan mereka diuji.

 

Except Anin, three other friends: Bia, Tata, and Sari are women who are already married and wearing hijab in different styles. Bia, a young designer and a wife of top celebrity chooses to wear fashion hijab. Tata, who is already married to a photographer covers her hair with turban, while Sari is married to Gamal, a man of Arabic descent, and she chooses to wear hijab according to Islamic sharia law. Only Anin who chooses to be free, not wearing hijab and not deciding to get married, yet.

Just like Anin; Bia, Tata, and Sari were independent women in the first place, but after their marriage, they became wives who would always follow everything their husbands says and feel helpless with their own choices. That is why Anin increasingly unwilling to marry despite having had a boyfriend. This four women were actually in a state of helplessness with their choices.

One day, when the women are on an ‘arisan’ or a social gathering, Gamal says: ‘All of these women’s arisan are actually husbands’ arisan, because they use our money to run this gathering.” Tata is offended by what he says, and then she asks her three best friends to go back to the time when they were still single, as independent women. Unexpectedly, Sari and the girls get very excited about it. Without informing their husbands, they start their business by selling hijab online. Bia as the designer, Sari maintains the financial records, Tata and Anin as the marketers.

In three months, their business grows really fast while hijab fashion is becoming a fashion statement in Indonesia. They prove to their husbands that they can be independent like they used to be and their income suddenly get higher than their husband. The husbands feel threatened and their relationship with their families are put to the test.

General Information

Director: Hanung Bramantyo
Scriptwriter: Hanung Bramantyo, Rahabi Mandra
Cast: Carissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani, Natasha Rizky, Nino Fernandez, Mike Lucock, Ananda Omesh, Dion Wiyoko, Delano Daniel, Lulung Mumtaza
Running Time: 102 minutes
Release Date: 15 January 2015

Full Cast and Crew

CAST

Carissa Puteri (Bia)
Zaskia Adya Mecca (Sari)
Tika Bravani (Tata)
Natasha Rizky (Anin)
Nino Fernandez (Matnur)
Mike Lucock (Gamal)
Ananda Omesh (Ujul)
Dion Wiyoko (Chaky)
Marini Soerjosoemarno (Tante Elma)
Jajang C Noer (Tante Elsa)
Rina Hassim (Tante Elly)
Meriam Bellina (Mama Anin)
Mathias Muchus (Papa Anin)
Sophia Latjuba (Sophie)
Slamet Rahardjo Djarot (Mr Punjab)
Bobby Tince (Dave)

CREW

Departemen Produksi

Hanung Bramantyo (Sutradara)
Hanung Bramantyo (Penata skrip)
Hanung Bramantyo (Produser)
Zaskia Adya Mecca (Produser)
Haykal Kamil (Produser)
Talita Amilia (Line Producer)
Luqman Thalib (Pimpinan Pasca Produksi)
Rahabi Mandra (Penata skrip)
Widhi Susila Utama (Casting Director)
Alim Sugiantoro (Produser Eksekutif)
Raam Punjabi (Produser Eksekutif)

Departemen Kamera

Faozan Rizal (Penata Kamera)

Departemen Grip dan Listrik

Tarmizi Abka (Gaffer)

Departemen Artistik

Angela Halim (Penata Artistik)
Tasya Nur Medina (Perancang Busana)
Klara Isabella (Perancang Busana)
Darto Unce (Penata Rias)

Departemen Suara dan Musik

Yusuf Patawari (Perekam Suara)
Abdul Malik (Perekam Suara)
Satrio Budiono (Penata Suara)
Hariopati Rinanto (Penata Musik)
Melly Goeslaw (Lagu Tema)

Departemen Penyuntingan

Wawan I Wibowo (Penata Gambar)
Ganda Harta (Efek Visual)
Teguh Tejo Raharjo (Efek Visual)

PRODUCTION

Tim Dapur Film
Ampuh Entertainment
MVP Pictures

 

CRITICS REVIEW

ABBAS ADITYA (KapanLagi)

Di balik pemberitaan yang negatif, penampilan @dijahyellow dalam #HIJAB mengejutkan. sangat menghibur dan kocak. scene stealer of the year! Rating: ★★★★

