Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Ibu Maafkan Aku (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted November 5, 2016 by

 
Full Article
 
 

ibumaafkanaku-poster

Critics Review: ★★★ (1 review)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (5 reviews)

SYNOPSIS

Hartini membesarkan ketiga anaknya sendirian setelah suaminya meninggal. Dengan segala keterbatasannya, dia memperjuangkan hidup anaknya agar hidup mereka kelak tidak seperti dirinya. Menyekolahkan Anak anaknya sampai tinggi menjadi mimpi yang harus diwujudkannya. Bekerja sebagai pemecah batu kali menjadi pilihan terakhirnya agar bisa terus bertahan hidup. Tuhan memberikan keringanan hidup kepada hartini berupa prestasi yang dicapai anak anaknya yaitu Banyu (SMA) dan Gendis (SMA), sedangkan Satrio masih SD.

Banyu tumbuh menjadi “Pilot” dalam keluarga ini. Sikapnya yang dominan seringkali menimbulkan konflik dengan adiknya (Gendis). Apalagi ketika Gendis mengenal seseorang yang dicintainya yaitu Panji. Konflik demi konflik mulai menghiasi hari hari keluarga ini.

Sampai pada satu titik dimana Banyu harus pergi ke Jakarta demi menggapai cita citanya dan kemudian Gendis terpaksa ditinggal oleh Panji laki laki yang dicintainya. Hartini mulai merasakan goyah yang kedua kali seperti dia ditinggal suaminya dulu. Terlebih ketika Gendis pun akhirnya memutuskan untuk meneruskan kuliah di Jogjakarta. Satrio menjadi satu satunya pelipur lara buat Hartini.

Waktu berjalan cepat hingga Banyu dan Gendis menjadi seorang yang diimpikan oleh Hartini. Banyu menjadi seorang Pilot dan Gendis menjadi seorang dokter. Mereka kembali ke pelukan Hartini dengan kebahagiaan dan kebanggaan.

Tapi apakah itu arti kebahagiaan sesungguhnya buat Hartini? Apa sesungguhnya yang diinginkan oleh Hartini ? Apakah yang akan tidak akan bisa dilupakan seumur hidup oleh Banyu dan Gendis? Rahasia apa yang selama ini disimpan Hartini kepada Banyu dan Gendis?

General Information

Director: Amin Ishaq
Scriptwriter: Henny Suryaningsih
Cast: Christine Hakim, Ade Firman Hakim, Meriza Febriani, Marcellino Adenan
Running Time: NA
Release Date: 10 November 2016

Full Cast and Crew

Tab 2 content goes here. You can add as many tabs as you want using this technique.

Title of tab 3

Tab 3 content goes here. You can add as many tabs as you want using this technique.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Yang membuat film Ibu Maafkan Aku ini punya kelebihan adalah Christine Hakim yang dapat menghidupkan segala keterbatasan plot cerita, directing, dan naskah. Layaknya karakter ibu di dalam film ini, Christine Hakim memang sedang berjuang sendiri untuk menghidupkan film ini. Ibu Maafkan Aku sudah memanipulasi suasana hati penontonnya sejak awal durasi. Sehingga, film ini malah menumbuhkan antipati penonton untuk rela menitikkan air mata. Dengan durasi 120 menit, Ibu Maafkan Aku ternyata tak bisa menjalankan ceritanya. Segala plotnya yang sederhana berjalan lambat dan subplot-nya semakin memperparah. Beruntung film ini tak berusaha mendramatisir sehingga terkesan berlebihan. Rating: ★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Gue suka sama Ibu Maafkan Aku. A powerful movie. Christine Hakim gokil. Cerita simple yang ngena banget. No twist needed. Jadi kayak trip down memory lane anak-anak dari ibu yang berhasil meraih cita-cita. Rating: ★★★

DANIEL IRAWAN (Daniel Dokter)

Technically and by acts, tak ada yang salah dengan Ibu Maafkan Aku. Hanya saja, narasinya yang terlalu linear mungkin terasa lebih seperti film-film ’80-an. Rating: ★★★

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Cerita Ibu Maafkan Aku sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi eksekusinya dilupakan begitu aja. Ini mau flashback atau bagaimana? Di awal film terlihat pemain utama mengunjungi rumahnya kemudian dia mengingat kembali masa kecilnya yang kemudian menjadi sebuah cerita sepanjang film. Hingga di akhir cerita penulis cerita kelihatan sekali melupakan sebenarnya ini mau flashback atau melanjutkan kisah cerita sebelum ending? Mungkin karena durasi sudah 120 menit jadi bingung mau ngapain lagi. Akting ibu Christine Hakim tidak perlu diragukan lagi, menurut saya di film ini bukan suatu tantangan berat bagi beliau melakoni karakternya. Begitu juga dari deretan pemain lainnya. Sepanjang film saya malah berpikir coba aja yang main si anu, pasti emosinya lebih dapat sebagai kakak, adik, atau keluarga. Terlepas itu semua, pesan moral dari Ibu Maafkan Aku sangatlah mengena bagi mereka yang memiliki ibu atau nanti menjadi seorang ibu. Rating: ★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Hubungan antara orang tua dengan anak memang sasaran empuk untuk dieksploitasi sebagai drama penguras air mata. Tapi berbekal sensitivitas tutur serta kuatnya pemahaman tentang hubungan ibu-anak  sehingga terjalin kedekatan dengan penonton  debut penyutradaraan Amin Ishaq (juga menulis naskahnya bersama Henny Surya) ini tak berakhir sebagai tearjerker murahan yang berlebihan memeras kesedihan atau tragedi. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 14 November 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)