Indonesian Film Critics

 
Random Article


 
Don't Miss
 

 

Jingga (2016)

 

 
Overview
 

Genre:
 
Release Date:
 
Critics Rating
 
 
 
 
 


 
Bloggers Rating
 
 
 
 
 


 
Total Score
 
 
 
 
 


 


0
Posted February 21, 2016 by

 
Full Article
 
 

Jingga-Poster

Critics Review: ★★★1/2 (3 reviews)
Film Bloggers Review: ★★3/4 (4 reviews)

SYNOPSIS

Bukan hanya kisah empat remaja tunanetra luar biasa yang bertemu dalam dunia tanpa cahaya, tapi juga kisah seorang ibu yang berjuang keras mebantu anaknya menemukan kembali kegembiraan dan dunia nya setelah divonis buta.

Di SLB, Jingga mengenal Marun, Nila, dan Magenta. Tiga sahabat baru ini juga menunjukkan pada Jingga bahwa mereka bisa mandiri sekalipun memiliki kekurangan dalam penglihatan. Mereka membentuk group musik dan menyiapkan rekaman untuk sebuah kompetisi musik.

Bisakah Jingga melalui semua ini dan kembali menemukan semangat hidupnya?

Kembalikah cahaya hidup Jingga yang sudah bertahun-tahun hilang?

 

General Information

Director: Lola Amaria
Scriptwriter: Gunawan Raharja, Lola Amaria
Cast: Hifzane Bob, Hany Valery, Aufa Assegaf, Qausar HY, Ray Sahetapy, Keke Soeryokusumo
Running Time: 102 minutes
Release Date: 25 February 2016

Full Cast and Crew

Not available.

 

CRITICS REVIEW

BOBBY BATARA (All Film Magazine)

NA. Rating: ★★★1/2

LUSI TRIANA (Muvila)

NA. Rating: ★★★★

REINO EZRA ANRETI (Muvila)

Film persahabatan remaja tunanetra yang ternyata bisa terselip isu-isu lingkungan dan kesehatan. Empat aktor utamanya main bagus. Rating: ★★★

 

BLOGGERS REVIEW

DANIEL IRAWAN (Dan at the Movies)

Ada niat bagus yang sangat terbaca untuk mengangkat penderita disabilitas dengan elemen musik dan persahabatan di atas ensemble akting yang sangat baik. Sayangnya selain detil dan penggarapan medis yang tak tertata dengan baik, paruh akhir Jingga justru jatuh ke sebuah uninspiring disease porn. Rating: ★★

DIAKSA ADHISTRA (Mokino)

NA. Rating: ★★★

DJAY (So-Called Reviewer)

Meskipun cenderung flat, Jingga punya kekuatan di karakter yang bisa bikin filmnya masih layak ditonton. Jingga jelas bukan film komersil yang mengandalkan tools yang sempurna; sederhana dan drama yang pas adalah inti dari film ini. Rating: ★★★

RASYID HARRY (Movfreak)

Selain alur klise, beberapa dialog cringeworthy turut menghalangi saya menjalin ikatan emosional dengan kisah dan tokohnya. Keempat aktor utama sesungguhnya bermain baik. Hany Valery dan Aufa Assegaf misalnya, begitu meyakinkan sebagai seorang tuna netra tanpa ada kesan dibuat-buat. Tapi apa daya, mereka tetaplah bukan penampil berpengalaman hingga sanggup menyulap rangkaian kalimat buruk menjadi enak didengar. Untung dialognya masih punya nilai positif pada kecermatannya menyelipkan info-info medis berkat ketepatan timing serta kuantitas secukupnya sehingga tidak terasa dipaksakan masuk layaknya penyuluhan mendadak. Rating: ★★★

 

Last Updated: 2 March 2016


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response

(required)