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★★

LUSI TRIANA (Muvila)

Melihat Hijab dan Jomblo sama-sama memiliki empat tokoh utama, Hijab yang bisa dikatakan sebagai film Jomblo versi perempuan. Namun, tokoh-tokoh yang ada di film Jomblo punya karakter jauh lebih kuat dibandingkan dengan tokoh-tokoh di film Hijab, jika diukur dari nuansa komedinya. Adapun empat tokoh perempuan di film Hijab lebih membawa rasa drama dalam ceritanya. Film ini seperti ingin menunjukkan permasalahan modern yang dihadapi oleh perempuan muslim di lingkungan urban dan perkotaan. Rating: NA

RANGGA ADITHIA (Flick Magazine)

Seperti sebuah pergelaran busana yang di-organize dengan sangat baik, “Hijab” pun melenggang mulus sepanjang durasinya. Sukses memamerkan cerita yang terjahit rapih, dengan tambahan pernak-pernik konflik yang tak terkesan cheap. “Hijab” memang tampil bercanda, tapi dalam setiap candaannya terselip pesan-pesan bernada nyinyir. Walau bagaimanapun ada label bertuliskan “ini filmnya Hanung”, lumrah jika pada akhirnya “Hijab” pun berkeinginan untuk “menyentil” dan “menyindir”, tapi kali ini Hanung sadar betul batasannya, dia masih mampu mengerem nyinyirannya untuk tak terlalu eksplisit dalam penyampaiannya. Jadi kita masih bisa melihat “Hijab” layaknya sebuah acara ketemuan sahabat dengan obrolan santainya, sesekali nyinyir-nyinyir ringan sambil bersenda-gurau. Film ini akhirnya bisa ditertawakan tanpa harus memaksa kita mengernyitkan kening. Rating: ★★★★

SHANDY GASELLA (Detik)

Dalam ‘Hijab’ semua hal dilawakkan, ada yang berhasil lucu, tapi banyak yang terjatuh menjadi olok-olok tanpa makna. Maka, secara keseluruhan, film ini menjadi karikatur tanpa konteks. Jangankan menjadi film penuh satire sebagai katakanlah semacam “kritik ideologi” terhadap fenomena “jilbab lifestyle” yang merupakan bentuk komodifikasi agama, sekedar meledek dan menyindir saja film ini tak punya daya. Rating: ★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

Hijab sebenarnya berkonten serius. Seserius Tanda Tanya. Kemasan komedilah yang menyelamatkan isu-isu sensitif ini sehingga terlihat lebih enteng. Rating: ★★★1/2

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Meskipun tidak sempurna, Hijab kembali membuktikan posisi Hanung Bramantyo sebagai salah satu dari sedikit sutradara film Indonesia yang begitu lihai dalam mengemas cerita yang ingin ia sampaikan. Hijab adalah sebuah drama komedi persahabatan yang segar dan mampu bekerja dengan baik untuk menghibur maupun menampar jalan pemikiran para penontonnya. Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Gue akui, beberapa adegan emang kocak, seperti teriakan “anjrit!” Sari pas pengajian misalnya. Bisa bikin ketawa memang, tapi ternyata udah sampe sana aja. Namun begitu film udah masuk konflik utama dimana suami-suami marah-marah, film ini murni jadi kehilangan kekerenannya soal isu besar yang gue bilang tadi. Hijab cuman jadi film “Hanung Bramantyo” aja. Edgy-nya ilang. Dan semakin lama gue meresapi—dan mencoba peduli kepada—konflik suami vs. istri lantaran usaha sampingan mereka, gue semakin tersadarkan bahwa keempat perempuan ini nggak pernah diberikan identitas sebelum mereka ketemu dengan cowok-cowok mereka. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Hal terbaik dalam ‘Hijab’ memang terletak pada penggarapan teknisnya. Sinematografi Faozan Rizal, tata artistik dari Angela Halim dan tata kostum dari Klara Pokeratu dan Tasya Nur Medina, secara sejalan, sudah bicara begitu banyak dalam menampilkan fenomena fashion culture-nya sendiri. Sama dengan tampilan posternya yang begitu tepat menyampaikan isi filmnya, ‘Hijab’ memang dibesut Hanung bersama seluruh kru ini seasyik mem-browsing jualan-jualan online lewat tampilan-tampilan serba cantiknya di social media, lengkap dengan polesan-polesan ala instagram dan lainnya. Scoring dari Hariopati Rinanto dan Tya Subiakto, mostly alunan lagu-lagu soundtrack dari Andien seperti ‘Let It Be My Way’ (composed by Melly Goeslaw) dan ‘Satu yang Tak Bisa Lepas’. Rating: ★★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Sekali lagi, terlepas dari segala kontroversi yang ada. Film Hijab ini layak diapresiasi sebagai film hiburan yang baik, tanpa menggurui dan berdasarkan apa yang sebenarnya terjadi di dunia perhijaban. Rating: ★★★★

