Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


2
Posted June 30, 2016 by

 
Full Article
 
 

JilbabTravelerLoveSparksInKorea-Poster

Critics Review: ★★★ (1 review)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (12 reviews)

SYNOPSIS

Rania Samudra (Bunga Citra Lestari), 24 tahun, seorang penulis yang gemar traveling, dijuluki JilbabTraveler oleh para pembacanya. Ketika Ayahnya sakit, Rania memutuskan pulang. Namun Sang Ayah malah memberikan misi pada Rania mengunjungi Baluran, alam yang luar biasa indah di timur pulau Jawa, tempat di mana Ayah dan Ibunya dulu menemukan cinta.

Di sana, Rania bertemu dengan Hyun Geun (Morgan Oey), fotografer asal Korea yang tampan tapi cuek. Hyun Geun ditemani sahabatnya, Alvin (Ringgo Agus), berhasil memaksa Rania untuk memandu mereka ke kawah Ijen. Tetapi keputusan itu membuat Rania kehilangan momen terpenting bersama ayahnya.

Perasaan menyesal mendorong Rania berhenti menjelajah dunia. Tidak juga peduli ketika Hyun Geun yang merasa bersalah mencoba mendekat, bahkan hingga pemuda gondrong itu kembali ke Korea. Rania tetap bersikeras tinggal di rumah, mendampingi ibunya.

Melihat hal ini, Tia dan Eron, dua kakak Rania, segera berinisiatif menjodohkan Rania dengan ILHAN (Giring Ganesha). Kebaikan hati dan perhatian Ilhan membuat Rania yakin dia akan menerima cinta Ilhan. Sampai sebuah undangan menjadi peserta Writers in Residence di Gangwon, Korea Selatan, muncul di hadapannya.

Rania menghadapi dilema terbesar dalam hidupnya. Saat keputusan nyaris di genggaman tangan, bayangan Hyun Geun bermunculan kembali seperti mimpi yang memangil-manggil dari kejauhan.

General Information

Director: Guntur Soeharjanto
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, Giring Ganesha
Running Time: 112 minutes
Release Date: 5 July 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

WAYAN DIANANTO (Tabloid Bintang)

NA. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

AMIR SYARIF SIREGAR (Amir at the Movies)

Not without its flaws but Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea is delightful. Well-written, tightly-directed and beautifully-acted. Gotta give special shoutouts for Morgan Oey’s great performance (Man! He keeps killing it!) and Enggar Budiono’s breathtaking cameraworks. Best adapted-from-Asma-Nadia-novels movie yet. Rating: ★★★1/2

ARUL FITTRON (Arul’s Movie Review)

Terlepas dari segala penggambaran perempuan Islam yang dreamy, Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea memiliki kekuatan dalam menyampaikan isi cerita. Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea juga punya tata musik dan sinematografi yang indah dan itu mempercantik presentasi filmnya. Rating: ★★★1/2

CANDRA ADITYA (That Candra Aditya Kid)

Sayang beribu sayang, pembuat filmnya jelas agak kebingungan mau ngebawa film ini kemana. Karena mencampurkan dua genre film itu bikin filmnya jadi aneh. Ada bagian di mana filmnya mencoba keras kayak melodrama Korea. Dan karena tidak didukung dengan karakterisasi dan akting yang bagus, jadinya malah kayak sinetron Indosiar tahun 90-an. Kalo Krisdayanti di Doaku Harapanku jalan di tengah hujan dan belum buka puasa, Rania jalan di bawah hujan salju di Korea yang super instagramable. Serial Korea emang cheesy. Tapi mereka tau basic storytelling. Semua karakternya punya maksud, tujuan dan kepribadian yang jelas. Jilbab Traveler nggak memberikan itu. Rating: ★

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea felt more focused only by looks and performance, not the emotional building in a cliche religious love tale. Ada transformasi dan improvement yang makin baik dari Morgan Oey bersama support bagus dari Ringgo Agus Rahman di Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Kekuatan Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea adalah di eksekusi dan pengkarakteran yang kuat buat Bunga Citra Lestari dan Morgan Oey. Baluran dan Kawah Ijen adalah hal terindah dari Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Malah sudut Korea tidak mampu mengalahkan view itu. Gue sih memaafkan beberapa detail yang ketangkep di beberapa scene yang gak masuk akal. Rating: ★★★1/2

ELBERT REYNER (A Cinephile’s Diary)

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, meski memiliki unsur Islam yang kuat pada karakter, jalinan plot, maupun judulnya, tetap berhasil menjadi tontonan yang bersifat universal dan tidak mengalienasi penonton nonmuslim. Sayangnya, Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea mengulang formula film-film serupa, membuatnya tidak dapat mencapai potensi dan tingkat emosional sepenuhnya. Major flaws dari Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, selain ending-nya, adalah karakter Alvin. Sorry man, but you’re so annoying dan perusak suasana. Rating: ★★★

