Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Ini Kisah Tiga Dara (2016)

 

 
Overview
 

Genre: ,
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted August 22, 2016 by

 
Full Article
 
 

IniKisahTigaDara-Poster

Critics Review: ★★★3/4 (2 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (11 reviews)

SYNOPSIS

Sejak ibu meninggal dunia, Tiga Dara diboyong ayah mereka ke timur Flores, kota kecil di tepi pantai dan bersama, mereka membangun butik hotel cantik. Oma pun ikut menyusul.

Oma yang merupakan sosok matriarch di keluarga ini sering khawatir melihat cucu/cucunya yang terlalu sibuk bekerja dan belum memiliki pasangan.Sementara, Krisna sebagai ayah, selalu menjadi kambing hitam oma karena dianggap tidak bisa mengatur tiga daranya. Akankah Tiga Dara kali ini menyerah pada tuntutan oma mereka? Lebih penting mana bagi Tiga Dara, mencari suami ideal dalam kertas, atau mengejar cita-cita dan mengikuti kata hati? Sambil menari dan bernyanyi kisah tiga dara akan memberikan perspektif baru yang segar dalam perfilman Indonesia.

General Information

Director: Nia Dinata
Scriptwriter: Nia Dinata, Lucky Kuswandi
Cast: Titiek Puspa, Shanty Paredes, Tara Basro, Tatyana Akman, Rio Dewanto
Running Time: 115 minutes
Release Date: 1 September 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Ini Kisah Tiga Dara has its moments and charms–especially from the georgeous-looking cinematography. But the clumsily-written script (oh, those awful, awful songs!) often led the movie into its downfall. Plots are tangled up from one to another and felt underwritten at times. The actors did quite a fine job with what they were given. Shanty, though, is at another level. She’s the life of the movie. Rating: ★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Ini Kisah Tiga Dara punya penuturan setiap konflik cerita yang, meski cheesy, tetapi masih memiliki daya pikat lewat jajaran pemainnya. Hanya saja, Ini Kisah Tiga Dara memiliki problematika pada naskah yang lemah, dan juga sekuens musikal yang jauh lebih bisa dieksplor. Rating: ★★★1/2

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Translating the classic into a hipster kind of style, Ini Kisah Tiga Dara had its festive moments but could work more on songs and choreography. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

The strength factors of Ini Kisah Tiga Dara: music, Maumere, chemistry. They bond together. Unfortunately, it was a little weak on the storyline. Just a little, but it bothered me. Tara Basro can handle the character very well. Surprisingly Shanty did a good job being the oldest daughter. Rating: ★★★

DRAGONO HALIM (Be Noted)

Beberapa hal menarik dari Ini Kisah Tiga Dara adalah penampilan para pemain, lagu dan koreografi, serta muatan sisipannya. Mengenai para pemain, tak terbantahkan bahwa Shanty benar-benar tampil memukau sebagai si sulung, maupun sebagai artis yang “turun gunung” ke layar lebar setelah sekian lama. Chemistry yang ia ciptakan bersama tokoh-tokoh lain, seperti dengan dua dara yang lain, Oma, ayahnya (Ray Sahetapy), Yudha (Rio Dewanto), bahkan dengan para figuran terasa genuine. Effortlessy enjoyable. Rating: ★★1/2

ELBERT REYNER (Daily Cinephile)

Dengan cerita yang terlalu familiar, koreo musikal yang mengecewakan, dan berjibun subplot geje, Ini Kisah Tiga Dara terlalu cepat kehilangan momentum. Pada akhirnya, Ini Kisah Tiga Dara banyak diselamatkan oleh visualnya yang cantik dan penampilan menyenangkan dari aktor-aktrisnya. Rating: ★★1/2

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Ini Kisah Tiga Dara adalah sebuah film musikal yang sangat-sangat cantik. Sayangnya, kecantikannya tidak dihidupi dengan emosi yang memadai. Apa yang menjadi kekuatannya, seringkali kemudian juga menjadi kelemahannya. Ada yang hilang dari upayanya untuk menjadi yang terbaik. Ini Kisah Tiga Dara, seperti pendahulunya, mengritik dan menyampaikan banyak hal. Namun, terkadang itu membuatnya terlalu sibuk untuk bicara. Pun dengan segala aspek “seni”-nya yang ditata berupa-rupa. Menakjubkan, tapi terkadang ada kekosongan yang terasa dari dalamnya. Ada kekuatan dan kelemahan yang sama banyak di dalamnya, tapi dengan visual indah dan chemistry-nya yang rupawan, Ini Kisah Tiga Dara tetaplah akan menawan. Rating: ★★1/2

RASYID HARRY (Movfreak)

Kegagalan merajut musikal memikat berdampak pada datarnya paparan emosi. Once again, it sounds and looks cool–Yudi Datau’s cinematography is gorgeous–but it lacks emotional depth. Tapi sebagaimana film-film Nia Dinata sebelumnya, Ini Kisah Tiga Dara kuat dalam berpesan. This modern take of the original classic ended up as one of the coolest movie of the year. Rating: ★★★1/2

REINO EZRA ANRETI (Ajirenji Mindstream Reviews)

Not as funny as the original, Ini Kisah Tiga Dara terbilang enjoyable untuk film yang durasinya lumayan panjang. Rating: ★★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Seandainya saja Ini Kisah Tiga Dara tidak dijelmakan sebagai film musikal–mengikuti arus film sumber inspirasinya–yang terlalu banyak memberi “apaan sih moment” dan sepenuhnya dialirkan menggunakan metode penceritaan konvensional hasilnya bisa jadi akan lebih baik karena film sejatinya menghadirkan kesenangan mencukupi saat berada di mode drama komedi. Ah, sungguh sangat disayangkan. Rating: ★★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Ini Kisah Tiga Dara was enjoyable but not memorable. Lirik lagu-lagu barunya banyak yang maksa masuk ketukan. Ketika dilantunkan berasa lagi cranky. Sayang banget. Rating: ★★★

 

Last Updated: 5 September 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response


(required)