HARY SUSANTO (Movienthusiast)

Di bawah kendali tangan dingin seorang Hanung Bramantyo, Hijab sukses menjalankan tugasnya sebagai sebuah komedi satir yang dengan cerdas menyentil soal agama, etika, perempuan dan hijabnya tanpa harus menjadi norak seperti sinetron-sinetron religi di televisi. Sebuah suguhan drama persahabatan menyegarkan dengan presentasi komedi enerjik, penuh warna, ensemble cast solid serta pesan-pesan Islami tanpa harus terlihat sedang berdakwah. Rating: ★★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Ceria, fresh, penuh warna, canda dan tawa dgn problematika kehidupan rmh tangga. Ost dan penyutradaraannya juga menarik! Rating: ★★★1/2

KANIA KISMADI (Ngobrolin Film)

Mereka terlihat heboh sendiri dengan obrolan dan dunia mereka. That’s a good thing.. tapi kalo ini adalah kehidupan nyata dan bukannya sebuah film. Tapi masalahnya, ini adalah film. Para pemainnya harusnya sedang “berbicara” kepada penonton lewat akting dan dialog mereka. Tapi… Gue sebagai penonton sama sekali tidak merasa terkoneksi dengan Sari, Bia, Tata, dan Anin, maupun para suami. Mereka seru sendiri dan gue ngga diajak seseruan bareng gitu. Bukannya ngga ada gue ngga rame ya? Rating: NA

RASYID HARRY (Movfreak)

Komedinya mungkin sering menutupi pesan yang coba disampaikan, tapi film ini begitu berkesan karena sudah lama saya tidak dibuat tertawa lepas menonton film Indonesia di bioskop. Ringan dan menyenangkan berkat komedi dan gambar-gambar penuh warna yang sudah di-tease oleh posternya yang amat menarik itu. Persembahan terbaik Hanung Bramantyo sejak ? empat tahun lalu. Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Bahwa sejak awal digadang-gadang bahwa film ini komedi, terbayar oleh hasil akhirnya. Ritmenya lincah, pengadeganannya pun cerdas dalam membangun kelucuan. Gw bisa sampai ngakak ketika adegan sambutan pembukaan butik, juga “ledekan” terhadap film-film nyeni yang diprotes di Indonesia tapi disukain sama orang Prancis XD. Sentilan di film ini cukup ngena tetapi dibawa fun, dan para pemainnya pun memainkannya dengan santai tanpa beban. Enak sekali mengikuti film ini. Rating: ★★★1/2

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Keunggulan Hijab tidak saja disebabkan oleh skrip trengginas rancangan Hanung Bramantyo dan Rahabi Mandra maupun pengarahan mengesankan Hanung, melainkan turut ditopang oleh penataan kostum, artistik, pengambilan gambar cantik penuh warna a la Instagram dari Faozan Rizal, dan terpenting, performa bertenaga dari jajaran pemainnya. Selain menunjukkan chemistry hebat satu sama lain, kedelapan bintang yang ditempatkan di garda terdepan Hijab memberikan kontribusi lebih – menancapkan nyawa kepada masing-masing karakter yang dimainkan. Rating: ★★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Hanung has returned to what he’s best at: capturing recent social phenomenon in a fun and fresh comedy package. Rating: ★★★★

 

STILLS

 

Last Updated: 22 May 2015


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)