HARIS FADLI PASARIBU (Tales from Motion Sickness)

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea is enjoyable but not really an endearing melodrama. The casts are fine. But the plot doesn’t have enough oomph, or better conflict, to make it more memorable or moving. Rating: ★★1/2

JOSEP ALEXANDER (Postingan Biasa)

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea kemasan cerita yang tidak jauh berbeda seperti film-film sebelumnya dengan deretan pemain yang berbeda. Patut diapresiasi penampilan Bunga Citra Lestari di Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea sebagai Raina. Sepanjang film terlihat kuat dan stabil. Alangkah lebih baik, Morgan Oey diberi kesempatan berbicara bahasa Inggris untuk menyempurnakan emosi yang sudah dibangunnya di film ini. Penempatan lagu Aku Bisa Apa oleh Bunga Citra Lestari yang diciptakan Melly Goeslaw terdengar pas untuk Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea dan bahkan terbaik di bulan ini. Rating: NA

ODAGOMA RHEINHARD (Layar Tancep)

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea punya mimpi yang menjanjikan: sebuah perjalanan layaknya seorang Ibnu Bhatuta. Mimpi itu berakhir sebagai mimpi. Perjalanan Raina rasanya tidak ditapaki dengan sebuah keinginan yang seteguh dan sebaik itu. Pun cintanya, tak berproses begitu indah.  Yang memberikan keindahan dalam cerita Raina pada akhirnya adalah kecantikan alam pada beberapa momen awalnya. Rating: ★★1/2

RANGGA ADITHIA (Raditherapy)

Visual cantik, chemistry manis, lucu, haru tak dipaksa dan hangat yang pas. Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea menyenangkan. Itu fakta! Rating: ★★★

ROHMAN SULISTIONO (Ocehan Si Momo)

Ini film lebih cocok dengan judul Love Sparks in Korea aja dibanding ada embel-embel Jilbab Traveler-nya yang gue rasa cuma tempelan background karakter utamanya aja dan gak dieksplor lebih. Ringgo sekarang udah gak lucu lagi ya. Duh, kalo karakter sidekick-nya oke dan lucu mungkin rada bikin seger ini film. Banyak dialog yang kaku di kuping gue. Terus, kenapa karakter Morgan gak pake bahasa Inggris aja (kalo susah buat pake bahasa Korea) dibanding harus keliatan maksa bahasa Indonesia. Overall, lumayan oke walau kendor banget di tengah. Adegan awalnya lumayan bagus sinematografinya buat gambarin si karakter BCL sebagai seorang Jilbab (CGI) Traveler. Rating: ★★

TAUFIQUR RIZAL (CineTariz)

Tak sekadar memanjakan mata lewat hamparan visual cantik, #JilbabTravelerLSIK jg memanjakan hati melalui tuturan kisah menghanyutkan. #JilbabTravelerLSIK adalah kesempatan kita melihat BCL, Morgan Oey dan Giring Ganesha dalam akting terbaik mereka, sejauh ini. Rating: NA

TEGUH SANTOSO (Reviewsiana)

Ekspetasi awal saya salah soal film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Film ini bukan tentang suka duka para hijaber dalam traveling (seperti halnya bukunya). Bukannya film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea tampil buruk. Tetapi, walau mengusung kisah drama percintaan seorang penulis traveler, saya merasa romansa berbalut pertualangan justru hadir minimal. Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea sebenarnya punya konflik yang menjanjikan, sayangnya dihadirkan dengan detail yang membuat kita jadi mengernyitkan dahi. Rating: ★★

VINCENT JOSE (The Jose Movie Review)

Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea was Assalamualaikum Beijing with much better treatment in almost every aspect, especially in acting and script department. Rating: ★★★1/2

 

Last Updated: 14 July 2016


2 Comments


  1.  

    Alur filmnya cukup lambat tapi dengan durasi lebih dari 100 menit, film ini tergolong lengkap dalam menceritakan perjalanan seorang Jilbab Traveler bernama Rania.
    Poin plus dalam film ini adalah adanya kejutan-kejutan kecil dan jalan cerita dalam film ini melaju dengan natural.




  2.  
    Ajeng

    Setuju sama kritikus film di atas…ini film keliatan bgt ga tw mau dibawa ke mana…ga ada penggambaran karakter yg mendalam…BCL sama Ringgo sayang bgt nih…keliatan bagus aktingnya…tp ga didukung lawan mainnya. Semuanya terkesan maksa…





Leave a Response


(required)